Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H Mohon Maaf Lahir dan Bathin

13 SMA/SMK Dapat Bantuan Sosial

0 comments

SIDOARJO – Tiga sekolah menengah di Sidoarjo ditolak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Pendidikan Menengah untuk mendapatkan bantuan sosial sebagai sekolah rawan bencana. Tiga sekolah tersebut dianggap tidak memenuhi kriteria kemendiknas.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Sidoarjo Mustain Baladan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Sidoarjo Mustain Baladan mengatakan, pihaknya sebenarnya mengajukan 16 SMA/ SMK untuk mendapatkan bantuan sosial.

Namun, setelah diverifikasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, tiga sekolah dinyatakan tidak berhak mendapat bantuan sosial. Yakni, SMA 3 Sidoarjo, SMK PGRI Porong, dan SMK Walisongo Sidoarjo.

Mustain mengaku belum mengetahui alasan kemendiknas terkait penolakan untuk tiga sekolah tersebut. Meski demikian, Dispendik cukup senang dengan 13 sekolah yang telah lolos verifikasi. Dispendik sebelumnya telah mendata sekolah-sekolah yang layak menerima bantuan sosial.

Namun, beberapa di antaranya telah mempunyai infrastruktur yang memadai. “Kita mengajukan saja, jika lolos, ya alhamdulilah, tetapi nyatanya juga tidak lolos,” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang telah lolos verifikasi akan mendapatkan Rp 142 juta untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Dana tersebut dikelola sendiri oleh pihak sekolah dengan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Dispendik Sidoarjo.

Selanjutnya, dispendik memberikan laporan ke Dirjen Pendidikan Menengah di Jakarta. Menurut Mustain, dana bantuan sosial tersebut sangat penting bagi SMA/SMK yang membutuhkan dana perbaikan sekolah.

Sekolah pinggiran yang fasilitasnya minim dapat mengembangkan sekolahnya menggunakan dana tersebut. “Pengelolaan dana diserahkan langsung ke pihak sekolah. Namun, harus jelas penggunaannya,” kata Mustain.

Mantan kepala SMPN 2 Candi ini berharap, tiga sekolah yang gagal menerima bantuan dari pusat tersebut tidak berkecil hati. Dispendik masih akan mendata kembali sekolah menengah yang pantas menerima bantuan baik dari dana APBD melalui aana alokasi khusus (DAK) pendidikan maupun dari pusat. (vga)


Beri Komentar