Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Dana Rehab Rumah Gakin Masih Belum Didistribusikan

0 comments

Khawatir Dihabiskan untuk Keperluan Lebaran

Dana rehab rumah bagi keluarga miskin (Gakin) hingga memasuki triwulan ketiga ini belum juga dicairkan. Padahal dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah) Sidoarjo 2010 sudah dialokasikan anggaran rehab untuk 250 gakin. Masing-masing  gakin dijatah Rp 6 juta sebagai dana perangsang untuk memperbaiki rumah mereka.

KURANG LAYAK: Salah satu rumah keluarga miskin yang perlu segera direhabilitasi

Sesuai ketentuan, gakin yang berhak menerima bantuan adalah yang rumahnya berdinding gedhek (anyaman bambu) dan beralas tanah. Status tanah harus milik sendiri, bukan berdiri di tanah negara atau pengairan. “Dananya belum dicairkan, padahal ini sudah memasuki triwulan ketiga,” ujar sumber dilapangan yang enggan disebutkan namanya, kemarin (22/8).

Disebutkan, untuk tahunanggaran 2010 dana rehab rumah gakin dialokasikan senilai Rp 1,5 miliar. Jika dana itu sudah dicairkan, maka di Sidoarjo tinggal 500 rumah gakin yang belum diperbaiki. Belum didistribusikannya dana rehab rumah gakin itu membuat prihatin Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Machmud.

Karena itu pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan BKBPMP (Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan). Sebab dana rehab rumah itu masuk wilayah bidang BKBPMP. “Kita akan menindak lanjuti aspirasi yang masuk ke dewan. Mengapa dana rehab rumah gakin kok juga belum dicairkan,” ujar Machmud ketika ditemui di kantornya.

Saat mendapatkan masukan bahwa dana rehap belum cair, pihaknya sempat mengklarifikasi ke Kepala BKBPMP Arsiyah. Dari sana didapat keterangan jika dana rehap belum dicairkan karena masih menunggu pendataan. “Alasannya masih menunggu pendataan dan baru Senin (23/8), data penerima rehap rumah gakin diserahkan ke dewan,” terang politisi asal Partai Amanat Nasional ini.

Informasi yang dihimpun, dana rehab rumah miskin itu sengaja diberikan setelah pemilihan kepala daerah (pilkada) Sidoarjo selesai. Karena jika diberikan
sebelum pilkada, ada kekhawatiran bakal disalahgunakan menjadi alat kampanye. “Rencananya akan dibagi setelah Lebaran. Karena kalau dibagi sekarang khawatirnya dana Rp 6 juta itu akan habis untuk keperluan Lebaran,”
tandas Machmud.

Sampai berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi dari Kepala BKBPM Sidoarjo, Arsiyah. Saat HP-nya dihubungi terdengar nada aktif, tapi tidak diangkat.

(Sumber : Koran Radar Surabaya “rud”)

Share to Facebook


Beri Komentar