Pencarian
Cicilan Warga Korban Lumpur Belum Cair
SIDOARJO - Pencairan cicilan yang ditunggu-tunggu oleh warga korban lumpur Lapindo hingga hari ini ternyata belum terlaksana. Padahal, Vice President PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) Andi Darussalam Tabussala pekan lalu berjanji pencairan cicilan dilaksanakan mulai Senin (30/8).
Warga korban lumpur pun kecewa. Apalagi, tidak ada penjelasan dari PT MLJ terkait hal tersebut. ”Saya sudah mengecek rekening saya di BRI. Tapi, hingga pukul 15.00, belum ada pencairan cicilan,” ujar salah seorang korban lumpur Ari Wicaksono kemarin (3/9).
Menurut dia, warga sangat mengharapkan angsuran ganti rugi dari PT MLJ itu segera cair. Apalagi, hingga saat ini pencairan tersebut sudah terlambat empat bulan.
Ari menambahkan, sebelumnya Andi Darussalam berjanji kepada warga akan membayar untuk satu bulan saja. Beberapa bulan sebelumnya, Andi juga beberapa kali menjanjikan hal yang sama. Yakni, sebelum pilkada sekitar awal Juli lalu, setelah pilkada, terakhir dia menjanjikan pencairan pada 20 Agustus lalu. Namun, semuanya tidak terealisasi.
Hingga saat ini, masih ada 4.883 berkas tanah milik warga yang belum terselesaikan pembayaran 80 persen asetnya. Mestinya, mereka menerima angsuran Rp 15 juta per bulan. Angka tersebut merupakan skema pembayaran peta terdampak 22 Maret 2007 yang menjadi tanggungan Lapindo Brantas Inc.
Sementara itu, Andi Darussalam Tabusalla mengatakan sudah mentransfer cicilan tersebut ke rekening warga. Tapi, ketika dicek, kok belum ada? “Cek lagi jam lima sore (17.00, Red). BRI kan bukan kerja rodi. Nanti dicek lagi saja,” tegasnya.
Sementara itu, kemarin (3/9) warga korban lumpur yang menetap di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo memasang beberapa spanduk baru. ”Kami ingin para aparat yang berkantor di sekitar sini dapat melihat kami dan segera membuka mata,” ujar Jainul Arifin, koordinator warga korban lumpur.
(Sumber : Koran Jawa Po “adh/eko/c6/ib”)
































