Newsfeed

Permenkes No 40 Tahun 2018 Turun, Skema Pendanaan KPBU RSUD Sidoarjo Barat Semakin Kuat
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Keinginan Pemkab Sidoarjo untuk membangun rumah sakit Sidoarjo barat dengan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha yang selanjutnya disingkat KPBU, kini memiliki landasan hukum yang jelas. Hal ini setelah turunnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 tahun 2018, Tentang Pedoman Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan badan usaha, dalam penyediaan infrastruktur kesehatan yang diteken Menteri Kesehatan RI pada 28 Agustus 2018 kemarin. Permenkes No 40/2018 insert H.Usman KPBU sendiri pada Permenkes 40 tahun 2018 itu, dijelaskan adalah kerjasama antara pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur, untuk kepentingan umum dengan mengacu kepada spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya oleh penanggung jawab proyek kerjasama. “Permenkesnya sudah turun, jadi tidak ada lagi alasan penolakan KPBU ini,” ujar H.Usman anggota Banggar DPRD Sidoarjo dari FPKB, Senin (17/9/2018). Pada ayat 1 pasal 3 Permenkes no 40 tahun 2018 itu disebutkan Infrastruktur kesehatan yang dapat dikerjasamakan dalam skema KPBU dalam Penyediaan Infrastruktur Kesehatan meliputi rumah sakit, Puskesmas atau klinik, laboratorium kesehatan dan politeknik kesehatan. Selain infrastruktur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), fasilitas kesehatan lainnya dapat dikerjasamakan dalam skema KPBU setelah ditetapkan oleh Menteri. Dalam hal Penyediaan Infrastruktur Kesehatan berupa penyediaan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka harus disertai dengan penyediaan bangunan, prasarana, dan peralatan medis. “Kelebihan KPBU ini, bagitu Peresmian RSUD nanti, langsung bisa operasional penuh 100 persen. Beda dengan APBD yang bila kita lihat di Rumah Sakit BDH Surabaya,Rumah Sakit Kediri dan Rumah Sakit Kertosono, untuk pemenuhan SDM nya masih mencari cari,” ujar Usman. Politisi PKB ini juga menyatakan, diprediksi dari pendapatannya nanti, akan bisa membiayai ke pihak pembangun n operatornya. Sehingga APBD tidak perlu untuk membayar biaya, baik pembangunannya maupun oprasional selamanya,” jelas Usman lagi. Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo H.M.Zaini berharap pasca turunnya SK Kemenkes No 40 tahun 2018 ini, tidak ada lagi perdebatan di dalam gedung dewan. Karena dasar hukum yang dibuat landasan KPBU sudah turun dan bisa dijadikan acuan. “Saya harap tidak ada lagi pertentangan soal pembangunan RSUD Sidoarjo barat dengan sistem KPBU. Karena dasar hukumnya sudah ada,” ujar Sekda. Dari data yang ada, tujuan KPBU di bidang kesehatan adalah tersedianya infrastruktur dan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Sehingga dapat mengurangi kesenjangan akan sarana prasarana, dan memenuhi layanan kesehatan yang berkualitas, dengan melibatkan peran serta swasta. Manfaat KPBU bidang kesehatan adalah percepatan penyediaan pelayanan kesehatan, memperluas akses meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata,melindungi kesehatan masyarakat, serta mendorong terciptanya inovasi atau terobosan ilmu pengetahuan danteknologi. (Abidin)

Sebanyak 13 Pejabat BPSDM-PUPR Kunjungi Kabupaten Sidoarjo
Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH saat menerima kunjungan peserta Diklatpim BPSDM-PUPR di pendopo Delta Wibawa. SIDOARJO (beritasidoarjo.com) sebanyak 13 orang peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Angkatan 26 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM-PUPR) lakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/9/2018). Mereka akan berkunjung ke Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin dan Desa Kendalpecabean Kecamatan Candi selama dua hari untuk melihat langsung kondisi sosial, ekonomi dan budaya di kedua desa tersebut. Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH yang menerima Gugum Gumelar, SH beserta rombongan peserta Diklatpim di pendopo Delta Wibawa mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku bersyukur karena Kabupaten Sidoarjo dipilih sebagai tempat kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional dan mempersilahkan untuk melihat langsung keadaan yang sesungguhnya tentang Kabupaten Sidoarjo. "Saya berharap peserta Diklat dapat melihat secara obyektif permasalahan yang ada di desa," katanya. Pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu berharap agar para peserta Diklat dapat memotret keadaan dilapangan dengan sebaik-baiknya yang menggambarkan keadaan dilapangan sebenarnya. "Kita ini kadang-kadang bukan sebagai juru potret tapi sebagai pelukis. Kalau kita melukis kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan," ucapnya. Cak Nur juga berharap bahwa permasalahan yang ada didesa dapat dipetakan sehingga solusi yang terbaik dapat tersaji karena dengan begitu setiap program yang ada dapat menyentuh langsung pada titik permasalahannya. "Kami berharap dengan kehadiran bapak-ibu di visitasi ini, nantinya bisa mengetahui keadaan dilapangan yang sebenarnya. Masyarakat desa itu seperti ini, kebutuhannya bagaimana, apa yang dihadapi dan nantinya bisa merumuskan bagaimana penyelesaian terbaik yang ada di desa," harapnya. Sementara itu Gugum Gumelar, Widyaswara Utama dari Lembaga Administrasi Negara menjelaskan bahwa kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional dilakukan di dua propinsi, yakni Propinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Dijelaskan oleh Gugum Gumelar bahwa jumlah pesertanya sebanyak 60 orang yang disebar di 4 Kabupaten didua propinsi, yaitu di Jateng di Kabupaten Wonosobo dan Purworejo. "Sedangkan di Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan," jelasnya. Diharapkan kedatangan peserta visitasi kali ini mampu memahami kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang ada di desa. Serta potensi-potensi desa diharapkan dapat diketahui oleh peserta Diklat, dimana mereka diharapkan juga dapat menciptakan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan desa sehingga ada kemandirian dan kemajuan di desa tersebut. "Mudah-mudahan nanti teman-teman ini selama tinggal di desa, mampu mengidentifikasi potensi-potensi di desa," harapnya. (imams/kominfo)

Jaga Kesehatan Wakil Rakyat, Sekwan Gelar General Chek Up
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pentingnya kesehatan anggota DPRD Sidoarjo dalam menjalani tugas sehari-hari, Sekretariat Dewan menggelar General Cek Up yang bekerja sama dengan lab Parahita Sidoarjo. M.Kayan anggota komisi D sedang menjalani General Chek Up Agus Sulianto S.Sos.MM Kasubag TU dan Kepegawaian Sekwan DPRD Sidoarjo menyatakan, general Chek Up ini untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan anggota dewan. “Apalagi menjelang Pilleg 2019, anggota dewan tentunya ingin mengetahui kondisi kesehatannya,” jelas Agus. Kegiatan yang dilakukan tiap tahun ini, merupakan hak anggota dewan baik itu pimpinan dewan maupun anggota yang disediakan oleh sekretariat dewan. “Kita bantu untuk General Cek up kesehatan menyeluruh. Namun untuk lain lain semisal opname, sudah masuk program BPJS,” ungkap Agus lagi. Dari hasil general chek up yang dilakukan ini, jika ada gangguan kesehatan yang dialami anggota dewan, maka bisa segera ditindak lanjuti. “Harapannya agar anggota dewan tetap.bugar dan sehat dalam menjalani tugasnya,” ujar Agus. General Chek Up meliputi cek darah lengkap, uribe, USG, Rekam jantung, fisik dokter, dan rontgen dada.(Abidin)

Terjebak Kebakaran, Pasutri Meninggal Dunia
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sepasang Suami Istri atas nama Sujarno (59) dan Suwarni (59) meninggal dunia akibat kebakaran rumah di Rt 08 Rw 03 Berbek Kecamatan Waru. Kebakaran yang terjadi pada Senin (17/9/2018) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB ini, menurut Sri Wulyono Kasie Ops PMK Sidoarjo, baru bisa dipadamkan pada pukul 03.30. “Kita mengerahkan 2 unit PMK Waru, 1 tim rescue BPBD Sidoarjo dan 1 unit PMK Surabaya untuk menjinakkan api. Juga kita turunkan satu unit ambulance dari Puskesmas Waru,” jelas Sri Wulyono. Untuk penyebab kebakaran, hingga saat ini masih dalam penyelidikan petugas. (Abidin)

Waduh pdam delta tirta sidoarjo gak beres masak sampai sekrang gak nyala nyala katanya pelayanan bagus dari pagi ketemu pagi gak ada konfirmasi ke pelanggan betul betul deh

Bolehkan Gedung Satu Atap, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Moratorium Menkeu Hanya Berlaku Di Pusat
SIDOARJO – Program pembangunan gedung satu atap 17 lantai dan pembangunan rumah sakit Sidoarjo barat, nampaknya menjadi Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2019 KUA PPAS 2019 paling krusial. Banyak hal yang diperdebatkan dalam mengupas dua program diatas, salah satunya tentang adanya moratorium pembangunan gedung pemerintah. Maket gedung satu atap insert:Dr Rusdiyanto Sesung Bagaimana sebenarnya penjabaran dari SK Kemenkeu soal moratorium ini?,
Simpang siur pemaknaan surat menteri keuangan momor S/841/MK/.02/2014 tentang penundaan atau moratorium pembangunan gedung kementrian atau lembaga, dijabarkan Dr Rusdianto Sesung, SH, MH Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Narotama Surabaya , sebagai surat yang ditujukan untuk pembangunan gedung pemerintahan pusat. Menurut Rusdiyanto, surat menteri keuangan itu, merupakan wujud keberpihakan pemerintahan yang sifatnya bukan memaksa. “Karena sifatnya bukan memaksa, maka tidak bisa dijadikan keharusan menolak rencana pembangunan gedung satu atap di Sidoarjo,” ujar Rusdiyanto, Minggu (16/9/2018). Selain surat itu bersifat tidak memaksa, sesuai dengan UU administrasi pemerintahan, kebijakan moratorium itu juga bisa diabaikan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh kementrian lain atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah propinsi. “Jika Menteri PUPR atau Gubernur Jawa Timur mengeluarkan surat yang membolehkan gedung satu atap itu dibangun, maka bupati sebagai bawahan gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat, bisa melaksanakannya,” terang Rusdiyanto lagi. Sementara itu terlepas pembahasan KUAPPAS 2019 berlangsung alot atau tidak, sesuai dengan penjadwalan dan tahapan anggaran, eksekutif tetap akan mengajukan RAPBD 2019 ke DPRD dalam waktu dekat. Hal ini menurut Wakil Bupati Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin, agar pembahasan tentang anggaran harus sesuai dan tepat waktu, sehingga program pembangunan tidak akan tersendat dan masyarakat bisa menikmati secara cepat. “Apapun kondisi pembahasan anggaran, kepentingan masyarakat harus di prioritaskan. Jangan sampai pembangunan tersendat dan merugikan masyarakat,” jelas Nur Ahmad Syaifuddin. Untuk menegaskan kesiapan pengajuan itu, Wabup menyatakan sudah menandatangani RAPBD 2019 untuk bisa diajukan ke DPRD Sidoarjo. (Abidin)

Tongkat Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Berganti
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P, digantikan Letkol Kav Arief Cahyo Widodo S.I.P yang sebelumnya menjabat Danyon Kavaleri-10/Mendagiri Kodam XIV/Hasanuddin. Sedangkan Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P menduduki jabatan baru sebagai Waasops Kasdam V/Brawijaya Dua pejabat TNI tersebut resmi menjabat ditempat yang baru, setelah Sertijab yang dipimpin Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Kav M. Zulkifli, S.I.P, M.M di Aula Makorem 084/BJ dilaksanakan. Sabtu malam (15/4/2018), Letkol Inf Fadli Mulyono berpamitan kepada anggotanya di pendopo Delta Wibawa. Pada kesempatan yang sama, juga digunakan Letkol Kav Arief Cahyo Widodo untuk memperkenalkan dirinya. Kehadiran dua pejabat TNI AD yang datang bersama istrinya tersebut disambut Forkopimda Sidoarjo diantaranya Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan serta Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji. Letkol Inf Fadli Mulyono mengucapkan terimakasihnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo atas kerjasamanya selama ini. Selama 1 tahun 7 bulan menjabat Dandim Sidoarjo, Letkol Fadli Mulyono merasakan keguyuban dan kekompakan Forkopimda Sidoarjo. Selain itu ia juga rasakan guyub dan kompaknya seluruh lapisan masyarakat Sidoarjo dalam membangun Kabupaten Sidoarjo bersama-sama.
“Ini pengalaman yang luar biasa yang saya dapatkan, dan tidak akan kami lupakan sampai kapanpun juga,”ucapnya. Pengalaman lainnya yang dirasakan Letkol Inf Fadli Mulyono adalah saat melakukan pendampingan program ketahanan pangan di Sidoarjo. “Alhamdulillah sampai dua tahun ini, meskipun badai menerpa tetapi Sidoarjo tetap eksis, alhamdulillah,”ucap syukurnya. Sementara itu Letkol Kav Arief Cahyo Widodo mengaku tidak menyangka masuk di Kodim Sidoarjo. Baginya itu merupakan sebuah amanah dan anugerah dari Allah SWT. Ia katakan berkat dukungan anggotanya semasa bertugas di Batalyon Kavaleri-10/Mendagiri Kodam XIV/Hasanuddin serta anggota keluarganya, ia dipercaya memimpin Kodim 0816 Sidoarjo. Lulusan Akmil tahun 2000 yang hobi menembak tersebut, memiliki prinsip yang selalu ingin belajar. Ia tidak segan-segan bertanya dalam proses belajar. “Prinsip saya, saya ingin belajar, saya tidak merasa bisa, nanti mohon maaf mungkin nanti saya banyak bertanya,”ucapnya.(Red) Dala

Kalau ingin mengetahui informasi pemadaman listrik atau gangguan listrik (wilayah sidoarjo) selain telpon 123 bagaimana caranya ya? adakah laman web atau aplikasi yg bisa diakses?? Terima kasih sebelumnya..

Kalau ada PKL taman pinang tolong jalan di bundaran jangan diputar kesini donk pak polresta sidoarjo.... Biang macet total

Pindah Tugas, Letkol Inf Fadli Mulyono Tidak Akan Lupakan Keguyuban Masyarakat Sidoarjo
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Jajaran Forum Koordinator Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo menghadiri acara kenal pamit Komandan Komando Militer (Dandim) 0816 Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa, Sabtu (15/9/2018). Cak Nur memberikan cinderamata kepada Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P yang kini menduduki jabatan baru di Kodam V/Brawijaya. Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P kini menduduki jabatan baru sebagai Waasops Kasdam V/Brawijaya dan digantikan oleh Letkol Kav Arief Cahyo Widodo, S.IP yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon Kavaleri-10/Mendagiri Kodam XIV/Hasanuddin. Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH menyampaikan permohonan maaf Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum berhalangan hadir dalam acara tersebut karena masih melaksanakan tugas kedinasan di Jakarta. "Saya mewakili Pak Bupati, hari ini Pak Bupati di Jakarta," sampainya. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab dipanggil Cak Nur itu mengucapkan selamat bertugas ditempat baru kepada Letkol Inf Fadli Mulyono yang telah menjabat sebagai Dandim 0816 Sidoarjo selama 1 tahun 7 bulan tersebut. Menurut Cak Nur ada kesan tersendiri yang terngiang ditelinganya terhadap sosok Fadli Mulyono, dimana saat itu ia mewakili Bupati Sidoarjo didapuk melaporkan kegiatan penutupan TMMD tanpa ada breafing terlebih dahulu. "Pak Ndan. Kalau sudah waktunya laporan, saya di sikut. Jadi nunggu di sikut baru saya bicara, jadi itu yang saya ingat-ingat sampai sekarang," ucapnya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Fadli Mulyono atas kerjasamanya selama ini dan berharap hubungan silaturahmi akan tetap terjaga meskipun dipindah tugaskan ketempat yang baru. Cak Nur juga mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sidoarjo Kepada Dandim 0816 Sidoarjo yang baru, ia bersama Forkopimda Sidoarjo menyambut dengan tangan terbuka kedatangan Letkol Kav Arief Cahyo Widodo. "Marilah kita berkerjasama dengan baik, bersinergi sehingga program-program pembangunan, program-program untuk menjaga kondusifitas di Sidoarjo semuanya bisa berjalan dengan baik," ajaknya. Letkol Inf Fadli Mulyono mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo atas kerjasamanya selama ini, ia merasakan keguyuban dan kekompakan Forkopimda Sidoarjo selama mengabdi di Sidoarjo. Selain itu, ia juga merasakan guyub dan kompaknya seluruh lapisan masyarakat Sidoarjo dalam membangun Kabupaten Sidoarjo bersama-sama. "Ini pengalaman yang luar biasa yang kami dapatkan dan tidak akan kami lupakan sampai kapanpun juga," ujarnya. Pengalaman lainnya yang dirasakan Fadli Mulyono adalah saat melakukan pendampingan program ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun luas tanah di Kabupaten Sidoarjo terbatas, namun semua pihak dengan sekuat tenaga dapat menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo. "Alhamdulillah sampai dua tahun ini, meskipun badai menerpa tetapi Sidoarjo tetap eksis,” terangnya. Sementara itu Letkol Kav Arief Cahyo Widodo mengaku tidak menyangka masuk di Kodim Sidoarjo dan baginya itu merupakan sebuah amanah serta anugerah dari Allah SWT. Dijelaskan oleh Arief Cahyo Widodo semua berkat dukungan anggotanya semasa bertugas di Batalyon Kavaleri-10/Mendagiri Kodam XIV/Hasanuddin dan anggota keluarganya, ia dipercaya memimpin Kodim 0816 Sidoarjo. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 yang hobi menembak tersebut memiliki prinsip yang selalu ingin belajar dan tidak segan-segan bertanya dalam proses belajar. "Prinsip saya, saya ingin belajar, saya tidak merasa bisa. Nanti mohon maaf, mungkin nanti saya banyak bertanya," jelasnya. (imams/kominfo)