Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Makam REI Akhirnya Dibangun di “Kerajaan” Majapahit

0 comments

Sidoarjo, Bhirawa
Masyarakat Sidoarjo harus berterimakasih kepada warga Desa Gampeng Rowo, Kecamatan Tarik, karena kebaikan desa tersebut mau menerima penempatan makam umum yang dibangun patungan para pengembang perumahan bisa direalisasi.

Suasana Desa Asri, teduh dan nyaman di Gampeng Rowo, Kecamatan Tarik Sidoarjo, kemarin.

Suasana Desa Asri, teduh dan nyaman di Gampeng Rowo, Kecamatan Tarik Sidoarjo, kemarin.

Walaupun jauh dari kota Sidoarjo,  desa yang subur dengan tanaman tebu dan padi itu sangat damai, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota.

Lahan 3 hektar yang kini ditanami tebu sudah direlakan 21 pemilik gogol untuk dijadikan makam Delta Praloyo II, Desa Gampeng Rowo.

Menurut Cahyo Suyitno, warga setempat, dulunya merupakan pusat kerajaan Majapahit. Ditandai dengan punden yang diatasnya tumbuh sebuah tanaman tua. Konon di bawah pohon itu tersimpan harta karun berupa emas dan batu permata peninggalan Majapahit.

Walaupun dari kejauhan lokasi punden yang tampak dikelilingi tanaman padi, namun ternyata berdiri di sekitar batu candi.

Batu candi yang erat dengan sebuah bangunan kerajaan itu terkubur rata dengan tanah. Dengan fakta yang ditemukan berupa batu candi, punden dan satu makam di sebelah punden yang menurut anggapan masyarakat merupakan kerabat kerajaan Majaphit.

Tidak tertulis nama di makam tersebut kecuali hanya batu nisan. Desa ini memiliki khas, ada makam satu yang berdiri sendiri, adapula dua makam yang berdiri di depan rumah penduduk. Makam siapa itu ? masyarakat hanya menjawab bahwa itu makam leluhur mereka.

Kalau bukan karena kebaikan warga Gampeng Rowo, REI (Real Estate Indonesia) cabang Sidoarjo mengalami kesulitan membeli lahan kosong untuk makam. Bersyukur sekali, REI mendapatkan lahan yang berada di desa yang sangat asri,damai dan diterima dengan keiklasan.

“Saya sudah mumet keliling mencari lahan untuk makam, tetapi selalu timbul kendala. Tetapi di Desa Gampeng Rowo ini akhirnya masyarakat bersedia menerima perubahan lahan sawah menjadi makam,” tandasnya.

Cahyo Sujitno, warga setempat mengatakan, warga menerima penempatan makam di desanya karena komitmen REI akan membangun makam yang di desain seperti taman. Dengan lampu penerang yang cukup, tempat ibadah dan kenyamanan.
Untuk mendapatkan makam di desa yang berbatasan Kecamatan Balongbendo dengan Tarik, sebenarnya tidak semulus itu, semula warga juga menolak karena tidak mau desanya hanya dijadikan tempat mayat dari seluruh Sidoarjo.

Namun berkat seorang tokoh yang disegani di desa itu bernama Gus To, akhirnya warga mau menerima. Apalagi Gus To sebelumnya pernah mendapat bisikan kalau lokasi tanah tersebut memang untuk makam.

Terobosan baru REI Sidoarjo yang menyiapkan sendiri fasilitas makam umum yang disediakan untuk para penghuni, dananya tentu diambilkan 2% dari nilai pembebasan lahan. Tinggal dikalikan saja berapa 2% dari  lahan perumahan. Semakin besar luasan perumahan itu akan semakin besar fee yang akan dikeluarkan untuk makam.

Pemkab Sidoarjo sejak 1999 sudah menerapkan pungutan 2%, yang saat itu dananya dikelola sendiri oleh Pemkab. dananya sangat melimpah dan ditampung di kas DPPKA mulai kepala DPKKA Sidoarjo dijabat Nunik Ariyani.

Sebagian dari uang itu pernah digunakan untuk membeayai pengurukan lahan makam umum Delta Praloyo I di Jl Lingkar Timur Sidoarjo tahun 2003-2004. makam yang diambilkan dari dana urunan pengembang kemudian dihibahkan ke Pemkab Sidoarjo.
Kini makam itu tertata apik, dengan nisan yang diseragamkan, tidak terkesan angker, bahkan jalann sampingnya dijadikan jalan desa untuk hilir mudik warga desa Gebang menuju kecamatan Candi.

Sejak 2012, Pemkab tidak mau lagi menampung dana dan menyerahkan “kekuasaan” kepada REI Sidoarjo melalui rekening di Bank BTN. Dua persen dana makam itu sudah mulai digunakan membeli 3 hektar di Gampeng Rowo dengan nominal Rp150 ribu/meter.

Sekitar Rp4,5 miliar dikucurkan untuk pengadaan tanah tersebut. Lahan itu masih menunggu sampai tahun 2015 untuk dibangun, sementara masih ditanami tebu. [hds]


Beri Komentar