Pencarian
Sidak Komisi C ke Jembatan Dungus Sukodono
Pelebaran jembatan Dungus di Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, belum juga dimulai. Padahal itu termasuk proyek vital untuk mengurangi kemacetan di jalur tersebut. Tak ayal, molornya proyek tersebut mendapat perhatian serius Komisi C DPRD Sidoarjo.
Hingga kini yang terlihat hanya pembangunan plengsengan sungai Dungus untuk penguat jalan yang baru dikerjakan. Sedangkan bangunan utama jembatan belum tersentuh. “Kita ingin tahu penyebabnya kenapa tak segera dilakukan pembangunan. Padahal anggaran sudah disediakan, sementara jalur yang melintas di jembatan Dungus ini sangat padat dan perlu segera dilakukan pelebaran,” ujar Ketua Komisi C DPDR Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH dalam sidak kemarin (1/9).
Jembatan Dungus yang menghubungkan Kecamatan Sidoarjo dengan Taman memang menjadi jalur stategis. Apalagi setelah kehadiran Pusat Perdagangan Agrobis (Puspa Agro) di Jemundo, jalur itu semakin padat. Untuk mendukung pelebaran jembatan, di APBD 2010 sudah dialokasikan dana sekitar Rp 6 miliar. Tapi saat lelang dimenangkan oleh rekanan dengan penawaran Rp 4,4 miliar.
Saat sidak, diketahui jika belum kunjung dibangunnya jembatan Dungus karena berbagai faktor, terutama persoalan infrastruktur lain. Seperti dua pipa milik PDAM Delta Tirta, tiang saluran listrik tegangan tinggi milik PLN, dan tiang milik Telkom. Ketiga infrastruktur itu harus dipindah karena terkena pelebaran jembatan. Tak pelak, puluhan tiang pancang yang sudah didatangkan pihak rekanan belum bisa dipasang.
Kepala Dinas Pekrjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, belum dibangunnya jembatan Dungus karena masih menunggu proses relokasi infrastruktur lain yang harus dipindah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Delta Tirta, PLN, maupun Telkom.
“Proses pemindahannya nanti menjadi tanggung jawab pihak kontraktor, tapi kita terus mengevaluasi. Memang ada keterlambatan pengerjaan yang diperkirakan sekitar tujuh persen dari jadwal yang sudah ditentukan,” ujar Sigit.
Selain itu, proses negosiasi pembebasan lahan juga terus dilakukan. Kendati ada keterlambatan pembangunan sekitar tujuh persen, PT Graha Anugrah Karya Wahyu selaku rekanan tetap optimistis proyek itu bakal rampung tepat waktu, akhir Desember mendatang. “Kami yakin bisa selesai,” ujar perwakilan dari PT Graha Anugrah Karya Wahyu, Wahyu.
(Sumber : Koran Radar Surabaya “rud”)


























