Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

DKP Dapat Tambahan 10 Unit Truk Sampah

0 comments
SIDOARJO-Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Sidoarjo, bakal lebih mudah untuk melakukan pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke TPA di kawasan Jabon.
Tahun ini diperkirakan akan mendapatkan tambahan 10 unit armana melalui dana Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggota DPRD Sidoarjo, HM Zainul Lutfi

Anggota DPRD Sidoarjo,
HM Zainul Lutfi

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), M Syafiq kemarin mengatakan bahwa dalam tahun anggaran 2013 ini, penambahan armada bisa dilakukan. “Jumlahnya 10 unit. Pengadaannya ya dalam satu tahun anggaran ini,” katanya.

Dengan penambahan 10 unit Syafiq mengaku jika mobilitas untuk pengangkutan sampah dari TPS-TPS yang tersebar di seluruh Sidoarjo bisa lebih mudah.
Pasalnya jumlah armada yang bisa digerakkan untuk melakukan pengangkutan semakin banyak. Sebelumnya, kekuatan armana berjumlah 32 unit tetapi yang layak pakai ada 24 unit saja.
Menurut Syafiq, produksi sampah se Sidoarjo cukup banyak. Yakni mencapai 4.400 meter kubik perhari. Tetapi daya angkut hanya 825 meter kubik.
“Sisanya diolah di 6 TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, red). Sampah yang dapat diolah di situ pun hanya sekitar 10 hingga 15 persen,” katanya.
Enam TPST yang kini ada adalah di Kelurahan Janti, dan Ngingas, Kecamatan Waru, Desa Keboan Sikep, Kecamatan Gedangan, Desa Siwalan Panji, dan Desa Prasung, Kecamatan Buduran, dan Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin.
Pengolahan sampah di TPST yang dimaksud, adalah dengan cara diolah dan dipilah. “Ada yang dijadikan kompos. Sebagian dipilah untuk dijual kembali, tetapi ada yang betul-betul sampah sehingga memang harus dibuang, ”katanya.
Dimata anggota DPRD Sidoarjo, HM Zainul Lutfi penambahan armana 10 unit dalam tahun 2013 masih dirasa kurang.
“Idealnya saya kira justru 50 sampai 60 unit,” katanya.
Menurut Lutfi, jumlah penduduk Sidoarjo sudah mencapai 1,8 juta jiwa.
Mengalami pertumbuhan setiap tahunnya sekitar 2 persen, sehingga dapat diartikan jumlah produksi sampah pun akan meningkat. Padahal pemerintah selalu mendengungkan pelayanan pada masyarakat.
“Maka semakin cepat pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat, hasilnya akan semakin bagus. Makin cepat sampah-sampah diangkut, kan semakin bagus. Kawasan juga menjadi bersih, ”katanya.
Untuk itu, jumlah armana harus ditambah cukup banyak. “Jangan sampai di anggarkan mepet. Kalau ada kerusakan, nanti pelayanan pada masyarakat terganggu.
Harusnya, semua armada berfungsi, sekalipun ada yang yang harus standbay, dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Sebab wilayah Sidoarjo ini cukup luas,” imbuhnya. (nug)

Beri Komentar