Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Ketat, Persaingan PPDB SD

0 comments

Tak Ada Batas Wilayah, Siswa Bisa Mendaftar Dobel

SIDOARJO (Jawa Pos) – Tidak adanya pembatasan wilayah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SD memunculkan beberapa persoalan.

SDN 1 PUCANG SIDOARJO

Salah satunya adalah ketatnya persaingan untuk masuk SD. Selain itu, ada calon peserta didik yang mendaftar di lebih dari satu sekolah karena khawatir tidak diterima. Daftar dobel tersebut bisa terjadi karena memang diknas memberikan peluang. Siswa diperbolehkan mendaftar ke beberapa sekolah sekaligus.

Kondisi itu memungkinkan munculnya kursi kosong dan menghalangi calon siswa masuk ke SD tertentu. Sebab, sangat mungkin siswa yang diterima di dua sekolah hanya akan masuk ke satu sekolah. Padahal, jatah di sekolah lain seharusnya bisa dimanfaatkan oleh calon lain. Untuk menghindari masalah itu, beberapa SD di kawasan Pucang berkoordinasi.

Kepala Sekolah SD Pucang II Yunis Kasmianti mengatakan bahwa koordinasi dilakukan untuk menyeleksi siswa-siswa yang mendaftar di lebih dari satu sekolah. ”Bila sekolah yang sudah dipilih tidak dimasuki, kan merugikan yang lain,” terangnya.

Yunis menyatakan, sesuai dengan imbauan diknas, salah satu aspek penilaian adalah usia. Karena itu, dia masih mengutamakan calon siswa berusia 7–12 tahun. ”Sementara pagu kami isi dengan usia tersebut, baru aspek lain,” terangnya. Pada kesempatan itu, dia mengeluhkan bahwa tidak adanya ketentuan batas kecamatan menimbulkan tingginya pendaftar.

Dia menerangkan, meski SD-nya berada di kawasan Kecamatan Sidoarjo, tidak sedikit pendaftar dari kecamatan lain. Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

”Mau bagaimana lagi, memang ketentuannya seperti itu,” ujarnya. Akibatnya, calon siswa berusia kurang dari tujuh tahun yang tinggal di dekat sekolah tersebut tidak bisa diterima karena terhalang calon siswa dari kecamatan lain yang sudah berumur tujuh tahun atau lebih. Hal sama dialami SD Pucang I. Sebagai SD yang sudah memiliki status SSN, wajar jika sekolah itu punya banyak peminat.

Kepala SD Pucang I Hetty Agus Prastuti menyatakan, banyak pendaftar ke sekolahnya yang rumahnya jauh dari lokasi sekolah. ”Ada siswa dari Porong dan Tanggulangin yang daftar kemari,” terangnya.

Menurut Hetty, jauhnya jarak rumah ke sekolah akan memengaruhi belajar siswa. ”Mereka tidak bisa optimal,” ujarnya. Sering siswa yang rumahnya jauh datang terlambat ke sekolah. Hal tersebut akan mengganggu proses belajar siswa. (adh/c11/ruk)


Beri Komentar