Saran

Usulan kepada BBWS brantas dan dinas terkait untuk pembangunan jembatan penghubung antara jalan sidorogo Trosobo tersambung ke jalan tenaru Driyorejo...karena dengan adanya jembatan penghubung ini akan membuka potensi sbg berikut: 1.dengan adanya jembatan penghubung bukan hal mustahil di desa sidorogo dibangun pasar tradisional yg diharapkan dpt berkembang dan besar seperti halnya pasar Krian dan pasar sepanjang di taman krn seperti kita ketahui kedua pasar ini adalah penyumbang PAD Pasar terbesar di sidoarjo,maka potensi PAD pun akan bertambah dengan tersambungnya jembatan ini . 2.jembatan ini juga dapat mengurangi kemacetan di sepanjang dan Krian, bahkan bila jembatan ini terbangun akan punya potensi sangat besar Krn jalur ini dapat tersambung dari jalan raya trosobo ke driyorejo -JLLB hingga pelabuhan teluk lamong 3.potensi perumahan atau permukiman akan tumbuh di wilayah ini,karena mudahnya air dan infrastruktur di area ini. Dengan usulan ini kami berharap wilayah ini dapat tergarap potensinya dan tentunya akan menjadi sumber PAD baru bagi pemkab.

Assalamualaikum pak. Saya pelajar dari SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo Sekolah Calon Pemimpin Dunia . Berhubungan dengan Pembelajaran Bertopik yang mengusung tema hutan mangrove. Kami ingin melakukan kunjungan ke DPRD Sidoarjo untuk wawancara mengenai peran pemerintah terhadap hutan mangrove. Sekian pak, Jika ada salah mohon maaf. Wassalamualaikum

Yth. Mas Wawan Ketua DPRD Kab. Sidoarjo Saya mengusulkan Gedung DPRD atau RUMAH RAKYAT Kab. Sidoarjo segera dibangun dengan arsitektur dan kelengkapan yang modern, karena sejak saya kecil sampai sekarang usia saya 54 tahun "pancet wae" Demikian terima kasih. Hormat saya, Hari Mei Irianto (Ds/Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo)

1. Mohon untuk menjadi perhatian bagi Pemkab Sidoarjo untuk membenahi sistem pelayanan satu atap-nya untuk lebih ringkas dan mudah. 2. Mohon adanya Transparansi kegiatan di setiap saat. Saya rasa pemerintahan masih terlalu adem ayem saja. 3. Dana alokasi pendidikan bagi putra daerah terkait beasiswa untuk jenjang universitas bisa di usulkan. Berkaca dari Lamongan yang sudah menerapkan tersebut. 4. Pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Tata kelola kota yang harus dibenahi saja. Kemana alokasi PAD kota sidoarjo. 5. Kelola sistem informasi dengan baik agar setiap kegiatan oemerintah bisa terpantau oleh masyarakat. Selain itu juga dapat meningkatkan upaya partisipasi masyarakat terhadap daerah.

Berharap sidoarjo menjadi salah satu kota pelopor kota cinta lingkungan. Sidoarjo sudah punya program zero waste yang sudah berjalan sangat bagus dalam menangani lingkungan khususnya masalah sampah, semoga kedepannya program zero waste semakin baik, dan sidoarjo menjadi semakin ramah lingkungan

Sehubungan dg akan di adakan pemilihan perangkat desa, saya sangat setuju dg rencana di adakan pendaftaran secara on line seperti yg di lontarkan ketua DPRD Sidoarjo, karena dg on line akan memutus mata rantai praktek PUNGLI terutama pihak KEPALA DESA, BPD, KECAMATAN sekali lagi saya berharap kepada bpk ketua DPR bisa merealisasikan pendaftaran perangkat desa secara on line. Terima kasih. (kawulo alit)

Terimakasih atas atensinya

PENGGANTIAN KONSEP PENGEMBANGAN WILAYAH SIDOARJO DARI SIBORIAN MENJADI SIWARIAN OLEH: SUPRIYANTO,SE ABSTRACT Konsep pengembangan daerah sidoarjo harus melalui pendekatan terpadu merupakan jalan tengah antara pendekatan sentralisasi yang menekankan pertumbuhan di wilayah pusat kota (kota utama) dan desentralisasi yang menekankan pada penyebaran investasi pada wilayah belakang(pedesaan) tetapi terpusat atau terpadu pada zona yang telah ditentukan yang peruntukannya sebagai pusat perkotaan dan pusat bisnis dan zona diluar zona yang telah ditentukan hanya sebagai permukiman dengan kepadatan rendah dan alih fungsi lahannya dibatasi, Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi disertai pemerataan yang dilaksanakan berdasarkan pertumbuhan berimbang. Argumen mengenai pendekatan terpadu dalam lingkup spasial dikemukakan oleh Rondinelli untuk mencari alternative strategi pendekatan pengembangan dengan tujuan menyebarkan dan mendorong pertumbuhan wilayah belakang dan membawa wilayah tersebut untuk ikut berpartisipasi secara efektif dalam proses pembangunan (Rondinelli,1985;1-2) Dalam kaitannya dengan upaya pengembangan wilayah secara merata ini,Supriyanto mengungkapkan pendapatnya sebagai berikut ; a.Strategi harus diarahkan untuk mengintegrasikan seluruh system ekonomi dengan memberikan akses seluas-luasnya bagi pertumbuhan perekonomian wilayah ,tujuannya agar secara langsung dapat meningkatkan produktifitasnya, memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk wilayah belakang. b.Investasi yang cenderung dipusatkan di kota utama Sidoarjo harus di desentralisasikan ke wilayah yang mampu berfungsi sebagai pusat-pusat fasilitas pelayanan,pemasaran,distribusi,dan tranformasi bagi penduduk sekitarnya ini dimaksudkan agar wilayah perdesaan memiliki akses seluas-luasnya bagi usaha pengembangannya ,dengan demikian wilayah perkotaan dan perdesaan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang terintegrasi. c.Dalam kerangka tata ruang regional,permukiman ditempatkan dalam suatu system yang secara fungsional saling berkaitan dan terintegrasi sistem tersebut pada prinsipnya merupakan system pusat-pusat pelayanan yang disusun secara hierarkis berdasarkan karakteristik fungsi dan peran permukimannya ditentukan berdasarkan kegiatan pelayanan dan lingkup pelayanannya. 1.2. Tujuan Master Plan Percepatan pembangunan Ekonomi Daerah (MP3ED) Sidoarjo Yang didasari oleh keselarasan antara pertumbuhan ekonomi dengan potensi wilayah serta daya saingnya dapat di petakan dalam kerangka prioritas wilayah beserta fungsinya.Hal ini diungkapkan oleh Supriyanto,SE menurutnya,Kawasan prioritas dengan masing-masing fungsi strategisnya dapat dikategorikan sebagai berikut 1.Pertama Zona perkotaan Sidoarjo : selain sebagai kawasan pusat kota utama sidorjo dapat dikembangkan pula sebagai zona industri khususnya di sepanjang jalan lingkar timur dan di sekitar wilayah buduran, dapat dilihat dalam site plain.zona pusat (yang dilingkari) adalah zona permukiman padat di pusat kota sidoarjo. 2.Kedua Zona perkotaan Krian atau dapat disebut sebagai Kota Industri : Krian dapat dikembangkan sebagai second city atau kota kedua bagi sidoarjo karena wilayah ini punya potensi sangat besar sebagai kota industri ,wilayah industri perdagangan dan jasa di wilayah ini sangat bergeliat,dengan ditandai banyaknya industri di sekitar wilayahnya bahkan telah merambah hingga ke kecamatan di sekitarnya..zona pusat (yang dilingkari) adalah zona permukiman padat yang ada di kecamatan krian dan kecamatan wonoayu dan sebagian kecamatan Balongbendo,dalam site plan dapat dilihat wilayah krian akan banyak di lalui jalan arteri/jalan nasional dan jalan tol disamping adanya jalur kereta api yang tentunya akan menjadi daya tarik investasi yang lebih besar bila penataan perkotaannya lebih maksimal. 3.Ketiga Zona perkotaan Waru atau dapat disebut sebagai Kota bandara(Airport City) : wilayah ini sangat layak dikembangkan sebagai kota bandara karena lokasinya yang berada di bandara juanda, zona pusat (yang dilingkari) adalah zona permukiman padat yang ada di kecamatan waru,kecamatan sedati,kecamatan taman. “Hal ini mengacu pada potensi wilayah kecamatan yang ada beserta daya dukungnya,” hasil kajian dalam kerangka MP3ED maka Wilayah Kabupaten Sidoarjo di bagi menjadi 3 Koridor Ekonomi dengan tema pembangunan yang berbeda-beda sesuai dengan potensi dan karakter wilayah kecamatannya. 1.Koridor Ekonomi I: Pusat Penggerak Industri, Jasa, dan Perdagangan. 2.koridor Ekonomi II:Pusat Perkembangan Agropolitan serta Sentra Industri Pengolahan Hasil Pertanian 3.Koridor Ekonomi III:Pusat Perkembangan Minapolitan serta Sentra Produksi Industri Pengolahan Hasil Perikanan Budidaya. Masing-masing koridor akan dijelaskan lebih lanjut dibawah ini; 1.Koridor Ekonomi I terdiri dari 3 Kecamatan, yaitu: Kecamatan Sidoarjo, Kecamatan Waru, dan Kecamatan Krian (SIWARIAN). Fungsi utama koridor ini adalah sebagai Zona Pusat Perkotaan yang kedepanya sebagai wilayah perkotaan maka penataan perkotaannya akan di perindah dan dipercantik dalam penataanya baik jalan,fasilitas umum dan fasilitas sosialnya, sebagai Penggerak Industri, Jasa, dan Perdagangan, yang akhirnya diharapkan mampu menjadi kota kecil yang bercirikan perkotaan metropolitan dan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi, serta menjadi roda penggerak perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Kawasan ini saya kenalkan sebagai Kawasan SIWARIAN yang merupakan zona perkotaan, industri dan perdagangan central businese yang diharapkan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.Kawasan ini memiliki daya tarik industri (industrial attractiveness) dan keunggulan / kelebihan (advantages) masing-masing diketiga kawasan tersebut, sehingga menawarkan peluang investasi yang menguntungkan bagi calon penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing. Yang termasuk dalam koridor ini dapat dilihat dalam site plain. 2.Koridor Ekonomi II terdiri atas Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, yaitu: sebagian Kecamatan Balongbendo, Kecamatan Tarik, Kecamatan Prambon, dan sebagian Kecamatan Wonoayu. Tema pembangunan utama pada koridor ini adalah: Pusat Perkembangan Agropolitan serta Sentra Industri Pengolahan Hasil Pertanian. Pengembangan kawasan ini adalah sebagai pusat pengembangan Wilayah berkelanjutan.yang termasuk dalam koridor ini dapat dilihat dalam site plain. 3.Koridor Ekonomi III Koridor ini sebagai tarikan utama perkembangan perekonomian Kabupaten Sidoarjo Wilayah Timur dengan aktivitas ekonomi utama adalah Minapolitan, yang tercermin dalam tema pembangunan pada koridor ini yakni: Pusat Perkembangan Minapolitan serta Sentra Produksi Industri Pengolahan Hasil Perikanan Budidaya. Wilayah yang termasuk dalam koridor ini dapat dilihat dalam site plain. 1.3 Kesimpulan Dengan adanya Tiga koridor ekonomi ini akan menggerakkan perekonomian Sidoarjo secara terstruktur kedepannya, diharapkan untuk mengembangkan wilayahnya pemerintah daerah kabupaten sidoarjo bisa mengacu pada konsep ini karena dapat mengembangkan kabupaten sidoarjo lebih maju dan berdaya tarik ekonomi sangat besar,tetapi tidak menghilangkan potensi daerah seperti pertanian dan perikanan.dengan adanya pembatasan alih fungsi lahan untuk wilayah yang tidak termasuk dalam zona pengembangan,dan kedepan zona perkotaan dapat tebagi seperti pada site plain yang kami kembangkan. Berikut site plan Konsep SIWARIAN(Sidoarjo -Waru -Krian) 1.Pusat Kota Kabupaten Sidoarjo 2.Kota Bandara Waru(Airport city) 3.Kota Industri Krian(City Industry) Konsep Siwarian ini dapat diterapkan di kabupaten sidoarjo karena sebagai kota pertanian, perkebunan,perikanan dan industri konsep ini dapat mencegah habisnya lahan produktif,pada zona peruntukan Siwarian dapat dikembangkan sebagai pusat perkotaan metropolis dengan kepadatan tinggi, contoh Pembagian Zona Perkotaan Metropolis sudah diterapkan di beberapa kota di indonesia misalnya sebagai berikut: 1.Surabaya Kota lama di tunjungan dan wilayah barat 2.Semarang Kota lama dan kota atas Banyumanik 3.Mojokerto kota lama dan Mojosari 4.Kediri kota lama dan Pare 5.Kota Pasuruan lama dan bangil dan masih banyak lagi Kota besar yang membangun Second City sebagai pusat perkembangan baru, saya rasa Sidoarjo mampu mewujudkan perencanaan ini disamping besarnya APBD sidoarjo, karena saat ini kita lihat pembangunan perkotaan hanya dipusatkan di kecamatan sidoarjo sedang kecamatan yang punya potensi seperti Krian dan Waru sebagai kota pendamping kota utama sangat tertinggal baik penataan kotanya maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga, bahkan dalam sepuluh tahun terakhir setelah kasus lumpur lapindo pembangunan di Sidoarjo berjalan tanpa arah dan kebanyakan pengembangan dari developer perumahan, bahkan banyak terkuaknya kasus pembangunan Fiktif yang sepertinya direstui oleh StakeHolder Kabupaten ini.Kami rasa perlu adanya pengawasan ketat di kabupaten ini tentang penggunaan dana APBD dan dana CSR perusahaan di sidoarjo yang tampaknya kurang Transparansi dalam pemakaianya. Beberapa Zona industri di kabupaten Sidoarjo: A.Tarik E.Taman-By pass Krian I.Jabon B.Balongbendo F.Berbek C.Prambon G.Sedati D.Wonoayu H.Buduran-Lingkar Timur Khusus Industri Balongbendo Direncanakan sebagai Kawasan Industri yang terintegrasi dengan terminal angkutan barang Jalur Kereta Api tepatnya di Stasiun Kedinding Balongbendo untuk mempermudah perjalanan ke tanjung perak atau teluk lamong melalui jalur Kereta Api, disamping Alternatif Jalan Tol Porong-Krian-Bunder-Manyar, jalan Arteri Bypass Krian-Waru, Jalan Arteri Krian -Legudi-Bunder, Jalan Arteri Baru Ngoro-Candinegoro-Driyorejo-JLLB surabaya-Teluk Lamong dan jalan Tol Surabaya-Mojokerto(SUMO).

Sesuai amanah Undang-undang Desa no 6 thn 2014 BPD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa berhak mendapatkan tunjangan dan penerimaan yg lainnya yg sah dari desa, pertanyaan: 1.Kapan Pemkab Sidoarjo merealisasikan Julkak dan Juknisnya tentang jumlah besaran Tunjangan BPD sesuai amanah Undang-undang maupun Peraturan yang lainnya bisa secepatnya, 2.Dalam beberapa pertemuan di Forum Komunikasi BPD kec Balongbendo yg menghadirkan salah satu anggota DPRD dari Fraksi PKS beberapa kali pertemuan hak kami ( tunjangan BPD ) selalu jadi keputusan rapat FK BPD untuk diperjuangkan kepada Pemkab Sidoarjo, tetapi sampai saat ini belum menemui hasil sesuai harapan kami, kami mengharapkan Bpk/Ibu anggota DPRD Sidiarjo sebagai perwakilan kami untuk memperjuangkan aspirasi ini kepada Pemkab Sidoarjo,supaya segera terbit Perbunya seperti beberapa Kab yg lainnya. Kurang lebihnya mohon maaf dan trimakasih..

Semoga sidoarjo sukses di segala bidang

Dunia Pendidikan perlu ditingkatkan, 1 siswa Laptop.