Pencarian
Gepeng dan Anjal Kian Marak dan Merajalela
SIDOARJO – Dinas Sosial Tenaga Kerja (Disosnaker) Sidoarjo merasa kewalahan dengan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal) yang semakin merajalela. Selama ini, setelah tertangkap razia yang dilakukan Satpol PP, mereka telah diberi latihan ketrampilan. Namun ujung-ujungnya mereka kembali lagi ke jalan.
Kepala Disosnaker Sidoarjo Sumarbowo mengungkapkan, sebenarnya pelatihan telah diberikan secara maksimal. Namun, hingga sekarang gepeng dan anjal masih banyak ditemui di jalanan. “Mereka lebih suka balik ke jalan dari pada menerapkan ketrampilan yang telah diberikan,” papar Sumarbowo, kemarin (8/9).
Kabid Sosial Disosnaker Hadi Mulyanto mengakui, keberadaan gepeng dan anjal di Sidoarjo memang masih banyak. Di kecamatan Sidoarjo sendiri, ada sekitar 40 gepeng dan anjal. “Mereka yang kita bina belum termasuk yang liar dan selalu kabur jika dilakukan razia,” katanya. Selama ini, tandas Hadi, Disosnaker telah melakukan pembinaan dengan maksimal. Termasuk melakukan kualifikasi gepeng yang dibina menurut usia. “Gepeng yang berusia uzur ditempatkan di panti jompo,” ungkapnya.
Setiap Satpol PP menggelar razia, pihak Disosnaker selalu diajak. Ditambahkan Hadi, tidak kooperatifnya gepeng dan anjal dalam setiap razia juga sangat menyulitkan pembinaan yang akan dilakukan. “Ada yang lari dan bersembunyi,” pungkasnya.
(Sumber : Koran Radar Surabaya “vga”)

































