Pencarian
PIDATO LKPJ BUPATI SIDOARJO TAHUN 2011
BUPATI SIDOARJO
LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNG JAWABAN BUPATI
TAHUN 2011
YANG TERHORMAT,
- SDR. KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO;
- PARA WAKIL KETUA DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO;
- PARA ANGGOTA FORUM PIMPINAN DAERAH (FORPINDA) KABUPATEN SIDOARJO;
- PARA KOMANDAN KESATUAN TNI/POLRI;
- SEKRETARIS DAERAH DAN SELURUH JAJARAN PIMPINAN SATUAN KERJA SERTA SELURUH UNDANGAN DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Pada kesempatan yang baik ini dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati tahun 2011, perkenankan saya mengajak hadirin sekalian untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala nikmat yang diberikan berupa rahmat, taufik, hidayah serta inayahNya, sehingga kita semua masih diberikan kekuatan, ketabahan, keteguhan iman, kesabaran, keikhlasan serta kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa, negara serta masyarakat dengan penuh tanggungjawab.
Sholawat serta salam, semoga selalu terlimpahkan keharibaan Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya, Amin Ya Robbal Alamin.
Menyertai rasa syukur tadi, kami memohon semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk, perlindungan serta kekuatan pada kita semua sehingga mampu melewati berbagai masalah yang ada dalam menjalankan tugas pengabdian dengan sebaik-baiknya.
Perkenankan pula dalam forum yang terhormat ini, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo yang telah menjalankan peran dan fungsinya, terutama sebagai mitra Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Demikian pula kepada segenap Ulama, Rekan-rekan Forpinda, para tokoh masyarakat serta seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) merupakan laporan progres pembangunan untuk tahun yang bersangkutan dalam periode dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). LKPJ Bupati Sidoarjo tahun 2011, disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat dengan memperhatikan peraturan perundangan sebelumnya.
Oleh karena itu pada pemaparan kali ini akan kami sampaikan sesuai dengan sistematika tersebut, dalam lima bagian pemaparan, yaitu :
- Bagian Pertama tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sebagai landasan kerja Bupati selama lima tahun masa jabatan;
- Bagian Kedua tentang Keuangan Daerah.
- Bagian Ketiga tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah;
- Bagian Keempat tentang laporan pelaksanaan tugas pembantuan; dan
- Bagian Kelima tentang penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
Selanjutnya akan kami uraikan per bagian.
Bagian pertama adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sebagai landasan kerja Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selama lima tahun telah disusun dan merupakan penjabaran dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Visi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk tahun 2011 – 2015 sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011 – 2015 adalah Menuju Sidoarjo Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan.
Visi ini dijabarkan ke dalam misi Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global;
2. Menumbuhkembangkan potensi sektor industri, perdagangan, pariwisata, UMKM, Koperasi, pertanian dan perikanan yang berorientasi agrobis secara optimal yang berwawasan lingkungan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat;
3. Meningkatkan tatanan kehidupan masyarakat yang berkepribadian, beriman serta dapat memelihara kerukunan, ketentraman, dan ketertiban;
4. Mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan prinsip pembangunan berbasis masyarakat dan kesetaraan gender;
5. Meningkatkan profesionalisme aparatur untuk mencapai pelayanan prima;
6. Mendorong tumbuh kembangnya iklim investasi untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat;
7. Meningkatkan kualitas dan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan;
8. Menumbuhkembangkan iklim demokrasi yang sehat, santun serta menjunjung tinggi norma dan etika masyarakat.
Untuk mencapai visi dan misi tersebut ditetapkan delapan strategi dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah ditetapkan dalam RPJMD untuk dilaksanakan oleh seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
Bagian kedua adalah Keuangan Daerah.
Realisasi pendapatan dan belanja daerah Tahun Anggaran 2011 sebelum audit BPK adalah sebagai berikut :
Pendapatan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 terealisasi sebesar Rp. 2.004.360.197.864,27 (dua trilyun empat milyar tigaratus enampuluh juta seratus sembilanpuluh tujuh ribu delapanseratus enampuluh empat rupiah duapuluh tujuh sen). Realisasi ini tercapai sebesar 105,16% dari target pendapatan tahun 2011 yang sebesar Rp. 1.905.993.882.859,38 (satu trilyun sembilanratus lima milyar sembilanratus sembilanpuluh tiga juta delapanratus delapanpuluh dua ribu delapanratus limapuluh sembilan rupiah tigapuluh delapan sen).
Dari realisasi tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2011, terealisasi sebesar Rp. 483.332.537.457,27 (empatratus delapanpuluh tiga milyar tigaratus tigapuluh dua juta limaratus tigapuluh tujuh empatratus limapuluh tujuh rupiah duapuluh tujuh sen).
Pendapatan Asli Daerah tersebut sudah mampu memberikan konstribusi dukungan pada kekuatan APBD sebesar 26,44% dan apabila dibandingkan dengan target penerimaan tahun 2011 sebesar Rp. 427.071.360.790,00 (empatratus duapuluh tujuh milyar tujuhpuluh satu juta tigaratus enampuluh ribu tujuhratus sembilanpuluh rupiah) terjadi peiningkatan sebesar Rp. 56.232.989.157,21 (limapuluh enam milyar duaratus tigapuluh dua juta sembilanratus delapanpuluh Sembilan ribu seratus limapuluh tujuh rupiah duapuluh satu sen) atau 13,17%.
Realisasi yang melebihi target tersebut berasal dari peningkatan Pajak Daerah yang mencapai Rp. 40.943.574.201,65 (empatpuluh milyar sembilanratus empatpuluh tiga juta limaratus tujuhpuluh empat ribu duaratus satu rupiah enampuluh lima sen) utamanya dari PBHTB dan seluruh komponen Retribusi Daerah yang mencai Rp. 8.456.729.763,00 (delapan milyar empatratus limapuluh enam juta tujuhratus duapuluh Sembilan ribu tujuhratus enampuluh tiga rupiah) dan Lain Lain PAD yang sah mencapai Rp. 6.815.197.274,76 (enam milyar delapanratus limabelas juta seratus sembilanpuluh tujuh ribu duaratus tujuhpuluh empat rupiah tujuhpuluh enam sen).
Kenaikan yang cukup tingi ini berkas usaha keras Pemerintah Daerah, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi dan dorongan serta dukungan dari Anggota Dewan yang terhormat.
Dana Perimbangan pada tahun 2011 terealisasi sebesar Rp. 1.029.082.329.425,00 (satu trilyun duapuluh sembilan milyar delapanpuluh dua juta tigaratus duapuluh sembilan ribu empatratus duapuluh lima rupiah).
Pendapatan Dana Perimbangan tersebut apabila dibandingkan dengan target penerimaan tahun 2011 sebesar Rp. 1.003.815.337.129,00 (satu trilyun tiga milyar delapanratus limabelas juta tigaratus tigapuluh tujuh ribu seratus duapuluh sembilan rupiah) terjadi peiningkatan sebesar Rp. 25.266.992.296,00 (duapuluh lima milyar duaratus enampuluh enam juta sembilanratus sembilanpuluh dua ribu duaratus sembilanpuluh enam rupiah) atau 2,52%.
Realisasi yang melebihi target tersebut berasal dari peningkatan Bagi pajak yang mencapai Rp. 21.345.735.351,00 (duapuluh satu milyar tigaratus empatpuluh lima juta tujuhratus tigapuluh lima ribu tigaratus limapuluh satu rupiah) dan dari Bagi hasil bukan pajak sebesar Rp. 3.921.356.945,00 (tiga milyar sembilanratus duapuluh satu juta tigaratus limapuluh enam ribu sembilanratus empatpuluh lima rupiah).
Peningkatan Bagi Hasil Pajak yang cukup besar memberi gambaran perkembangan industri, perdagangan dan usaha barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo, karena peningkatan pembayaran Pajak Usaha/Badan ke Pemerintah Pusat berdampak pada kenaikan Bagi hasil pajak kepada daerah.
Sedangkan Lain – Lain Pendapatan Yang Sah tahun 2011 terealisasi sebesar Rp. 491.945.330.982,00 (empatratus sembilanpuluh satu milyar sembilanratus empatpuluh lima juta tigaratus tigapuluh ribu sembilanratus delapanpuluh dua rupiah).
Pendapatan dari Lain – Lain Pendapatan Yang Sah tersebut diatas apabila dibandingkan dengan target penerimaan tahun 2011 sebesar Rp. 475.107.184.940,00 (empatratus tujuhpuluh lima milyar seratus tujuh juta seratus delapanpuluh empat ribu sembilanratus empatpuluh rupiah) terjadi peiningkatan sebesar Rp. 16.866.333.551,68 (enambelas milyar delapanratus enampuluh enam juta tigaratus tigapuluh tiga ribu limaratus limapuluh satu rupiah enampuluh delapan sen) atau 3,54%.
Peningkatan dari Lain – Lain Pendapatan Yang Sah tersebut hampir seluruhnya berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi.
Adapun untuk belanja daerah tahun 2011 terealisasi sebesar Rp. 1.827.900.948.074,71 (satu trilyun delapanratus duapuluh tujuh milyar sembilanratus juta sembilanratus empatpuluh delapan ribu tujuhpuluh empat rupiah tujuhpuluh satu sen).
Penyajian struktur belanja tahun 2011 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.165.106.437.824,77 (satu trilyun seratus enampuluh lima milyar seratus enam juta empatratus tigapuluh tujuh ribu delapanratus duapuluh empat rupiah tujuhpuluh tujuh sen), dan belanja langsung sebesar Rp. 662.794.510.249,94 (enamratus enampuluh dua milyar tujuhratus sembilanpuluh empat juta limaratus sepuluh ribu duaratus empatpuluh sembilan rupiah sembilanpuluh empat sen).
Realisasi belanja sebesar Rp. 1.827.900.948.074,71 (satu trilyun delapanratus duapuluh tujuh milyar sembilanratus juta sembilanratus empatpuluh delapan ribu tujuhpuluh empat rupiah tujuhpuluh satu sen) atau 87,32% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.093.437.864.285,53 (dua trilyun sembilanpuluh empat milyar empatratus tigapuluh tujuh juta delapanratus enampuluh empat ribu duaratus delapanpuluh lima rupiah limapuluh tiga sen). Realiasasi ini sudah cukup optimal dan apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 meningkat sebesar 10,93%.
Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan Yang Terhormat
Selanjutnya akan kami sampaikan bagian ketiga tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelengarakan 32 urusan pemerintahan yang terdiri dari 24 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Penyelenggaraan urusan ini secara teknis dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
- 1. URUSAN PENDIDIKAN
Pelaksanaan urusan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 diarahkan untuk mencapai sasaran peningkatan tingkat pendidikan masyarakat. Pelaksanaan tersebut telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari capaian indikator kinerja pada tahun 2011 sebagai berikut :
- Angka Partisipasi Murni (APM)
APM yang dicapai pada tahun 2011 untuk SD/MI sebesar 94,32%, SMP/MTs sebesar 68,29% dan SMA/MA/SMK sebesar 60,45%. Apabila dibandingkan dengan APM tahun 2010 pencapaian APM tersebut adalah untuk SD/MI sebesar 98,72%, SMP/MTs sebesar 73,17% dan SMA/MA/SMK sebesar 61,04%;
- Angka Partisipasi Kasar (APK)
APK yang dicapai pada tahun 2011 untuk SD/MI sebesar 103,49%, SMP/MTs sebesar 91,39% dan SMA/MA/SMK sebesar 81,29%;
- Angka putus sekolah (APS)
Tahun 2011, APS untuk SD/MI sebesar 0,02%, SMP/MTs sebesar 0,14% dan SMA/MA/SMK sebesar 0,54%. Apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2010 untuk SD/MI sebesar 0,02%, SMP/MTS sebesar 0,15% dan SMA/MA/SMK sebesar 0,47%;
- Nilai rata – rata Ujian Akhir Nasional (UAN) pada seluruh jenjang tahun 2011 tercapai untuk SD/MI sebesar 8,76, SMP/MTs sebesar 8,26 dan SMA/MA/SMK sebesar 8,13. Apabila dibandingkan capaian tahun 2010 maka prestasi tahun 2011 mengalami peningkatan untuk semua tingkatan;
- Penduduk yang telah melek huruf sebanyak 1.388.261 jiwa atau 97,13% sehingga tersisa 2,87% yang perlu dientaskan dari buta huruf;
- Angka kelulusan sekolah pada semua jenjang pada tahun 2011 adalah untuk SD/MI sebesar 100% SMP/MTs sebesar 100%, sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 99,97%. Realisasi ini mengalami peningkatan dari realisasi tahun 2010 yang pada saat itu tercapai untuk SD/MI sebesar 100% SMP/MTs sebesar 99,08% sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 97,07%;
- Rasio jumlah guru terhadap jumlah murid tahun 2011 adalah untuk SD/MI sebesar 1;19, SMP/MTs sebesar 1;16 sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 1;19. Standar Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional adalah SD/MI sebesar 1:40, SMP/MTs sebesar 1:21 dan SMA/MA/SMK sebesar 1:21. Rasio tersebut menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan guru baik pada jenjang SD/MI, SMP/MTs maupun jenjang SMA/MA/SMK telah mencukupi dibandingkan dengan jumlah murid yang ada;
- Rasio jumlah kelas terhadap jumlah murid tahun 2011 adalah untuk SD/MI sebesar 1:30, SMP/MTs sebesar 1:35 sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 1:38;
- Sedangkan kondisi bangunan sekolah. Untuk SD/MI yang dalam kondisi baik sebesar 70,56%, SMP/MTs yang dalam kondisi baik sebesar 91,11% dan SMA/MA/SMK yang dalam kondisi baik sebesar 95,20%;
- Program peningkatan SSN tahun 2011 untuk SMP/MTS sebanyak 33 dan untuk SMA/MA/SMK sebanyak 8. Untuk peningkatan RSBI tahun 2011 SMP/MTS dan SMA/MA/SMK masing-masing sebanyak 3. Sedangkan program peningkatan akreditasi tahun 2011 tercapai sebanyak 260;
- Peserta kelompok belajar paket A, paket B dan paket C terlaksana dengan jumlah peserta paket A 50 orang, paket B 244 orang dan paket C 1.019 orang.
- 2. URUSAN KESEHATAN
Pelayanan kesehatan pada tahun 2011 diarahkan kepada sasaran peningkatan tingkat kesehatan masyarakat. Seluruh pelayanan tersebut telah terlaksana dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari seluruh indikator kinerja sebagai berikut :
- Angka kematian bayi mengalami penurunan dari AKB tahun 2010 sebesar 9,60 kematian per 1000 kelahiran hidup menjadi sebesar 8,99 kematian per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2011. Angka tahun 2011 ini lebih baik dari angka perkiraan nasional yang sebesar 35 kematian per 1000 kelahiran hidup ;
- Angka kematian balita tahun 2011 sebesar 9,67 kematian per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian ini juga lebih baik dari angka perkiraan nasional yang sebesar 46 kematian per 1000 kelahiran hidup;
- Angka kematian ibu melahirkan tahun 2011 sebesar 78,19 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih baik dari angka perkiraan nasional yang sebesar 112 kematian per 100.000 kelahiran hidup;
- Sedangkan untuk penanggulangan penyakit menular, telah terlaksana dengan baik. Angka kesembuhan penyakit TB Paru tahun 2011 dicapai sebesar 85,53% dari target yang ditetapkan setiap tahun sebesar 85%. Angka ini telah mencapai target. Sedangkan untuk angka kesakitan DBD tahun 2011 sebesar 7,03 per 100.000 penduduk. Angka ini mengalami penurunan jauh dibanding tahun 2010 sebesar 39,59 per 100.000 penduduk. Upaya pencegahan DBD telah dilakukan melalui peningkatan peran serta masyarakat dengan Gerakan 3 M Plus (Menguras, menutup dan mengubur serta mencegah gigitan nyamuk), pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) secara berkala serta upaya penyuluhan kepada masyarakat tentang pengenalan dini gejala DBD dan penanganan secara tepat. Sedangkan untuk angka penemuan AFP tahun 2011 tercapai sebesar 5,31 per 100.000 penduduk usia lebih dari 15 tahun. Pencapaian ini telah memenuhi target sebesar 2 per 100.000 penduduk usia lebih dari 15 tahun;
- Balita dengan Gizi buruk, tahun 2011 ditemukan sebesar 0,037% dari target perkiraan sebesar kurang dari 0,1% dari jumlah balita yang ditimbang;
- Prevalensi gizi kurang, tahun 2011 sebesar 5,80% dari target sebesar kurang dari 11% dari jumlah balita yang diperiksa;
- Kecamatan bebas rawan gizi tahun 2011 telah tercapai sebesar 100%;
- Penduduk yang memanfaatkan puskesmas tahun 2011 sebanyak 89,20% lebih tinggi dari tahun 2010 yang tercapai sebesar 79,37%. Untuk kunjungan rawat jalan tahun 2011 sebesar 78,78% dan kunjungan rawat inap sebesar 0,88%;
- Penduduk yang memanfaatkan RSUD tahun 2011 tercapai sebesar 16,37% lebih tinggi dari capaian tahun 2010 yang sebesar 12,42%. Realisasi persentase jumlah penduduk yang memanfaatkan RSUD jauh melampaui standar nasional yang sebesar 1,5%. Untuk tahun 2011 kunjungan rawat inap sebanyak 44.796 pengunjung dan kunjungan rawat jalan sebanyak 227.120 pengunjung;
- Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. Tingkat hunian diukur dari penggunaan tempat tidur yang tersedia. Tingkat BOR tahun 2011 sebesar 70,90%. Angka ini diupayakan selalu berada dalam kisaran antara 60 % – 85 %;
- Average Lenght of Stay (ALOS) atau rata–rata lama tinggal pasien di rumah sakit tahun 2011 tercapai selama 3,30 hari. ALOS masih perlu dijaga pada kisaran 6 hari;
- Turn Over Interval (TOI) atau lama waktu jeda pemakaian tempat tidur antara pasien satu dengan yang berikutnya tercapai selama 1,40 hari. Standar TOI ditetapkan 1 – 3 hari;
m. Nett Dead Rate (NDR) tahun 2011 tercapai sebesar 3,40%. Angka ini masih lebih tinggi dari standar yang ditetapkan yaitu kurang dari 2,5 %;
- Cost Recovery Rate (CRR) atau kontribusi pendapatan fungsional terhadap belanja operasional pelayanan tahun 2011 sebesar 129,69% untuk CRR tanpa gaji dan 100,23% untuk CRR dengan gaji;
- Penduduk miskin yang terlayani oleh RSUD mengalami peningkatan, dari 30.031 orang di tahun 2010 menjadi 46.608 orang di tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penduduk miskin yang menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD;
- Cakupan desa dengan Universal Child Immunization (UCI) tahun 2011, dari 353 desa/kelurahan yang ada, 348 diantaranya telah masuk dalam kriteria;
- Prevalensi HIV/AIDS yang dihitung per 100.000 penduduk pada tahun 2011 mencapai 38,69 per 100.000 penduduk dari standar sebesar kurang dari 0,2 per 100.000 penduduk. Tingginya prevalensi HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan sistem surveilans HIV/AIDS mulai berjalan;
- Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk di Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 adalah 70,74 tahun.
- 3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP
Urusan ini diarahkan pada upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui penurunan tingkat pencemaran dan perusakan lingkungan. Capaian kinerja tahun 2011 adalah :
- Pemenuhan ruang terbuka hijau, untuk tahun 2011 seluas 11,51 hektar dan tercapai 91,35% dari target perkiraan seluas 12,60 hektar;
- Pemenuhan baku mutu air, untuk baku mutu air sungai dapat disimpulkan bahwa seluruhnya telah melebihi standar kriteria kelas air yang dipersyaratkan. Pengujian ini dilakukan pada 11 sungai yaitu Kali Pelayaran, Kali Buntung, Kali Mangetan Kanal, Kali Sumber, Kali Buduran, Kali Kemambang, Kali Ketintang Pucang, Kali Sidokare, Kali Sekardangan, Kali Kedungulig dan Kali Bahgepuk. Untuk baku mutu air limbah rumah sakit yang diuji pada 4 rumah sakit, 1 rumah sakit telah memenuhi yaitu RS Delta Surya, 3 rumah sakit tidak memenuhi yaitu RSUD Kabupaten Sidoarjo, RS Khodijah dan RS Mitra Keluarga. Sedangkan untuk baku mutu air limbah industri besar rata-rata sudah memenuhi karena telah adanya kesadaran internal yang cukup tinggi pada industri besar;
- Pemenuhan baku mutu udara, di lokasi padat lalu lintas disimpulkan bahwa ada beberapa lokasi yang tidak memenuhi yaitu depan SPBU Aloha dan terminal Larangan. Sedangkan untuk industri secara umum keseluruhan parameter analisa udara kadarnya masih memenuhi baku mutu udara;
- Jumlah sampah yang terangkat ke TPA sebanyak 810 meterkubik per hari pada tahun 2011 sedikit meningkat dibanding sebanyak 802 meterkubik per hari pada tahun 2010;
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
- 4. URUSAN PEKERJAAN UMUM
Urusan pekerjaan umum tahun 2011 diprioritaskan pada upaya meningkatnya penyediaan sarana dan prasarana bidang pekerjaan umum. Capaian kinerja selama masa jabatan adalah:
- Kondisi jalan beraspal yang terdiri dari jalan beraspal kondisi baik tahun 2011 sepanjang 712,8 lebih tinggi dari kondisi tahun 2010 yang sepanjang 481,29 kilometer;
- Jumlah jembatan baik sebanyak 358 buah, jembatan kondisi sedang sebanyak 5 buah, sedangkan jembatan kondisi rusak sebanyak 3 buah;
- Jumlah Penerangan jalan Umum yang dibangun dan dipelihara selama tahun 2011 sebanyak 17.744 (tujuhbelas ribu tujuhratus empatpuluh empat) titik atau terpenuhi sebesar 61% dari kebutuhan PJU seluruhnya sebesar 29.000 (duapuluh sembilan ribu) titik.Kebutuhan PJU tersebut secara bertahap dari tahun ketahun berikutnya akan dipenuhi sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada;
- Luas daerah genangan secara umum mengalami penurunan dari seluas 1.380 hektar di tahun 2010 menjadi seluas 1.260 hektar di tahun 2011. Apabila dirinci secara detil maka penurunan genangan terjadi pada wilayah pertanian dari seluas 820 hektar di tahun 2010 menjadi seluas 700 hektar pada tahun 2011. Sedangkan untuk wilayah permukiman menurun dari seluas 560 hektar di tahun 2010 menjadi seluas 506 hektar di tahun 2011;
- Sedangkan untuk luas areal dengan irigasi teknis di Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 seluas 22.776 (duapuluh dua ribu tujuhratus tujuhpuluh enam) hektar, menurun dari luas tahun 2010 yang seluas 22.806 (duapuluh dua ribu delapanratus enam). Penurunan ini karena adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan, industri maupun perdagangan.
- 5. URUSAN PENATAAN RUANG
Urusan penataan ruang memiliki capaian kinerja antara lain :
- Penyusunan 3 dokumen RDTRK;
- Penyusunan 3 dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL);
- Peningkatan jumlah bangunan ber-IMB sebanyak 146.897 di tahun 2010, menjadi 152.231 di tahun 2011.
- 6. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Penyelenggaraan urusan ini menghasilkan 60 dokumen yang terdiri dari 17 dokumen penelitian dan 43 dokumen perencanaan. Dari seluruh dokumen yang disusun akan dimanfaatkan untuk jangka pendek maupun menegah sesuai dengan keperluan penyusunan dokumen tersebut.
- 7. URUSAN PERUMAHAN
Penyelenggaraan urusan ini diarahkan pada sasaran meningkatnya prasarana dasar masyarakat. Capaian kinerja tahun 2011 adalah :
- Jumlah sarana air bersih yang dibangun selama tahun 2011 sebanyak 4 unit;
- Panjang jalan lingkungan yang dibangun selama tahun 2011 sepanjang 30,93 kilometer. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah;
- Jumlah kejadian kebakaran selama tahun 2011 sebanyak 182 kejadian dengan response time selama 21,1 menit.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
- 8. URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA
Kebijakan umum urusan ini selama lima tahun diarahkan kepada terwujudnya masyarakat beriman dan berkepribadian. Indikator kinerja yang berhasil dicapai untuk urusan ini adalah:
- Jumlah cabang olah raga yang berprestasi sebanyak 15 cabang yaitu catur, kempo, taekwondo, renang, panahan, karate, sepatu roda dan anggar yang memperoleh prestasi tingkat nasional serta cabang atletik, balap sepeda, bola voli, bridge, bulu tangkis, catur, gulat, karate, kempo, panahan, panjat tebing, renang, selam, senam, taekwondo dan wushu yang memperoleh prestasi tingkat provinsi;
- Jumlah sarana olah raga milik pemerintah yang ada saat ini sebanyak 2 kawasan, yaitu Kawasan Stadion Jenggolo dan Kawasan Stadion Gelora Delta, selain itu terdapat sarana olah raga yang tersebar di tiap kecamatan sebanyak 87 unit.
- 9. URUSAN PENANAMAN MODAL
Urusan penanaman modal diarahkan pada sasaran terwujudnya iklim investasi yang kondusif dan peningkatan investasi baik PMA maupun PMDN. Indikator kinerja yang berhasil dicapai Selama tahun 2011 yaitu jumlah investasi PMA tercapai sebesar Rp. 27.392.747.677,00 (duapuluh tujuh milyar tigaratus sembilanpuluh dua juta tujuhratus empatpuluh tujuh ribu enamratus tujuhpuluh tujuh rupiah), jumlah investasi PMDN tercapai sebesar Rp. 4.477.145.111.279,00 (empat trilyun empatratus tujuhpuluh tujuh milyar seratus empatpuluh lima juta seratus sebelas ribu duaratus tujuhpuluh sembilan rupiah);
Realisasi jumlah investasi PMDN tersebut apabila dibandingkan dengan relisasi tahun 2010 yaitu sebesar Rp. 615.732.968.115,00 (enamratus limabelas milyar tujuhratus tigapuluh dua juta sembilanratus enampuluh delapan ribu seratus limabelas rupiah) terjadi peningkatan sebesar Rp. 3.861.412.143.164,00 (tiga trilyun delapanratus enampuluh satu milyar empatratus duabelas juta seratus empatpuluh tiga ribu seratus enampuluh empat rupiah).
Sedangkan jumlah investasi Lokal tercapai sebesar Rp. 9.317.069.917.627,00 (sembilan trilyun tigaratus tujuhbelas milyar enampuluh sembilan juta sembilanratus tujuhbelas ribu enamratus duapuluh tujuh rupiah).
Realisasi jumlah investasi Lokal tersebut apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 yang sebesar Rp. 4.745.224.781.448,00 (empat trilyun tujuhratus empatpuluh lima milyar duaratus duapuluh empat juta tujuhratus delapanpuluh satu ribu empatratus empatpuluh delapan rupiah) terjadi kenaikan sebesar Rp. 4.571.845.136.179,00 (empat trilyun limaratus tujuhpuluh satu milyar delapanratus empatpuluh lima juta seratus tigapuluh enam ribu seratus tujuhpuluh Sembilan rupiah).
Untuk tahun 2011 dari sebanyak 34.404 perusahaan yang terpantau, sebanyak 22.335 perusahaan atau sekitar 65% telah memiliki ijin.
- 10. URUSAN KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH
Urusan ini dilaksanakan dengan fokus untuk meningkatkan daya saing sektor UMKM dan koperasi. Indikator yang berhasil dicapai dalam mewujudkan fokus kerja tersebut adalah :
- Jumlah koperasi tahun 2011 sebanyak 1.285 unit meningkat dari jumlah tahun 2010 yang sebanyak 1.253 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 1.124 koperasi merupakan koperasi aktif;
- Jumlah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) sehat tahun 2011 tercapai sebanyak 872 unit, lebih tinggi dari jumlah KSP sehat tahun 2010 yang ada sebanyak 812 unit;
- Selama tahun 2011, volume usaha koperasi tercapai sebesar Rp. 692.143.253.000,00 (enamratus sembilanpuluh dua milyar seratus empatpuluh tiga juta duaratus limapuluh tiga ribu rupiah), sedangkan volume usaha UMKM sebesar Rp. 2.311.510.000.000,00 (dua trilyun tigaratus sebelas milyar limaratus sepuluh juta rupiah);
- Sedangkan untuk jumlah modal koperasi tahun 2011 meningkat 190,64% dibanding tahun 2010 dengan jumlah laba sebesar Rp. 30.995.190.000,00 (tigapuluh milyar sembilanratus sembilanpuluh lima juta seratus sembilanpuluh ribu rupiah), sejalan dengan jumlah modal UMKM yang juga mengalami peningkatan sebesar Rp. 176.901.000,00 (seratus tujuhpuluh enam sembilanratus satu ribu rupiah);
- Jumlah usaha mikro di tahun 2011 meningkat menjadi sebanyak 16.280 unit, diikuti dengan peningkatan jumlah usaha kecil sebanyak 4.319 unit dan usaha menengah sebanyak 2.029 unit;
- Bantuan untuk koperasi tahun 2011 sebesar Rp. 330.000.000,00 (tigaratus tigapuluh juta rupiah) untuk 5 koperasi, sedangkan bantuan untuk UMKM tahun 2011 sebesar Rp. 41.153.000.000,00 (empatpuluh satu milyar seratus limapuluh tiga juta rupiah).
- 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL
Urusan kependudukan dilaksanakan untuk meningkatnya pelayanan kependudukan. Kinerja yang berhasil dicapai pada tahun 2011 adalah :
- Jumlah penduduk berKTP pada tahun 2011 sebanyak 1.462.234 (satu juta empatratus enampuluh dua ribu duaratus tigapuluh empat) jiwa dari 1.462.436 (satu juta empatratus enampuluh dua ribu empatratus tigapuluh enam) jiwa yang wajib KTP;
- Penduduk yang memiliki Kartu Keluarga pada tahun 2011 sebanyak 526.499 (limaratus duapuluh enam ribu empatratus sembilanpuluh sembilan) KK dari 597.650 (limaratus sembilanpuluh tujuh ribu enamratus limapuluh) KK yang wajib memiliki Kartu Keluarga;
- Pelayanan akta kependudukan selama tahun 2011 sebanyak 71.633 (tujuhpuluh satu ribu enamratus tigapuluh tiga) akta yang terdiri dari akta kelahiran sebanyak 70.787 (tujuhpuluh ribu tujuhratus delapanpuluh tujuh) akta, akta kematian sebanyak 259 akta, akta perkawinan sebanyak 309 akta dan akta perceraian sebanyak 89 akta.
- 12. URUSAN KETENAGAKERJAAN
Urusan ini difokuskan pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Usaha ini secara umum telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Indikator keberhasilan tersebut adalah :
- Tingkat pengangguran terbuka tahun 2011 menurun menjadi sebesar 4,75%, dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 1.019.035 (satu juta sembilanbelas ribu tigapuluh lima jiwa) dan yang tidak bekerja sebanyak 48.444 (empatpuluh delapan ribu empatratus empatpuluh empat jiwa);
- Penempatan tenaga kerja selama tahun 2011 sebanyak 854 orang;
- Jumlah perselisihan tenaga kerja dengan perusahaan tahun 2011 sebanyak 98 kejadian, dengan rincian karena perselisihan hak 15 kasus, karena PHK 80 kasus, karena perselisihan kepentingan 3 kasus dan tidak ada yang karena mogok kerja;
- Jumlah perusahaan yang menerapkan norma jamsostek di tahun 2011 meningkat menjadi sebesar 1.531 perusahaan, dibanding tahun 2010 yang sebesar 1.383 perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan yang menerapkan norma K3 di tahun 2011 sebanyak 1.894 perusahaan meningkat dibanding tahun 2010 yang sebanyak 888 perusahaan. Keberadaan perusahaan atas dasar wajib lapor ketenagakerjaan sebagaimana Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 pada tahun 2011 sebanyak 2.188 perusahaan;
- Kejadian kecelakaan kerja tahun 2011 mengalami peningkatan dari jumlah kecelakaan di tahun 2010 sebanyak 4.148 kejadian menjadi sebanyak 4.277 kejadian di tahun 2011;
- Sedangkan jumlah penindakan kasus pelanggaran ketenagakerjaan pada tahun 2011 sebanyak 18 kasus pelanggaran, meningkat dari tahun 2010 yang sebanyak 6 kasus pelanggaran;
- Pada tahun 2011, terdapat perusahaan yang membentuk sarana Hubungan Industrial, antara lain untuk peraturan perusahaan sebanyak 1.076 perusahaan, untuk perjanjian kerjasama sebanyak 204 perusahaan dan untuk Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sebanyak 85 perusahaan.
- 13. URUSAN KETAHANAN PANGAN
Urusan ini difokuskan pada peningkatan pertumbuhan sektor industri, perdagangan, jasa, dan pertanian berbasis agrobis. Urusan ini secara umum telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Indikator keberhasilan tersebut adalah :
- Meningkatnya pola pangan harapan dari tahun 2010 sebesar 74,70% menjadi 76,53% di tahun 2011 untuk konsumsi pangan. Sedangkan untuk ketersediaan pangan meningkat dari 82,17% di tahun 2010 menjadi 87,00% di tahun 2011;
- Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, secara umum telah mengalami peningkatan dibanding tahun 2010;
- Berdasarkan analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SPKG) untuk pemetaan kecamatan rawan pangan, terdapat 13 kecamatan dalam kondisi aman, 5 kecamatan dalam kondisi waspada dan tidak ada kecamatan yang dalam kondisi rawan.
- 14. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Urusan ini terlaksana dengan difokuskan pada upaya untuk terwujudnya kesetaraan gender. Secara umum perlindungan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2011 telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari 102 kasus kekerasan yang ditemui, seluruhnya telah teradvokasi.
Indeks Pembangunan Jender selama tahun 2011 tercapai sebesar 67,15 poin. Sedangkan Indek Pemberdayaan Jender tahun 2011 tercapai sebesar 70,32 poin.
- 15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA
Urusan ini dilaksanakan untuk meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat. Indikator yang digunakan untuk menilai urusan ini adalah :
- Rasio peserta KB dengan Pasangan Usia Subur (PUS) tahun 2011 tercapai dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 302.434 akseptor (tigaratus dua ribu empatratus tigapuluh empat) pasangan dibandingkan prevalensi PUS sebesar 370.628 (tigaratus tujuhpuluh ribu enamratus duapuluh delapan) pasangan;
- Untuk kejadian pernikahan wanita dibawah umur (kurang dari 20 tahun) mengalami penurunan yang cukup tinggi yaitu dari sebesar 0,25 % di tahun 2010 menjadi sebesar 0,05% di tahun 2011. Sedangkan usia rata-rata pernikahan perempuan mengalami sedikit penurunan dari tahun 2010 sebesar 23,48 tahun menjadi sebesar 23,46 tahun di tahun 2011.
- 16. URUSAN PERHUBUNGAN
Urusan perhubungan dilaksanakan untuk optimalisasi pembangunan infrastruktur daerah. Pelaksanaan urusan ini secara umum telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari indikator yang dicapai pada tahun 2011 sebagai berikut :
- Pada tahun 2011 jumlah kendaraan yang lulus uji kelayakan secara berkala sebanyak 43.778 kendaraan dari 54.060 kendaraan yang wajib uji secara berkala;
- Jumlah sarana transportasi sebagai berikut, halte sebanyak 14 buah, traffic light dalam kota sebanyak 39 buah, terminal sebanyak 7 buah, dan dermaga sebanyak 12 buah. Dengan adanya sarana perhubungan ini diharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna jalan dapat ditingkatkan;
- Untuk perkembangan ijin trayek angkutan pedesaan tahun 2011 sebanyak 649 ijin;
- Jumlah penumpang umum yang terangkut oleh kendaraan umum mengalami penurunan dari tahun 2010 sebanyak 60.821.000 (enampuluh juta delapanratus duapuluh satu ribu) orang menjadi 60.050.000 (enampuluh juta limapuluh ribu) orang. Penurunan ini diakibatkan sebagian masyarakat mengalihkan pilihan transportasinya kepada transportasi pribadi khususnya kendaraan roda dua;
- Angka kecelakaan selama tahun 2011 sebanyak 1.325 kejadian, dengan rincian 427 meninggal, 173 luka parah dan 725 luka ringan. Upaya yang dilakukan dalam mengurangi angka kecelakaan antara lain dengan ditempatkannya TAC (Traffict Accident Center) yang merupakan posko gabungan antara Dishub, Polres, Jasa Raharja, dan tenaga kesehatan di daerah rawan kecelakaan jalan Raya Trosobo.
- 17. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Urusan ini dilaksanakan dalam rangka terwujudnya Sistem Informasi dan Komunikasi yang Mantap untuk Mendukung Pelayanan Kepada Masyarakat. Komunikasi yang terjadi selama ini telah berjalan dengan baik terutama melalui situs internet, media cetak dan elektronik khususnya radio, serta Pusat Pelayanan Pengaduan Masyarakat (P3M). Pada tahun 2011 terdapat 2 (dua) media komunikasi, yaitu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Badan Koordinasi Kehumasan (Bako Humas).
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
- 18. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI
Urusan ini difokuskan kepada upaya peningkatan ketertiban masyarakat. Indikator yang digunakan untuk mengukur usaha ini adalah :
- Pelanggaran perda yang ditemukan pada tahun 2011 sebanyak 4.697 kasus, dan telah tertangani sebanyak 4.147 kasus.
- Jumlah satpol PP sampai dengan tahun 2011 masih memerlukan penambahan personil, karena jumlah yang ada sebanyak 128 personil.
- 19. URUSAN OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN
Penyelenggaraan Urusan ini dilaksanakan berdasarkan azas-azas good governance untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dan pelaksanaan pelayanan kepemerintahan. Urusan ini secara umum telah terlaksana sesuai dengan harapan. Beberapa indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan urusan ini adalah :
- Realisasi PAD. Target PAD yang ditetapkan dalam APBD tahun 2011 sebesar Rp 427.071.360.790,38 (empatratus duapuluh tujuh milyar tujuhpuluh satu juta tigaratus enampuluh ribu tujuhratus sembilanpuluh rupiah tigapuluh delapan sen). Realisasi PAD tahun 2011 tercapai sebesar Rp 483.304.349.000,00 (empatratus delapanpuluh tiga milyar tigaratus empat juta tigaratus empatpuluh sembilan ribu rupiah) atau tercapai 113,17%;
- Belanja daerah pada tahun 2011 terealisasi sebesar Rp1.827.900.948.074,71 (satu trilyun delapanratus duapuluh tujuh milyar sembilanratus juta sembilanratus empatpuluh delapan ribu tujuhpuluh empat rupiah tujuhpuluh satu sen) atau 91,20% dari anggarannya, meningkat 10,93% apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010;
- Opini BPK atas laporan keuangan Tahun 2010 adalah wajar dengan pengecualian (WDP) meningkat lebih baik dibandingkan dengan opini tahun 2009 Tidak memberikan Pendapat (TMP) ;
- Jumlah temuan selama tahun 2011 oleh BPK sebanyak 37 temuan dengan nilai sebesar Rp 3.086.866.089,15 (tiga milyar delapanpuluh tenam juta delapanratus enampuluh enam ribu delapanpuluh sembilan rupiah limabelas sen). Dari seluruh temuan tersebut telah ditidaklanjuti sebanyak 34 temuan dan tersisa 3 temuan. Sedangkan untuk jumlah temuan selama tahun 2011 oleh Inspektorat sebanyak 620 temuan dengan nilai sebesar Rp 378.750.119,00 (tigaratus tujuhpuluh delapan juta tujuhratus limapuluh ribu seratus sembilanbelas rupiah). Dari seluruh temuan tersebut telah ditidaklanjuti sebanyak 595 temuan dan tersisa 25 temuan yang akan diselesaikan pada tahun 2012;
- Jumlah pelanggaran disiplin yang terjadi selama tahun 2011 sebanyak 30 kejadian. Apabila dibandingkan dengan jumlah PNS yang ada di pemerintah kabupaten tahun 2011 yang sebanyak 15.658 maka kejadian pelanggaran disiplin hanya sebesar 0,19%;
- Pada tahun 2011, terdapat 132 unit kerja yang dilakukan kegiatan evaluasi analisa jabatan dan analisa beban kerja. Sedangkan untuk analisis jabatan dan analisis beban kerja terhadap seluruh SKPD termasuk Kelurahan, UPTD dan UPTB telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya;
- Alokasi Dana Desa. Jumlah Pemerintah desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 322 desa. Pada tahun 2011, setiap desa rata – rata mendapatkan alokasi sebesar Rp. 73.597.535,20 (tujuhpuluh tiga juta limaratus sembilanpuluh tujuh ribu limaratus tigapuluh lima rupiah duapuluh sen) atau meningkat sebesar 30,21% dari tahun sebelumnya;
- Bantuan Keuangan merupakan Tunjangan Aparat Pemerintah Desa (TAPD) dan Tunjangan Aparat Kelurahan Non PNS, pada tahun 2011 dialokasikan dan direalisasikan sebesar Rp. 42.522.232.600,00 (empatpuluh dua milyar limaratus duapuluh dua juta duaratus tigapuluh dua ribu enamratus rupiah) meningkat sebesar 68,24% apabila dibandingkan dengan alokasi tahun 2010 sebesar Rp. 25.275.000.000,00, (duapuluh lima milyar duaratus tujuhpuluh lima juta rupiah) kenaikan ini karena seluruh aparat desa dan kelurahan telah diberikan tunjangan minimal sebesar UMK Kabupaten Sidoarjo;
- Jumlah produk hukum yang ditetapkan pada tahun 2011 terdiri dari, 21 Peraturan Daerah, 64 Peraturan Bupati dan 1.003 Keputusan Bupati;
- Jumlah kasus yang dihadapi selama tahun 2008 – 2011 sebanyak 51 kasus dengan penyelesaian sampai dengan tahun 2011 sebanyak 47 kasus. Sisa kasus pada akhir tahun 2011 sebanyak 4 kasus yang pada awal tahun 2012 masih dalam proses penyelesaian baik melalui jalur hukum maupun melalui mediasi;
- Indeks Kepuasan Masyarakat.
Untuk menilai kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan dari Pemerintah kabupaten Sidoarjo maka diadakan penilaian. Pada tahun 2011, dilakukan pengukuran pada 10 unit pelayanan yaitu Dinas Sosial dan Tenaga kerja, Puskesmas Sukodono, RSUD, Kecamatan Krian, Puskesmas Taman, PDAM “Delta Tirta”, Kecamatan Krembung, Kantor Perpustakaan dan Arsip, SMAN 1 Sidoarjo, SMKN 1 Buduran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan BPPT dengan nilai rata-rata 75,95 dengan kategori baik, selama empat tahun terakhir pengukuran dapat disimpulkan bahwa pelayanan di Kabupaten Sidoarjo dalam kategori baik.
- 20. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
Urusan pemberdayaan masyarakat diarahkan pada peningkatan peran serta dan inovasi masyarakat dalam pembangunan.
- Dana swadaya Masyarakat. Jumlah dana swadaya masyarakat yang terkumpul untuk pembangunan tahun 2011 sebesar Rp 62.082.172.700,00 (enampuluh dua milyar delapanpuluh dua juta seratus tujuhpuluh dua ribu tujuhratus rupiah);
- Pada tahun 2011, target bantuan rehabilitasi/perbaikan rumah yang tidak layak huni sebanyak 300 unit rumah dan terealisasi 100,00%. Jumlah keseluruhan yang sudah mendapatkan bantuan rehabilitasi/perbaikan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2011 sebanyak 6.819 unit rumah dari target 7.019 rumah tidak layak huni hasil pendataan tahun 2005, sehingga masih terdapat 200 unit rumah yang tidak layak huni yang akan dilakukan perbaikan pada tahun tahun berikutnya;
21.URUSAN SOSIAL
Urusan sosial dilaksanakan diarahkan untuk Meningkatnya kesejahteraan sosial masyarakat. Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan upaya ini adalah:
- Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengalami sedikit peningkatan dari PMKS tahun 2010 sebanyak 32.489 (tigapuluh dua ribu empatratus delapanpuluh sembilan) jiwa menjadi sebanyak 37.255 (tigapuluh tujuh ribu duaratus limapuluh lima) jiwa pada tahun 2011. Sedangkan jumlah PMKS yang tertangani sebanyak 9.135 (sembilan ribu seratus tigapuluh lima)jiwa atau 24,52% dari jumlah penyandang;
- Keluarga miskin telah menerima bantuan beras untuk keluarga miskin (RASKIN) tahun 2011 sebanyak 64.612 (enampuluh empat ribu enamratus duabelas) jiwa baik dari APBN maupun APBD Kabupaten. Dengan alokasi dana Rp. 21.064.807.000,00 (duapuluh satu milyar enampuluh empat juta delapanratus tujuh ribu rupiah);
- Tempat Ibadah yang dibantu tahun 2011 sebanyak 287 tempat ibadah yang terdiri dari masjid, mushola dan pura dengan dana yang tersalur sebesar Rp.4.000.000.000,00 (empat milyar rupiah);
- Jumlah Badan Kredit Desa tahun 2011 menjadi 97 BKD, jumlah ini berkurang 3 BKD dari tahun sebelumnya dikarenakan 3 Desa terkena luapan lumpur lapindo. Sedangkan dari sisi kekayaan BKD, mengalami peningkatan 5,14% dari tahun 2010 dengan jumlah sebesar Rp. 21.969.465.000,00 (duapuluh satu milyar sembilanratus enampuluh sembilan juta empatratus enampuluh lima ribu rupiah);
- 22. URUSAN KEBUDAYAAN
Urusan ini dilaksanakan untuk terwujudnya masyarakat yang demokratis dan memperhatikan norma maupun etika. Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan upaya ini adalah Jumlah kelompok seni dan budaya selama tahun 2011 sebanyak 379 kelompok. Diantara kelompok seni dan budaya tersebut terdapat 7 macam kelompok yang melestarikan upacara adat, antara lain Temanten Khas Sidoarjo (Putri Jenggolo), Nyadran, Petik Laut, Kileman Sedekah Bumi, Nikah Maya, Tingkepan Tugel Kuncang, Baiat Besaran Ruwatan.
23.URUSAN KEARSIPAN
Urusan ini dilaksanakan dengan fokus pada Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan sistem yang adil dan merata. Jumlah satuan kerja yang menerapkan sistem kearsipan yang baku pada tahun 2011 sebanyak 22 SKPD. Mulai tahun 2011, penilaian terhadap SKPD yang menerapkan sistem kearsipan yang baku adalah dari pengelolaan arsip yang sudah menggunakan sistem komputerisasi. Sedangkan untuk jumlah arsip in aktif yang dikelola tahun 2011 sebanyak 9.321 arsip.
24.URUSAN PERPUSTAKAAN
Urusan ini dilaksanakan untuk Peningkatan tingkat pendidikan masyarakat. Jumlah pengunjung perpustakaan daerah tahun 2011 sebanyak 54.624 (limapuluh empat ribu enamratus duapuluh empat) pengunjung. Koleksi buku yang dimiliki sebanyak 46.528 (empatpuluh enam ribu limaratus duapuluh delapan) buku dengan 20.107 (duapuluh ribu seratus tujuh) judul buku. Jumlah peminjam di Perpustakaan Daerah sebanyak 19.749 (sembilanbelas ribu tujuhratus empatpuluh sembilan) peminjam. Kabupaten Sidoarjo memiliki 2 (dua) unit perpustakaan keliling yang melayani 18 kecamatan.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,
- 25. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan urusan ini adalah :
- Produksi perikanan Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 sebagai berikut, untuk hasil tangkap ikan laut sebesar 12.814.600 (duabelas juta delapanratus empatbelas ribu enamratus) kg; untuk hasil tangkap parairan umum sebesar 329.500 (tigaratus duapuluh sembilan ribu limaratus) kg; untuk hasil tangkap perairan kolam sebesar 4.368.400 (empat juta tigaratus enampuluh delapan ribu empatratus) kg dan untuk hasil tangkap tambak sebesar 56.373.800 (limapuluh enam juta tigaratus tujuhpuluh tiga ribu delapanratus) kg;
- Dari sisi produktivitas yang diukur adalah udang windu dan bandeng. Produktivitas udang windu tahun 2011 sebesar 243 kg/ha/th. Sedangkan untuk produktivitas bandeng sebesar 1.500 kg/ha/th;
- Sedangkan untuk konsumsi ikan masyarakat mengalami peningkatan dari konsumsi tahun 2010 yang sebesar 25,39 kilogram/kapita/tahun menjadi sebesar 27,09 kilogram/ kapita/tahun pada tahun 2011.
- 26. URUSAN PERTANIAN
Urusan pertanian dilaksanakan untuk peningkatan pertumbuhan sektor industri, perdagangan, jasa, dan pertanian berbasis agrobis.
Indikator untuk pencapaian kinerja urusan ini adalah :
- Produksi sebagian besar komoditas penting Kabupaten Sidoarjo selama tahun 2011 antara lain.
Produksi padi sebesar 1.972.500,38 (satu juta sembilanratus tujuhpuluh dua ribu limaratus koma tigapuluh delapan) kwintal;
Jagung sebesar 15.712,10 (limabelas ribu tujuhratus duabelas koma sepuluh) kwintal;
Kacang hijau sebesar 22.798,68 (duapuluh dua ribu tujuhratus sembilanpuluh delapan koma enampuluh delapan) kwintal;
Kedelai sebesar 12.294,73 (duabelas ribu duaratus sembilanpuluh empat koma tujuhpuluh tiga) kwintal;
Sawi sebesar 54.562,00 (limapuluh empat ribu limaratus enampuluh dua) kwintal;
Bayam sebesar 40.285,00 (empatpuluh ribu duaratus delapanpuluh lima) kwintal;
Dan Kangkung sebesar 35.785,00 (tigapuluh lima ribu tujuhratus delapanpuluh lima) kwintal;
- Dari sisi produktivitas, rata-rata komoditas mengalami peningkatan. Produktivitas padi meningkat menjadi 65,06 kuintal per hektar di tahun 2011. Jagung meningkat menjadi 45,14 kuintal per hektar di tahun 2011. Kacang hijau meningkat menjadi 11,62 kuintal per hektar di tahun 2011. Kedelai meningkat menjadi 14,74 kuintal per hektar di tahun 2011. Sawi menurun menjadi 79,03 kuintal per hektar di tahun 2011. Bayam meningkat menjadi 105,46 kuintal per hektar di tahun 2011. Kangkung meningkat menjadi 77,12 kuintal per hektar di tahun 2011;
- Untuk komoditas perkebunan, produksi tebu tahun 2011 sebesar 5.803.945 (lima juta delapanratus tiga ribu sembilanratus empatpuluh lima) kuintal. Dari sisi produktivitas tebu tahun 2011 sebesar 852,30 kwintal per hektar;
- Dari sisi peternakan, produksi daging tahun 2011 sebesar 13.296,00 (tigabelas ribu duaratus sembilanpuluh enam) ton. Produksi susu meningkat dari 3.207.174 (tigajuta duaratus tujuh ribu seratus tujuhpuluh empat) liter di tahun 2010 menjadi sebesar 3.316.121 (tigajuta tigaratus enambelas ribu seratus duapuluh satu) liter di tahun 2011. Sedangkan produksi telur mengalami peningkatan dari 987,661 ton pada tahun 2010 menjadi sebanyak 996,021 ton pada tahun 2011.
- 27. URUSAN PARIWISATA
Urusan pariwisata dilaksanakan untuk Peningkatan pertumbuhan sektor industri, perdagangan, jasa dan pertanian berbasis agrobis. Selama tahun 2011 jumlah kunjungan wisata sebanyak 517.583 (limaratus tujuhbelas ribu limaratus delapanpuluh tiga) wisatawan. Wisatawan yang berkunjung terutama adalah wisatawan lokal dan berkunjung pada obyek – obyek yang ada yaitu wisata religi sebanyak 3 obyek, wisata sejarah dan budaya sebanyak 23 obyek, wisata bahari sebanyak 3 obyek, wisata kuliner sebanyak 2 obyek, wisata belanja sebanyak 7 obyek dan wisata olah raga sebanyak 5 obyek. Sedangkan untuk jumlah pengelola jasa wisata tahun 2011 sebanyak 52 unit.
28. URUSAN INDUSTRI
Urusan industri dilaksanakan untuk Peningkatan pertumbuhan sektor industri, perdagangan, jasa, dan pertanian berbasis agrobis. Jumlah industri yang ada di Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 sebanyak 16.282 (enambelas ribu duaratus delapanpuluh dua) industri yang tersebar dalam 82 unit sentra industri, dengan jumlah yang memiliki ijin sebanyak 6.357 industri.
Seluruh industri tersebut selama tahun 2011 menghasilkan volume industri sebesar Rp 781.168.500.000,00 (tujuhratus delapanpuluh satu milyar seratus enampuluh delapan juta limaratus ribu rupiah).
Sektor Produksi ini pada tahun 2010 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 172.425 (seratus tujuhpuluh dua ribu empatratus duapuluh lima) tenaga kerja.
- 29. URUSAN PERDAGANGAN
Urusan perdagangan dilaksanakan untuk Peningkatan pertumbuhan sektor industri, perdagangan, jasa, dan pertanian berbasis agrobis.
Jumlah pelaku usaha perdagangan yang ada di Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 sebanyak 30.695 (tigapuluh ribu enamratus sembilanpuluh lima) pedagang.
Usaha perdagangan tersebut tahun 2011 menghasilkan volume perdagangan sebesar Rp 8.244.360.480.000,00 (delapan trilyun duaratus empatpuluh empat milyar tigaratus enampuluh juta empatratus delapanpuluh ribu rupiah).
Sedangkan untuk nilai ekspor daerah tahun 2011 tercapai sebesar US$ 3.805.812.600,00 (tiga milyar delapanratus lima juta delapanratus duabelas ribu enamratus US Dollar).
Sektor perdagangan ini pada tahun 2011 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 254.041 (duaratus limapuluh empat ribu empatpuluh satu) tenaga kerja.
Dari sisi pemanfaatan pasar, jumlah stan pasar yang dimiliki oleh Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 sebanyak 13.609 (tigabelas ribu enamratus sembilan) stan. Dari seluruh stan tersebut yang dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk berjualan sebanyak 8.969 stan. Sedangkan pada sisi lain terdapat pedagang yang berjualan di luar tempat yang telah disediakan atau pedagang lesehan sebanyak 1.233 pedagang dan terdapat sebanyak 4.640 stand yang masih tutup.
- 30. URUSAN TRANSMIGRASI
Indikator untuk pencapaian kinerja urusan ini ditunjukkan oleh banyaknya jumlah transmigran yang diberangkatkan tahun 2011, yaitu sebanyak 24 KK dengan tujuan Unit Pemukiman Transmigrasi Langkaroni Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara. Transmigran ini berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 4 KK dibanding Tahun 2010 sebanyak 20 KK.
- 31. URUSAN KEHUTANAN
Meskipun Kabupaten Sidoarjo tidak mempunyai lahan hutan, tetapi peredaran hasil hutan kayu di Kabupaten Sidoarjo cukup padat, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan yang mengelola hasil hutan kayu sebanyak 60 perusahaan dan galangan kayu/UD/meubel sebanyak 70 tempat. Sedangkan untuk rehabilitasi Hutan Mangrove telah dilaksanakan penanaman seluas 25 Ha yang berlokasi di Kecamatan Jabon dan Kecamatan Sedati.
- 32. URUSAN ESDM
Indikator pencapaian kerja urusan ini ditunjukkan dengan penurunan jumlah penambang tanpa izin tahun 2011 dari sebanyak 5 penambang di tahun 2010 menjadi sebanyak 3 penambang di tahun 2011.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat
Bagian keempat adalah Laporan Pelaksanaan Tugas pembantuan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, selain melaksanakan urusan otonomi daerah juga melaksanakan tugas – tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.
Tugas Pembantuan yang diterima
Nilai realisasi tugas pembantuan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2011 sebesar Rp. 52.524.924.320,- (limapuluh dua milyar limaratus duapuluh empat juta sembilanratus duapuluh empat ribu tigaratus duapuluh rupiah) yang seluruhnya merupakan tugas pembantuan yang berasal dari APBN.
Dari seluruh dana tugas pembantuan tersebut, kegiatannya dilaksanakan untuk program :
- Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah dengan realisasi belanja sebesar Rp 448.374.000,00 (empatratus empatpuluh delapan juta tigaratus tujuhpuluh empat ribu rupiah), yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perinduatrian, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Sidoarjo;
- Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan realisasi belanja sebesar Rp 718.910.200,00 (tujuhratus delapanbelas juta sembilanratus sepuluh ribu duaratus rupiah), yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidoarjo;
- Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian dengan realisasi belanja sebesar Rp 2.336.199.520,00 (dua milyar tigaratus tigapuluh enam juta seratus sembilanpuluh Sembilan ribu limaratus duapuluh rupiah), yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo;
- Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan untuk Mencapai Swasembada Pangan dengan realisasi belanja sebesar Rp 530.407.000,00 (limaratus tigapuluh juta empatratus tujuh ribu rupiah), yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo;
- Program Peluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja dengan realisasi belanja sebesar Rp 472.697.150,00 (empatratus tujuhpuluh dua juta enamratus sembilanpuluh tujuh ribu seratus limapuluh rupiah), yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo;
- Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dengan realisasi belanja sebesar Rp 1.950.000.000,00 (satu milyar sembilanratus limapuluh juta rupiah), yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo;
- Program Peningkatan Daya Saing Produksi Perikanan dengan realisasi belanja sebesar Rp 156.857.500,00 (seratus limapuluh enam juta delapanratus limapuluh tujuh ribu limaratus rupiah), yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo;
- Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa dengan realisasi belanja sebesar Rp 2.838.683.950,00 (dua milyar delapanratus tigapuluh delapan juta enamratus delapanpuluh tiga ribu sembilanratus limapuluh rupiah), yang dilaksanakan BPMPKB Kabupaten Sidoarjo;
- Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Pemukiman dengan realisasi belanja sebesar Rp 23.737.843.000,00 (duapuluh tiga milyar tujuhratus tigapuluh tujuh juta delapanratus empatpuluh tiga ribu rupiah), yang dilaksanakan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo;
- Program Raskin dengan realisasi belanja sebesar Rp19.334.952.000,00 (sembilanbelas milyar tigaratus tigapuluh empat juta sembilanratus limapuluh dua ribu rupiah), yang dilaksanakan Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kabupaten Sidoarjo.
Tugas pembantuan yang diberikan.
Selama tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum memberikan tugas pembantuan secara eksplisit kepada desa/kelurahan. Dana yang diberikan baru berbentuk bantuan stimulan pembangunan desa dan kelurahan. Bantuan ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan kepada desa untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat
Sedangkan bagian kelima adalah tentang Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan.
Tugas umum pemerintahan yang kami laksanakan selama tahun 2011 adalah :
- 1. Kerjasama Antar Daerah
Kerjasama antar daerah yang dilakukan selama tahun 2011 sebanyak 3 kerjasama ditambah 1 kerjasama sister city dengan pemerintah Kota Jinan, Republik Rakyat Cina.
- 2. Kerjasama daerah dengan Pihak Ketiga
Kerjasama dengan pihak ketiga yang telah dilakukan dalam tahun 2011 antara lain, kerjasama dengan lembaga pemerintah sebanyak 7 kerjasama; kerjasama dengan universitas sebanyak 2 kerjasama dan kerjasama dengan lembaga non pemerintah sebanyak 12 kerjasama.
- Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah, selama tahun 2011 koordinasi dengan instansi vertikal di daerah telah berjalan dengan baik. Koordinasi ini bukan saja mengeratkan hubungan antar lembaga namun juga memberikan hasil yang positif yang dirasakan oleh masyarakat. Koordinasi tersebut diantaranya dilakukan dengan:
a) Seluruh jajaran Forpinda di wilayah Sidoarjo dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban ;
b) Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam hal penyelesaian masalah hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan;
c) Kepolisian Negara Resor Sidoarjo dalam hal kerjasama sinergi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat;
d) Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo dalam hal penyusunan dokumen statistik daerah.
- Pembinaan batas wilayah, dalam tahun 2011 tetap dilanjutkan kegiatan yang telah ditetapkan periode sebelumnya yaitu pembinaan batas wilayah sebagai berikut :
a) Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik telah ditandai sebanyak 17 Pilar Acuan Batas Utama (PABU) dan telah diterbitkannya Permendagri no. 56 tahun 2008 tentang batas daerah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Desember 2008.
b) Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Pasuruan telah ditandai sebanyak 21 Pilar Acuan Batas Utama (PABU) dan telah memiliki payung hukum dengan diterbitkannya Kepmendagri Nomor 47 Tahun 2007 tentang Batas Daerah Kabupaten Pasuruan dengan Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 September 2007.
c) Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Mojokerto masih dalam proses pemancangan pilar batas acuan utama dan secara yuridis belum ada penegasan melalui Permendagri tentang batas daerah tersebut.
- Pencegahan dan Penanggulangan Bencana,
Pada tahun 2011, di Kabupaten Sidoarjo menangani beberapa bencana alam yang terjadi sebagai berikut :
- Puting beliung. bencana ini tidak dapat diperkirakan kejadiannya mengingat kejadian ini sangat dipengaruhi faktor alam terutama pada musim pancaroba.
- Banjir. Bencana ini pada umumnya disebabkan karena tingginya curah hujan pada saat tertentu yang dibarengi dengan pasangnya air laut serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemeliharaan saluran, utamanya saluran pada kawasan permukiman.
- Kebakaran. Pada tahun 2011 terjadi kebakaran di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian, Kelurahan Geluran Kecamatan Taman, Desa Prambon Kecamatan Prambon, Desa Damarsi Kecamatan Buduran dan Desa Junwangi Kecamatan Krian, yang menyebabkan 32 rumah rusak, 8 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia.
Solusi yang telah dilakukan untuk menanggulangi bencana antara lain :
- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana,
- Membentuk satuan pelaksana penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi (SATLAK PBP),
- Membentuk Taruna siaga bencana (TAGANA).
- Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Selama tahun 2011, di Kabupaten Sidoarjo tidak terjadi gangguan ketentraman dan ketertiban umum yang mengarah
kepada konflik yang berbasis SARA, separatisme dan anarkisme. Gangguan yang terjadi sangat bersifat lokal dan individual yang secara keseluruhannya masih mampu diselesaikan oleh masyarakat sendiri maupun aparat pemerintah mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten.
Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat
Akhirnya, dengan segala daya upaya dan dukungan kemitrasejajaran Eksekutif – Legislatif yang terbangun selama ini, kami telah berusaha semaksimal dan semampu kami untuk mengemban amanah yang amat mulia ini, dan selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya evaluasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati tahun 2011 ini kepada Dewan Yang terhormat. Kami menganggap penyampaian laporan ini bukan sekedar sebuah formalitas pertanggungjawaban, melainkan adalah sebuah laporan pertanggungjawaban atas kinerja yang transparan, akuntabel oleh Pemerintah Daerah atas sejumlah dana dan program-program pembangunan yang diamanatkan oleh masyarakat yang akan menjadi kajian evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan pemerintahan di masa datang.
Demikian Laporan ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thoriq.
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
|
BUPATI SIDOARJO,
H. SAIFUL ILAH SH, MHum |













