Pencarian
Dispendik Terima Dana DAK Rp 13,2 M
Untuk Rehab Sekolah dan Perpustakaan
SIDOARJO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo menerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk rehabilitasi sekolah, ruang kelas baru (RKB), perpustakaan, serta prasarana bagi SMP Negeri/Swasta senilai Rp 13,2 miliar. Dana tersebut berasal dari Depdiknas serta sharing 20 persen dari dana APBD Sidoarjo.
Depdiknas sendiri menggelontorkan DAK senilai Rp 11 miliar dari dana tersebut. DAK rehab sedang dialokasikan bagi delapan SMPN/S sebanyak 16 ruang kelas, rehab berat dialokasikan juga bagi delapan SMPN/S untuk 14 ruang kelas, bantuan perpustakaan dialokasikan untuk 11 SMPN/S, alat labuntuk 14 SMPN/S, serta bantuan 1.935 paket buku untuk 68 SMPN/S.
Kabid Pendidikan Menengah Dispendik Sidoarjo Ani Kadarwati mengatakan, dana tersebut dalam waktu dekat akan cair. “Hanya menunggu surat keputusan bersama dari Depdiknas, Depkeu dan Depdagri,” katanya kemarin (8/9).
Menurut Ani, dana DAK sangat penting untuk pembangunan dan kemajuan SMPN/S yang kekurangan fasilitas belajar mengajar. Dia mengakui, selama ini masih banyak sekolah yang membutuhkan bantuan. “Kita akan terus monitoring sekolah yang membutuhkan bantuan,” katanya.
Ani menambahkan, pengadaan fasilitas yang lengkap juga menunjang program pemerataan kualitas sekolah. Selama ini, diakui Ani, masih banyak orangtua murid yang menyekolahkan anaknya ke tempat yang jauh dari tempat tinggalnya. Padahal kualitas sekolah di kawasan tempat tinggalnya tidak kalah dengan sekolah lain. “Pandangan bahwa sekolah di perkotaan lebih baik harus segera dikikis. Dengan penambahan fasilitas, pemerataan pemilihan sekolah tidak akan jauh dari kawasan tempat tinggal siswa,” paparnya.
Ani mengungkapkan, pada 2010 telah banyak bantuan dari pusat di antaranya pemberian RKB bagi sekolah yang kekurangan ruang kelas. Baik itu tingkat dasar, menengah, maupun atas.
(Sumber : Koran Radar Surabaya “vga”)


































mohon sekolah2 swasta lebih diperhatikan, terutama di wilayah kec. Porong, baik sarana maupun prasarana. terutama sejak adanya musibah lumpur lapindo, keadaan ekonomi masyarakat porong makin menurun, sehingga sulit mendapat bantuan dari orang tua siswa. kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, lalu dari siapa lagi.