Pencarian
Dewan Desak DP3 Segera Penyuluhan Flu Burung
Belum segera dilakukannya penyuluhan tentang flu burung (H5N1) kepada warga desa Durung Bedug, memerahkan kuping anggota DPRD Sidoarjo. Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak agar warga desa Durung Bedug segera diberikan penyuluhan tentang penyakit mematikan unggas tersebut.
Anggota komisi D DPRD Sidoarjo, Drs.Ec. Hadi Subiyanto, mengatakan, penyuluhan sangat penting dilakukan. Karena, dengan adanya penyuluhan, masyarakat akan mengerti tentang mekanisme penanganan awal terhadap ayam yang terkena flu burung. ‘’Penyuluhan itu penting. Apalagi sudah ada ayam yang mati mendadak,’’ ucapnya.
Hadi menjelaskan, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DP3) Sidoarjo harus segera bertindak, agar dampak psikologis dari warga tidak terlalu besar. Dia menambahkan, kekhawatiran tentang munculnya kembali wabah flu burung pasti ada di benak warga Durung Bedug.
Terpisah, Kepala Desa Durung Bedug, Munifi, yang menyangkal adanya wabah flu burung di desanya, mengaku baru mengetahui kasus matinya flu burung, kemarin (3/8). ‘’Saya baru dapat laporan dari warga hari ini (kemarin, red),’’ ujarnya.
Dengan adanya laporan tersebut, tegasnya, pihaknya melakukan monitoring terhadap warga yang ayamnya mati. Sedangkan untuk penyuluhan, pihaknya dengan DP3 telah memastikan diadakan pada 9 Agustus mendatang.
’’Kita koordinasi dengan DP3 perihal penyuluhan yang dilakukan pada 9 Agustus nanti,’’ terangnya. Munifi menjelaskan, tidak akan melaporkan kejadian wabah flu burung yang menyerang puluhan ayam warga kepada Kecamatan Candi. ‘’Karena sudah ditangani oleh DP3,’’ paparnya.
Seperti diketahui, proses penyuluhan yang akan dilakukan oleh DP3 kepada warga desa Durung Bedug, selalu urung. Janji penyuluhan tersebut juga terhambat dengan tidak diketahui wabah H5N1 itu oleh Kades Durung Bedug. Padahal, sedikitnya 30 ayam mati mendadak di RT 4,5 28/RW 1 Desa Durung Bedug, Candi, yang diduga akibat penyakit flu burung.
(Sumber : Koran Radar Surabaya “vga”)

































