Pencarian
Belum Semua Warga Terima Cicilan
Andi Darussalam: Hingga Hari Ini Kami Masih Terus Transfer
SIDOARJO – Pencairan angsuran yang dijanjikan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) pada Jumat (3/9) ternyata hanya dinikmati sebagian korban lumpur. Sebab, banyak warga yang sampai saat ini belum menerima pencairan cicilan tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Hj Mainah, Nany Hariati, dan Lilik Indriani. Mereka menyatakan sampai saat ini belum menerima pencairan cicilan ganti rugi untuk 80 persen aset mereka. ”Saya bingung. Saya punya banyak tunggakan untuk biaya membangun rumah,” ujar Hj Mainah.
Ada juga warga yang seharusnya memperoleh cicilan Rp 15 juta per bulan ternyata hanya dapat Rp 5 juta. Salah satunya, Ansori. Sesuai dengan kesepakatan, dia berhak memperoleh cicilan 15 juta per bulan untuk ganti rugi bangunan. Setelah cicilan untuk bangunan lunas, baru dia akan menerima cicilan untuk tanahnya sebesar Rp 5 juta per bulan. ”Nyatanya, bulan ini (untuk bangunan, Red) saya hanya dibayar 5 juta,” ujarnya.
Menurut Ari Wicaksono, korban lain, para warga korban lumpur Lapindo Senin (6/9) mendatangi kantor PT MLJ. Mereka bermaksud meminta penjelasan tentang pencairan angsuran yang tidak merata. Namun, pihak PT MLJ tidak mau menemui mereka.
Sementara itu, Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabusalla menyatakan, semua warga bakal menerima cicilan itu. “Cek dulu. Tanya sama warga yang lain juga,” katanya.
Menurut dia, kemarin dan hari ini PT MLJ masih mentransfer cicilan ke rekening warga. Karena itu, wajar jika beberapa warga yang mengecek kemarin masih belum menerima pembayaran.
Terkait dengan pembayaran cicilan yang hanya Rp 5 juta, Andi menegaskan bahwa warga tersebut hanya memiliki tanah sawah. Sesuai dengan aturan, tanah sawah tanpa bangunan dihargai Rp 5 juta. Sedangkan untuk warga yang memiliki tanah dan bangunan dihargai Rp 15 juta.
Sementara itu, Deputi Bidang Sosial BPLS Badjuri Edi Cahyono menuturkan, sampai saat ini BPLS juga belum menerima laporan pembayaran cicilan yang dilakukan PT MLJ. Kejadian itu bukan kali pertama.
PT MLJ sudah sering berjanji kepada para korban lumpur Lapindo. Terakhir, mereka berjanji melunasi tunggakan untuk 4-5 bulan terakhir pada 20 Agustus lalu. Namun, baru ada pencairan pada 3 September lalu. Itu pun hanya cicilan untuk sebulan. Dan ternyata, tidak semua warga mendapatkan pembayaran cicilan tersebut.
Sampai saat ini PT MLJ masih memiliki tunggakan pembayaran cicilan sebanyak 4.883 berkas tanah. Selain itu, PT MLJ memiliki tunggakan sebanyak 425 berkas yang pembayaran 80 persennya sama sekali belum terbayar.
PT MLJ berdalih saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan. Anehnya, tawaran dana talangan dari APBN tak ditanggapi. Bahkan, undangan Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo untuk membahas dana talangan tersebut tidak direspons.
(Sumber : Koran Jawa Pos “adh/eko/c13/ib”)

































