Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1435 H

Dengan Rp 300 Ribu, Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

4 comments

Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat tiga siswa dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo terpacu untuk merangkai sebuah alat daur ulang sampah. Melalui alat itulah, Bradja Muhammad Helmy, M Aditya PH dan M Arif Abidin mampu meraih juara I lomba Innovative Material Enginering Competition (IMEC) 2011 Nasional tingkat SMA pada 29-30 April lalu di ITS Surabaya. VEGA DWI ARISTA Wartawan Radar Sidoarjo

ALAT yang diciptakan oleh ketiga siswa tersebut memang bukan alat daur ulang sampah biasa. Melalui sistem distilasi dengan menggunakan alat, diantaranya tabung labu, bunsen dan pipa kaca, sampah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) atau sampah plastik bungkus, dan Polypropilene (PP) atau plastik gelas mineral, mampu menghasilkan bahan bakar sejenis bensin dan kerosin.

Awalnya, rencana membuat alat tersebut tidak terlintas sama sekali di benak ketiga siswa tersebut. Namun, banyaknya literatur yang menyatakan keberadaan sampah yang semakin menggunung, ketiganya pun tergerak. Apalagi, selama ini, plastik dianggap sebagai ‘monster limbah’ yang sulit dimusnahkan.

‘’Jika dibakar, plastik selalu tahan lama. Dari situlah ide membuat alat dari bahan plastik akhirnya muncul,’’ ujar M Arif Abidin.

SAMPAH JADI BAHAN BAKAR : Ketiga siswa mempraktekkan cara kerja alat daur ulang di lab Kimia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo

Arif mengatakan, penelitian dari beberapa tokoh yang menyebutkan bahwa plastik merupakan residu hasil cracking minyak bumi, membuat keyakinannya semakin meningkat untuk membuat plastik menjadi minyak bumi kembali Hasilnya, dibantu oleh Bradja dan Aditya, mereka akhirnya memadukan beberapa alat yang yang didasari oleh hukum kekekalan energi.

Yakni, energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnakan. Menurutnya, alat tersebut diciptakan  dalam waktu yang mepet. Hanya dalam waktu tiga bulan, alat daur ulang itu mampu dibuat dengan hasil yang memusakan. Hanya dengan biaya Rp 300 ribu, alat tersebut mampu menciptakan energi alternatif yang nantinya dapat menjadikan pengganti minyak bumi yang semakin hari semakin menipis.

Pada intinya, kata siswa kelas 11 ini, melalui sistem distilasi, yakni pencapaian dari zat dengan titik didih tinggi menuju titik didih rendah yang sempurna, dapat menghasilkan energi yang besar. Sistem tersebut bekerja saat LDPE atau PP dibakar melalui sebuah tabung labu, sehingga dapat menghasilkan energi yang diolah menjadi energi bahan bakar.

‘’Selama proses 80’menit dapat menghasilkan 5 mililiter (ml) bahan bakar,’’ ujar siswa jurusan IPA ini. Bradja menambahkan, 5 ml bakan bakar tersebut diperoleh dari 10 gram sampah plastik. Jika 10 kilogram (kg) bahan sampah plastik diolah dengan alat tersebut, akan menghasilkan 1 liter bahan bakar. ‘’Akan sangat berfungsi jika sampah plastik yang terus menggunung itu  dimanfaatkan menjadi bahan bakar,’’ tandasnya.

Daya tahan bahan bakar yang dihasilkan pun cukup kuat dan sebanding dengan bahan bakar semacam bensin. Daya tahan bakar yang dihasilkan sebanyak 0,5 ml, kata Bradja, dapat menciptakan api selama 11 detik. Sama halnya dengan kekuatan bensin jika diukur dengan jumlah energi yang sama. Pada saat lomba IMEC dilakukan, mereka mengaku telah menyiapkan energi yang telah dibuat  sebelumnya, kepada dewan juri.

Energi yang telah dibuat dengan sistem distilasi itu, dapat menarik perhatian juri, sehingga mampu mengalahkan 44 tim pesaing dari Sabang sampai Merauke. Menurut Aditya, meski juara, masih banyak permasalahan yang harus dibenahi untuk menyempurnakan alatnya tersebut. Diantaranya, kebocoran pada sistem pembakaran yang membuat hasil dari bahan bakar kurang maksimal.

Nantinya, ketiga siswa tersebut menggunakan pipa stainless dengan diameter yang lebih besar lagi, untuk menciptakan energi yang lebih banyak. Ternasuk penggunaan energi tata surya untuk memanaskan plastik saat dimasukkan pada tabung labu. ‘’Energi tata surya semian membuat alat tersebut ramah terhadap lingkungan,’’ ujar kelas 11 ini. (*)


  1. Bradja Muhammad Helmy

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kami dari SMA Muhhamadiyah 2 Sidoarjo.
    Kami mempunyai produk jadi ( baru )
    yaitu Pemanfaatan Zat Alelopati pada Ipomoea auatica Sebagai BIO Herbisida.

    Yang siap jual dipasaran dengan jual Rp.3000,00/ botol yang isi bersih : 350 ml.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

  2. Bradja Muhammad Helmy

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kami dari SMA Muhhamadiyah 2 Sidoarjo.
    Kami mempunyai produk jadi ( baru )
    yaitu Pemanfaatan Zat Alelopati pada Ipomoea auatica Sebagai BIO Herbisida.
    Yang kami berinama BHIA ( Bio Herbisida for Aquatic Plants )

    Yang siap jual dipasaran dengan jual Rp.3000,00/ botol yang isi bersih : 350 ml.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

  3. Bradja Muhammad Helmy

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kami dari SMA muhammadiyah 2 Sidoarjo.

    Kami mempunyai produk baru yang dikelolah oleh SMAMDA Sidoarjo yaitu BHIA ( BIO HERBICIDE For Aquatic Plants )
    Yiatu Herbisida dengan memanfaatankan kandungan pada Ipomoea aquatica ( kangkung sungai ) yaitu Zat Alelopati dengan melaluhi proses pengambilan ekstraknya, dan menambahkan air aquadest 1 perbandingan 1 : 1 yaitu 1 L air aqua dest & 1 KG Kangkung Sungai.
    Produk ini siap jual dengan harga Rp.5000,00/ 350 ml ( isi bersih ). Mengapa kok murah ? karena bahan utamanya yaitu kangkung sungai dicari dengan gratis di sungai dan aqua dest / liternya hanya Rp.3000,00.
    Botol kemasan bisa kita cari dengan gratis juga.

    BHIA bisa bertahan lama hingga Setengah tahu bila di simpan di freezer.

    Cara kerja Produk : Campurkan 10 L air kedalam 350 ML BHIA.
    Aduk Hingga merata, dan Semprotkan Pada Gulma yang menggangu.

    Tunggu hingga 1 hari, dan lihat hasilnya. BHIA menyerang hingga seluruh seluruh tumbuhan, dari akar, batang, dan akar. yang demi hari melayu.

    Prestasi BHIA : Finalis ISPO ( Indonesia Science Project Olympiad ) 2011, Di Jakarta, Tepatnya di UI, Depok.

  4. kalo boleh tau berapa harga alat pengolah limbah plastik?
    Apakah 300ribu itu alatnya?
    Berapa nomer yang bisa dihubungi?
    Terima kasih

Beri Komentar