Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

Juni, Sertifikat KNV Dibagikan

0 comments

GEDANGAN – PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) revisi janjinya. Proses penyerahan sertifikat rumah warga korban lumpur di Kahuripan Nirwana Village (KNV), Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, akan dipercepat.

SABAR YA: Warga Kahuripan Nirwana Village Blok AA V beraktivitas seperti biasa, kemarin (23/5). Sertifikat hunian mereka dijanjikan cair selambat-lambatnya Juni minggu ketiga.

Dari yang semula dijadwalkan Oktober, dimajukan empat bulan menjadi Juni. Selambat-lambatnya akhir Juni. Kabar baik ini diumumkan Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabussala dalam sosialisasi yang digelar pihaknya bersama warga KNV di Wisma Haji Kemendepag Jatim, Jl Raya Juanda, Selasa (22/5) malam.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Emir Firdaus dan perwakilan PT Mutiara Masyur Sejahtera (PT MMS) selaku pengembang KNV.

“Insya Allah, Juni minggu ketiga sertifikat akan dibagikan. Untuk tahap awal akan diserahkan 200 sertifikat,” janji Andi. Total ada 1.700 sertifikat yang nantinya dibagikan.

Andi menargetkan, proses tersebut selesai Oktober 2012. Penyerahannya sendiri akan diberikan langsung, tanpa perantara koordinator warga. “Langsung, tidak melibatkan perwakilan warga atau kelompok,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN Sidoarjo Yusuf Purnama membenarkan, PT MMS sedang mengurus sertifikat rumah KNV. Ada 583 sertifikat yang diproyeksikan selesai pertengahan Juni mendatang.

Menurut Yusuf, selama ini yang bikin lama adalah pemisahan data dari sertifikat induk. Sementara itu, untuk melunasi sisa uang ganti rugi sebesar Rp 900 miliar, PT MLJ terus berjuang mencari pinjaman bank.

Usaha pengajuan pinjaman itu sempat diajukan ke Bank Jatim, namun ditolak mentah- mentah. Kini PT MLJ mengurangi jumlah pinjaman menjadi Rp 500 miliar, dengan harapan akan ada bank yang bersedia meminjamkan.

Sedangkan sisa Rp 400 miliarnya akan ditanggung sendiri oleh PT MLJ. Komisaris Utama PT MLJ Gesang Budiarso bertekad melakukan terobosan ke sejumlah bank untuk mendapat dana pinjaman. “Penolakan itu sebetulnya tidak perlu karena PT MLJ punya kemampuan untuk membayar,” ujar sekretaris DPD Partai Golkar Jatim ini. (rud/rou/hfd)


Beri Komentar