Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Jaranan ‘Turonggo Yakso’ Digelar

0 comments
Pengunjung Museum Tak Boleh Sepi

Sidoarjo, Bhirawa
Suasana museum tidak boleh sepi. Harus sering mengadakan kegiatan, supaya ramai terus.

“Di antara kegiatannya seperti ini, yaitu menggerlar seni tradisional ‘Turonggo Yakso’ dari Trenggalek. Jenis kesenian jaranan untuk para petani padi yang hampir punah,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dr. Jariyanto, M.Si saat membuka Gelar Kesenian Tradisional Koleksi Museum Negeri Mpu Tantular Jawa Timur, Sabtu(14/4) di halaman Museum Tantular Jl. Raya Buduran Sidoarjo.

Tarian Jaranan Turonggo Yakso

Kalau sering mengadakan kegiatan, tentunya akan membawa dampak keramaian. Dengan suasana ramai secara otomatis banyak sekali masyarakat yang mengetahui keberadaan museum.

“Sekarang ini banyak sekali terlihat ratusan penonton dari masyarakat umum maupun para pelajar, mulai anak-anak TK hingga tingkat SMA juga terlihat antusias,” terang Jariyanto.
Sementara itu, Dalang Kesenian Jaranan ‘Turonggo Yakso,’ Genit Santoso menceritakan, bahwa  tarian ini merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Trenggalek. Khususnya di Kecamatan Dongko. Kebudayaan ini disebut juga Baritan. Dinamakan Baritan, karena kesenian ini dilakukan ‘Bubar Ngarit Tanduran’ atau usai bekerja di lading,usai panen.
Tarian ini menceritakan tentang kemenangan warga desa dalam mengusir marabahaya atau keangkaramurkaan yang menyerang desanya. Tarian ini selalu dibawakan setiap bulan Suro, dalam penanggalan Jawa, dan sudah ditentukan oleh seorang pawang atau sesepuh.
“Proses pertama dimulai dengan berkumpulnya para petani sambil membawa perlengkapan sesaji, seperti ambeng dan longkong, serta tali yang dibuat dari bambu, biasa disebut Dhadhung. Setelah itu barulah dimulai upacaranya,” cerita Genit Santoso. [ach]

Beri Komentar