Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Jadi Pilot Project Kurikulum 2013, 42 Sekolah Bakal Di Sidak Komisi D

0 comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)--Sedikitnya 42 sekolah di Kabupaten Sidoarjo ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pilot project penerapan kurikulum 2013 di tahun ini.

Ke 42 sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 tersebut terdiri atas 9 Sekolah Dasar (SD) negeri, 4 SD swasta, 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, 1 SMP swasta, 9 Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri, 1 SMA swasta, 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri, dan 9 SMK swasta.

HM.Machmud SE

HM.Machmud SE

“Kriterianya pusat yang menentukan sekolah mana yang dianggap siap menerapkan kurikulum baru ini” tutur Ir Agoes Boedi Tjahjono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Agoes menambahkan , untuk penerapan kurikulum baru ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit karena disertai dengan perubahan jumlah mata pelajaran dan perubahan buku.

”Namun biaya itu tidak boleh dibebankan kepada siswa,” ungkapnya.

Sementara itu penunjukan ke 42 sekolah di Sidoarjo untuk penerapan kurikulum baru ini mendapatkan apresiasi posit dari ketua komisi D DPRD Sidoarjo HM.Machmud SE.

Machmud menegaskan, dengan ditunjuknya ke 42 sekolah ini, menandakan sudah ada kesiapan dan kesanggupan dari sekolah-sekolah tersebut dalam menerapkan kurikulum 2013.

“Yang pasti mereka sudah melalui tahapan penilaian dari Dinas pendidikan. Tinggal ke depan bagaimana sekolah-sekolah ini membuktikan kesanggupannya tersebut,” terang Machmud.

Poltisi FPAN yang siap maju kembali pada Pemilu 2014 mendatang ini menambahkan, sebagai apresiasi sekaligus menilai langsung kesanggupan ke 42 sekolah ini, komisi D DPRD Sidoarjo berencana melakukan sidak untuk memastikannya.

“Kita akan sidak sekolah yang masuk dalam daftar 42 sekolah pilot project itu. Kita ingin melihat, bahwa sekolah tersebut memang layak menerapkan kurikulum baru 2013,” jelas Machmud.

Machmud juga menyatakan, bagi sekolah yang tidak masuk dalam daftar pilot project kurikulum 2013 namun memiliki kemampuan untuk pelaksanaannya, pihaknya meminta segera mengajukan diri kepada dinas pendidikan.

Karena bagaimanapun juga, teknis pengajaran kurikulum 2013 ini, memang memiliki perbedaan mendasar dalam sistem belajar mengajarnya

“Pokoknya harapan kita sekolah yang merasa mampu, silahkan untuk menerapkan kurikulum baru ini dengan mengajukan diri ke dinas pendidikan,” tutup Machmud.

Seperti diketahui, Kurikulum 2013 mulai diterapkan secara bertahap mulai Senin (15/7/2013).

Ada 6 perbedaan Kurikulum 2013 dibanding kurikulum lama.

Diantaranya terkait dengan penataan sistem perbukuan.

Kedua penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) di dalam penyiapan dan pengadaan guru.

Ketiga, penataan terhadap pola pelatihan guru.

Keempat, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler, serta penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK).

Kelima, terkait dengan memperkuat NKRI dan keenam ini juga masih terkait dengan hal kelima, memperkuat integrasi pengetahuan-bahasa-budaya. (Abidin)


Beri Komentar