Pencarian
F-Gabungan’ Bentuk Poros Tengah
‘’Kita membentuk poros tengah sebagai penyeimbang,’’ kata I Wayan Dendra, Ketua sementara Fraksi Gerakan Hati Nurani, kemarin.
Poros tengah ini siap menyikapi semua perkembangan yang ada di DPRD Sidoarjo
dan di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Di DPRD Sidoarjo keempat parpol ini berhasil mendudukkan wakilnya sebanyak 11 orang, yaitu empat orang dari Partai Golkar, 3 orang dari Partai Hanura dan
masing-masing 2 orang dari PKNU dan Partai Gerindra. Poros tengah bakal memainkan kartu As untuk turut ambil bagian dalam perpolitikan di dewan, termasuk penentuan jabatan komisi maupun badan legislatif dan Badan Kehormatan.
Koalisi poros tengah sekaligus sebagai antisipasi adanya rebutan jabatan fraksi besar, seperti dari Fraksi Demokrat yang punya 11 anggota, maupun Fraksi Kebangkitan Bangsa sebanyak 10 anggota, Fraksi Partai Amanat Nasional-Keadilan Sejahtera
sebanyak 11 anggota dan Fraksi PDI Perjuangan sebanyak 7 anggota. ‘’Kita membentuk poros tengah memang ingin menjadi penyeimbang,’’
kata I Wayan Dendra, Ketua sementara Fraksi Gerakan Hati Nurani, kemarin. Dia menyebut, dalam konsep kebersamaan, seharusnya sudah layak jika parpol besar mendapatkan jabatan
empat komisi. Namun untuk Ketua Banleg dan Ketua Badan Kehormatan, seharusnya diberikan kepada dua fraksi yang ada di poros tengah.
Wakil Fraksi Partai Demokrat, Suhariyono,SH.,MH, sebelumnya pernah mewacanakan agar ada jalan kompromi dengan menawarkan, suatu kebersamaan itu diantaranya, empat fraksi besar untuk mengambil masing-masing satu komisi.
Wacana ini untuk menjaga kebersamaan dan stabilitas di lembaga dewan. ‘’Fraksi Demokrat tidak akan memonopoli jabatan dan lebih mementingkan kebersamaan,’’ kata Suhariyono. (Sumber : Koran Radar Surabaya “rud”)

























