Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Kemarau, Petani Malah Panen Tembakau

0 comments

Punya Prospek Cerah WONOAYU -  Musim kemarau panjang ternyata membawa dampak positif bagi petani tembakau. Di bawah teriknya matahari, hasil panen tanaman tembakau justru lebih optimal.

Setidaknya itu yang dirasakan para petani tembakau di Wonoayu. Dari dua hektare lahan tembakau, para petani bisa panen 18 ton.Menandai panen raya tembakau, Bupati Saiful Ilah bersama Ketua PKK Sidoarjo Animatus Sa’diah secara simbolis memetik daun tembakau. Bupati diikuti Wakil Bupati MG Hadi Sutjipto, Sekretaris Daerah Vino Rudy Muntiawan, dan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Handajani.

SUMRINGAH: Bupati Saiful Ilah dan istri, Ny Animatus Sa’diah, didampingi Camat Taman Imam Mukri saat panen raya tembakau di Wonoayu.

“Alhamdulillah, kita harus bersyukur hasil panen tembakau tahun ini cukup bagus,” ujar Bupati Saiful Ilah. Di Kabupaten Sidoarjo baru tiga kecamatan yang potensial ditanami tembakau. Masing-masing Tanggulangin seluas tiga hektare, Balongbendo dua hektare, dan Wonoayu dua hektare.

Tembakau yang dipanen di Wonoayu adalah jenis Manilon. Jenis ini bisa dipanen setelah berumur tiga bulan setelah masa tanam. Tanaman tembakau ini diharapkan menjadi pilihan baru bagi para petani. Sebab, suplai tembakau di Sidoarjo untuk sementara masih harus dipasok dari luar Sidoarjo. Selain itu, potensi pasar tembakau dinilai masih cukup luas.

Termasuk bisa mendukung keberadaan pabrik-pabrik rokok di Sidoarjo yang berjumlah 86 perusahaan. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Handajani menambahkan, saat ini terus diupayakan untuk memasyarakatkan tembakau.

Termasuk membuat kebun percontohan di Wonoayu. “Karena produksi tembakau masih kurang dan potensi pasarnya masih besar untuk bisa dikembangkan,” kata Handajani. Camat Wonoayu Imam Mukri mengatakan, sebenarnya Wonoayu sempat menjadi tempat primadona tembakau.

Namun, belakangan, karena harga tidak mendukung, akhirnya para petani beralih ke tanaman lain. Namun, seiring harga jual tembakau yang naik, kini para petani kembali melirik bercocok tembakau.

Pengurus Asosiasi Perusahaan Rokok Sidoarjo (Apersid) Martono menegaskan, kualitas tembakau di Sidoarjo tidak kalah dengan daerah lain. Malah sebanding dengan tembakau Turki, harganya jauh lebih murah. “Kalau tembakau kering asal Turki harga pe rkilonya Rp 40 ribu, sedangkan tembakau Sidoarjo Rp 30 ribu per kilo dengan kualitas yang sama,” kata Martono, pengurus Apersid. Mat Ali, petani tembakau Wonoayu, berharap agar  Pemkab Sidoarjo membangun gudang penyimpan.

Termasuk juga gudang oven yang digunakan untuk mengeringkan tembakau saat cuaca mendung. “Agar saat harga murah, stok tembakau bisa disimpan dan dijual lagi saat harga tinggi,” kata Mat Ali. (rud)


Beri Komentar