Pimpinan, Anggota DPRD beserta Jajaran Setwan Menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan 1431 H/ 2010 M, semoga dibulan yang penuh barokah ini kita benar-benar bisa memanfaatkan untuk meraih pahala yang sebanyak-banyaknya

Bubble Kecil Bermunculan Lagi diKawasan Ketapang

0 comments

Semburan gas baru (bubble) mudah terbakar semakin banyak muncul di sepanjang sungai Ketapang dan Tangkis Kali. Semenjak hujan tiba, bubble yang telah padam dan tidak mengeluarkan gas tersebut, aktif kembali.

Salah seorang warga Warga RT 8 RW 3 Desa Ketapang, Gofur, mengatakan, bubble yang berada di daerahnya tersebut kembali aktif sekitar 1 bulan terakhir. Bahkan, bubble tersebut semakin banyak terdeteksi di pinggir sungai.

Hal itu terlihat dari gelembung-gelembung yang muncul dipermukaan sungai. ‘’Jumlahnya semakin banyak,’’ katanya kepada Radar Sidoarjo diungkapkan oleh Bambang, warga setempat, yang menyebutkan bahwa bubble semakin banyak dan kembali aktif tersebut sangat mengganggu warga. Sebab, bubble yang mudah tersulut api tersebut membahayakan anakanak yang sering bermain di area perkampungan itu.

Buble-buble yang Mengeluarkan Api di Wilayah Desa Ketapang

‘’Bubble yang semakin banyak sangat mengkhawatirkan dan membahayakan. Harus ada pemantauan dan penanganan,’’ tegasnya. Menurutnya, warga sangat resah dan meminta pihak yang bertanggung jawab untuk segera mencari solusi. ‘’Demi keselamatan warga dari sulutan api dan bau gas yang menyengat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Achmad Zulkarnaen, mengatakan, dalam bulan Desember 2009 terdapat 12 bubble baru yang muncul. Yakni dua bubble di wilayah Pamotan (perbatasan Siring Barat), sembilan bubble muncul di Ketapang Keres, dan satu di Desa Besuki.

Menurutnya, pemantaun masih akan terus dilakukan. Namun, penanganan darurat terhadap bubble-bubble yang muncul, tidak dilakukan, karena aktifitas
bubble mayoritas cenderung mengalami penurunan. ‘’Tetapi kita akan terus melihat dampaknya bagi warga,’’ jelasnya.

Menurut pantauan tim lapangan, ada beberapa bubble yang bulan lalu telah mati, namun bulan ini kembali aktif. ‘’Artinya, kondisi ini memang menunjukan bahwa bubble tersebut bersifat fluktuatif, dinamis, bisa hidup dan bisa mati,’’ sahutnya.

Sementara itu, bubble yang muncul di Ketapang dimanfaatkan sebagian warga untuk memasak. Mereka membuat tungku di atas bubble tersebut. Tidak hanya memasak air saja, tetapi mereka juga memanfaatkan untuk menanak nasi. ‘’Mumpung ada api, jadi kita manfaatkan,’’ ujar beberapa warga. Meskipun demikian, mereka tetap berharap bubble yang muncul tidak mengeluarkan gas
yang dapat menyulut api.

(Sumber : Koran Radar)

Share to Facebook


Beri Komentar