Rss Web

Peringati Bulan Bung Karno, Bendera Merah Putih 1218 Meter Dibentangkan
PORONG (kabarsidoarjo.com)- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama Taruna Merah Putih (TMP), membentangkan bendera raksasa diatas tanggul lumpur Sidoarjo, Sabtu (22/6/2018). Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menjelaskan, pengibaran bendera yang dilakukan PDIP dan TMP ini,sebagai peringatan bulan Bung Karno. Pasalnya tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan rancangan ideologi pancasila di hadapan PPKI, 5 Juni lahirnya Bung Karno, tanggal 21 Juni wafatnya Bung Karno yang bertepatan dengan hari lahir presiden Jokowi. "Kita peringati bulan Juni ini sebagai bulan Bung Karno karena banyak sejarah Bung Karno dan negeri ini terjadi pada bulan ini,"ungkap Kusnadi. Ditambahkan Kusnadi, dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 1218 meter ini diharapkan ada rekor yang terpecahkan. "Sekaligus kembali memperingatkan kepada semuanya tentang perjuangan Bung Karno dan pahlawan kita dalam berjuang tanpa pamrih, hingga sekarang kita semua bisa menikmati hasil perjuangannya,"jelasnya.(Abidin)

Dorong Peran UMKM, PP No 23/2018 Resmi Diluncurkan
JUANDA (kabarsidoarjo.com)- Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2018 terkait kewajiban pembayaran pajak bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2018 ini, merupakan pengganti PP nomor 46 tahun 2013 tentang pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak (WP) yang memiliki peredaran bruto. Peraturan baru yang diluncurkan di JX International Surabaya itu secara efektif diberlakukan mulai 1 Juli 2018 mendatang. "Ada dua hal pokok dalam perubahan aturan itu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Robert Pakpahan saat di Kantor DJP Jatim II di jalan Juanda Sidoarjo. Pertama, penurunan tarif PPh Final dari 1 persen menjadi 0,5 persen dari omzet yang wajib dibayarkan setiap bulan. Kedua adalah aturan tentang jangka waktu pengenaan tarif PPh Final 0,5 persen tersebut. Yakni, untuk WP orang pribadi selama tujuh tahun, WP badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama empat tahun, dan WP berbentuk perseroan terbatas selama tiga tahun. "Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih berperan aktif dalam kegiatan ekonomi dengan memberikan kemudahan dan keringanan pajak," lanjut Robert. Kendati demikian, disebutnya bahwa tidak semua pelaku UMKM wajib membayar pajak atau masuk kategori WP. Sebab, dalam ketentuan ini yang masuk kategori wajib membayar pajak adalah mereka yang memiliki peredaran bruto atau omzetnya mencapai Rp 4,8 miliar dalam satu tahun. "Secara nasional, sepanjang tahun 2017 kemarin ada sekitar 1,5 juta UMKM yang setoran pajaknya mencapai Rp 5,8 triliun. Dari jumlah itu, UMKM di Jatim yang sudah masuk WP ada sekitar 300.000 UMKM," urainya. Tentu, masih ada jutaan pelaku UMKM yang perlu digarap untuk meningkatkan capaian penerimaan pajak dari sektor ini. Di Jatim saja, total UMKM ada sekitar 6,8 juta tapi baru 300.000 yang masuk WP. "Dalam jangka pendek, 6 bulan sampai 1 tahun ke depan angka penerimaan pajak dari sektor ini akan menurun. Karena nilai pajaknya juga diturunkan jadi 0,5 persen. Tapi jangka panjang, tentu bakal naik seiring bertambahnya kepatuhan jumlah pelaku UMKM," harapnya. Melalui berbagai edukasi, sosialisasi, pengawasan, dan berbagai kegiatan rutin masing-masing KPP maupun DJP, target jangka panjang itu diyakini bakal terpenuhi. "Untuk wilayah DJP Jatim II, sejak beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pendekatan kepada para pelaku UMKM di wilayah kami melalui program Sahabat Pajak. Selain edukasi dan penyuluhan untuk mendorong pertumbuhan mereka, kami juga terus memberi masukan terkait masalah perpajakan," kata Kepala DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor. (Red)

Logistik Pilgub 2018 Mulai Dikirim Ke Kecamatan
SIDOARJO (Kabarsidoarjo.com)- Pendistribusian logistik Pilgub 2018 hari ini Jum’at (22/6/2018) mulai dilakukan oleh KPUD Sidoarjo. Perlengkapan logistik yang telah disetting setiap TPS sebagian sudah siap untuk dikirim ke masing-masing kecamatan. Ketua KPUD Sidoarjo Zainal Abidin menjelaskan, beberapa pekerja borongan masih melakukan setting logistik, yang dimasukkan ke dalam kotak untuk selanjutnya akan segera dikirim ke kecamatan-kecamatan. "Pengiriman logistik ke kecamatan-kecamatan dijadwalkan tanggal 22-25 Juni ini,"ucap Zainal Abidin di kantor KPUD Sidoarjo. Untuk hari ini, pengiriman logistik akan dilakukan ke kecamatan Tulangan, Candi, Wonoayu, Krian dan Kecamatan Jabon. "Setiap harinya akan kita lakukan pendistribusian logistik ke lima kecamatan, jadi saat akhir batas pengiriman tanggal 25 Juni nanti semua logistik sudah terkirim semua ke masing-masing kecamatan,"paparnya. Pihaknya yakin pergeseran logistik ke kecamatan-kecamatan akan berjalan dengan lancar, karena dari awal sudah dijadwalkan.
Koordinasi dengan pihak terkait termasuk pihak Polresta Sidoarjo yang akan melakukan pengamanan dan pengawalan logistik juga sudah dilakukan. Untuk pelaksanaan Pilgub ini sebanyak 1.395.200 surat suara akan didistribusikan ke 2.887 TPS yang tersebar di 18 kecamatan di kabupaten Sidoarjo.(Abidin)

Lontong Cap Gomeh Di Halal Bi Halal Bupati Bersama ASN
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Keluarga besar DPRD Sidoarjo menggelar Halal bihalal di ruang lobi gedung utama, Jum’at (22/6/2018). Hadir pada acara Halal bi Halal ini, Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah SH,M.Hum dan Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifudin SH. Juga Kajari Sidoarjo Budi Handaka dan Kepala PN Sidoarjo terlihat hadir pada halal bi halal ini. Dalam sambutannya, ketua DPRD Sidoarjo H.Sullamul Hadi Nurmawan tak lupa mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1439 H kepada seluruh anggota dewan dan staff dewan yang hadir. “Semoga di hari yang fitri ini, kita kembali kepada kesucian, dan saling memaafkan,” ujar ketua dewan. Sementara itu setelah kemarin dengan seluruh PNS di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo, hari ini, Jumat, Bupati Sidoarjo juga memggelar halal bi halal bersama pegawai dilingkungan pendidikan dan kesehatan Sidoarjo. Usai bersalam-salaman dengan bupati dan wakil bupati Sidoarjo, mereka disuguhi menu masakan khas lebaran. Bagian Protokol dan Rumah Tangga Setda Sidoarjo menyediakan 2.300 porsi lontong cap gomeh yang bisa dinikmati. Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Bagian Protokol dan Rumah Tangga Setda Sidoarjo Indah Rosiana S.Sos mengatakan halal bihalal pertama kemarin disediakan 1.500 porsi lontong cap gomeh. Sedangkan hari ini disedikan 800 porsi. Porsi kali ini lebih sedikit karena hanya dua lingkup kerja yang hadir. Berbeda dengan dihari pertama halal bihalal yang digelar, Seluruh pegawai di OPD Sidoarjo datang ke pendopo.(Abidin)

Hari Pertama Aktif Kerja, Bupati Dan Wabup Gelar Halal Bi Halal Di Pendopo
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M.HUM bersama Hj. Anik Saiful ilah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH bersama Hj. Turida Nur Ahmad Syaifuddin, Kamis siang (21/6/2018) menggelar halal bi halal di Pendopo Delta Wibawa, setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, dan Sekretaris Daerah beserta kepala OPD Kabupaten Sidoarjo, juga mengikuti Halal Bihalal Gubernur Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur. Halal bi halal di pendopo Delta Wibawa pagi ini, diikuti oleh para pejabat di Lingkungan Pemkab Sidoarjo, seluruh PNS, KPU Sidoarjo, PDAM Delta Tirta, Bank Jatim Cabang Sidoarjo, dan BPR Delta Artha. Agenda halal bihalal ini merupakan agenda tahunan di hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Dimana sebelum pelaksanaan halal bihalal, semua ASN di hari pertama masuk di sidak oleh BKD dan Inspektorat. Bupati Saiful Ilah, sangat senang dengan pelaksanaan kegiatan Halal bihalal ini, paling tidak semua PNS dan para pejabat bisa saling bersilaturahmi, saling memaafkan. "Kita sama-sama saling memaafkan,dan kembali fitri di bulan syawal ini,”ujar bupati. (Red)

Mantan Ketua Umum PC PMII Sidoarjo Sesalkan Tindakan Jampi PMII Jatim
SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Muhammad Mahmuda mantan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo periode 2015-2017 mulai angkat bicara terkait sekelompok orang yang mengaku sebagai Jaringan Alumni Muda (Jampi PMII) Jawa Timur (Jatim) yang melaporkan KH. Asep Saifuddin Chalim ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda) Jatim beberapa waktu yang lalu. Muhammad Mahmuda Pria yang akrab dipanggil Mahmuda itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Jampi PMII Jatim dengan melaporkan KH. Asep Saifuddin Chalim ke Polda Jatim atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dianggap tidak tepat. "Sangat tidak mencerminkan kader PMII," kata Mahmuda, Sabtu (16/6/2018). Dikatakan oleh Mahmuda bahwa sebagai kader dan alumni PMII, seharusnya mempunyai rasa ta’dim terhadap seorang guru apalagi KH. Asep Saifuddin Chalim juga menjabat sebagai Majelis Pembina Daerah Pengurus Koordinator Cabang (Mabinda PKC) PMII Jatim. "Terlebih lagi beliau adalah seorang pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah, Pacet-Mojokerto yang juga sebagai Mabimda PKC PMII Jawa Timur," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa yang disampaikan oleh KH. Asep Saifuddin Chalim tentang memilih Khofifah-Emil adalah fardu ain itu sah dan benar karena pernyataan itu disampaikan didepan para pendukungnya. "Sudah jelas disampaikan didepan para pendukung Khofifah pada waktu deklarasi pemenangan Khofifah-Emil," ungkapnya. Ditegaskan oleh Mahmuda bahwa selaku pendukung Khofifah, tentu saja hukumnya wajib memilih pasangan Khofifah-Emil pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim tanggal 27 Juni 2018 nanti, begitu juga sebaliknya terhadap pasangan calon lainnya. "Selaku pendukung Khofifah, tentu saja hukumnya wajib memilih pasangan Khofifah-Emil. Karena itu adalah komitmen bersama atas dasar musyawarah kyai sepuh yang diselenggarakan dipondok pesantren Amanatul Ummah," tegasnya. Maka dari itu ia sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Jampi Jatim karena dianggap tidak menelaah secara detail bahwa ini adalah politik yang tidak bisa diartikan pada satu kesimpulan saja. "Kita harus memiliki pandangan yang luas, bukan malah mnyempitkan pandangannya dan malah memperkeruh keadaan. Apalagi ini membawa bendera besar kita, bendera PMII. Seharusnya meraka malu atas sikap dan tindakannya yang tidak jelas dan tidak mmpunyai rasa hormat terhadap guru," terangnya. Selain itu, ia juga menuding bahwa Jampi PMII Jatim adalah sebuah organisasi yang tidak sah karena hanya ada satu wadah bagi alumni PMII yang legal dan terstruktur, yaitu IKA PMII. "Perlu diketahui bahwa wadah alumni PMII hanya ada IKA PMII. Tidak ada yang lain dan hanya IKA PMII yang sah dan terstruktur," pungkasnya. (pram/imams)


Bupati Sidoarjo Berangkatkan 35 Bus Mudik Gratis
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH, M.Hum berbincang-bincang dengan para pemudik diatas bus yang disediakan Pemkab Sidoarjo. SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH, M.Hum memberangkatkan sebanyak 35 bus bagi para pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya dari Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13/6/2018). Total ada 1.925 orang dengan berbagai tujuan yang ikut mudik gratis bareng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, diantaranya Banyuwangi, Jember, Bojonegoro, Ponorogo, Magetan, Trenggalek dan Blitar. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan bahwa jumlah pemudik yang ikut dalam program mudik gratis bersama Pemkab Sidoarjo tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. "Mudik Gratis Lebaran tahun ini, Pemkab (Sidoarjo,red) memberangkatkan 35 bus dengan jumlah pemudik 1.925 orang," katanya. Sedangkan untuk tahun lalu, Pemkab Sidoarjo hanya memberangkatkan 25 bus dengan jumlah pemudik sebanyaik 1.375 orang. "Antusiasme masyarakat mudik gratis tahun ini cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya," ucapnya. Dijelaskan oleh Bahrul Amig bahwa tahun ini Pemkab Sidoarjo juga menambah lima unit truk dengan tujuan Madiun, Magetan, Tulungagung dan Trenggalek guna mengangkut sepeda motor pemudik. "Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan jalan dan mengurangi resiko kecelakaan," jelasnya. Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang memberangkatkan mudik gratis bersama Pemkab Sidoarjo itu menuturkan bahwa masing-masing kota dan kabupaten yang menjadi tujuan juga disediakan bus dengan jumlah bervariasi. "Banyuwangi tersedia 3 bus, Jember 5 bus, Bojonegoro 2 bus, Ponorogo 9 bus, Magetan 9 bus, Trenggalek 6 bus, Blitar 6 bus," tuturnya. Titik Tri Suparmi, salah seorang warga Bojonegoro yang mengikuti program mudik gratis bersama Pemkab Sidoarjo itu mengaku senang dan menyambut baik kegiatan ini karena membantu meringakan perjalanan mudiknya. Ia yang akan mudik ke Bojonegoro bersama dengan kedua anaknya itu merasa nyaman dan aman dengan adanya fasilitas mudik gratis bareng pemkab Sidoarjo. "Mudik gratis bareng pemkab Sidoarjo ini sangat membantu sekali, selain aman dan nyaman juga cepat sampai tujuan,” ungkapnya. (imams/kominfo)

Ribuan Paket Zakat Dibagikan Baznas Sidoarjo
SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum, membagikan zakat fitrah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo, kepada fakir miskin di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (14/6/2018). Didampingi ketua Baznas Sidoarjo Drs.Vino R Muntiawan, Bupati secara langsung membagikan zakat tersebut satu persatu kepada fakir miskin. Vino R Muntiawan ketua Baznas Sidorjo menyatakan, zakat sebagai kewajiban menjelang datangnya Idul fitri 1439 H ini, dibagikan kepada masyarakat dari tiga kecamatan yang kurang mampu. "Kita bagikan kepada warga dari Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Candi yang memang berhak menerimanya," terang Vino selepas penyerahan secara simbolis. Menurut Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum, tahun ini penerimaan zakat fitrah BAZ Sidoarjo yang menggunakan kupon sebanyak 5000 lembar. Sedangkan yang tidak menggunakan kupon sebanyak 725 paket. "Alhamdullilah tahun ini penerimaan zakat kita tetap tinggi seperti tahun kemarin,"terang bupati. Bupati mengatakan, seluruh zakat yang dihimpunnya berasal dari seluruh PNS Sidoarjo. Selain itu diperoleh dari para PNS di instansi vertikal Sidoarjo dan BUMN maupun BUMD.(Abidin)

Urai Antrian Panjang Warga, Durasi Pembagian Paket Lebaran Diperpanjang
WARU (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga dari Desa Tambak Rejo dan Tambak Sawah Kecamatan Waru, mengalir mendatangi kantor balai desa mereka. Wajah sumringah, terlihat saat warga menerima bingkisan lebaran berupa minyak goreng dan sabun dari PT Megasurya Mas, Rabu (13/6/2018). Ponco Agung saat menyerahkan bingkisan lebaran Bingkisan yang dibagi ini, memang kegiatan rutin perusahaan, sebagai wujud komitmen kepada masyarakat sekitar. “Kita ingin berbagi dengan warga sekitar di hari yang fitri ini,” ujar Ponco Agung Manager Humas PT Megasurya Mas saat ditemui di Balai Desa Tambak Rejo.
Masih menurut Ponco, untuk menghindari membludaknya masyarakat yang datang, durasi waktu pengambilan diperpanjang hingga pukul 15.00. Dan memang terbukti efektif, masyarakat yang datang, mengalir dan tidak terlalu antri seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu batas pengambilan maksimal pukul 12.00 dan memang terjadi antrian panjang. Untuk mengurai itu, kita perpanjang hingga pukul 15.00,” ujar Ponco Agung lagi. Pembagian bingkisan ini, rutin digelar PT Megasurya Mas sejak tahun 1994 silam.
Bingkisan ini dibagikan ke warga dengan syarat cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK), sebagai bukti bahwa yang bersangkutan merupakan warga Desa Tambak Sawah dan Tambakrejo. Di lokasi pembagian bingkisan, petugas akan melakukan verifikasi warga bersangkutan, dan warga akan diberikan kupon untuk mengambil bingkisan. Sementara itu Kepala Desa Tambakrejo Nur Mahmudi menyatakan rasa terima kasih dengan pembagian bingkisan untuk warga desanya. Pihaknya berharap kegiatan itu bisa meningkatkan jalinan silaturahmi dan kebersamaan antara warga dengan PT Megasurya Mas. (Abidin)