Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Ke 155 Dengan semangat hari jadi ke 155 Kabupaten Sidoarjo, kita songsong pesta demokrasi yang aman demi kelanjutan pembangunan menuju Sidoarjo yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan

Dana Cair, Ruko Desa Sawotratap Segera Dibangun

0 comments

GEDANGAN (kabarsidoarjo.com)- Rencana pemerintah Desa Sawotratap untuk mewujudkan pembangunan Ruko Desa, segera direalisasikan bulan ini.

Lokasi pembangunan Ruko Desa Sawotratap

Lokasi pembangunan Ruko Desa Sawotratap

Hal itu seiring persetujuan pencairan dana Kas Desa hasil kompensasi tukar guling TKD Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan sebesar Rp 1,1 miliar, oleh pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Kepala Desa Sawotratap Sundahyati, persetujuan pencairan dana itu sudah diteken pemerintah Kabupaten, dengan nominal pencairan awal sebesar Rp 500 juta.

“Dananya bertahap sudah kita cairkan untuk belanja material pembangunan Ruko,” terang Sundahyati.

Untuk lokasi pembangunan Ruko desa, sudah disiapkan diperbatasan antara Desa Sawotratap dengan Desa Ngingas Waru dengan luas 4000 meter.

Dan saat ini, lokasinya sudah diuruk sertu, tinggal tahapan pembangunan pondasi.

“Segera kita bangun, karena memang lokasi dan materialnya sudah kita siapkan,” terang Sundahyati.

Pembangunan Ruko Desa ini terpaksa dilakukan pihak desa, karena bunga kompensasi yang diberikan Bank Delta Artha Sidoarjo dari saldo Rp 1,1 miliyar milik desa Sawotratap hanya sekitar 0,5 atau sekitar Rp 5 juta per bulan.

Padahal biaya operasional desa tiap bulannya, rata-rata diatas Rp 10 juta untuk berbagai keperluan.

“Kebutuhan operasional desa Sawotratap memang besar, baik itu untuk tunjangan di luar gaji seluruh perangkat desa, bayar listrik dan telpon, ATK, PKK, Karang Wreda, Posyandu, RT,RW, dan lain-lain. Jika tiap bulan kita hanya dapat bunga deposito  Rp 5 juta, sangat tidak mencukupi,” terang Sundahyati Kepala Desa Sawotratap.

Dengan pembangunan Ruko itu, dana kompensasi TKD akan bisa dikembangkan dengan asumsi mendapatkan hasil lebih besar tiap bulannya daripada bunga bank.

“Ruko ini akan kita kontrakkan tiap tahun Rp 4 juta dengan rencana 20 ruko yang akan kita bangun. Dengan begitu, perbandingan perolehan keuntungan sewa Ruko jauh lebih besar dari perolehan bunga bank yang selama ini kita dapat ,” terang Sundahyati. (Abidin)


Beri Komentar