Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Mei 2013, Bangun Sanitary Landfill

0 comments

Mampu Kelola Sampah hingga 15 Tahun

KOTA-Rencana pengelolaan sampah di Sidoarjo dengan cara sanitary landfill terus dikonkretkan. Jika tak ada aral melintang, pembangunannya akan dimulai pada Mei 2013 mendatang.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo, M Syafiq

proyek pengelolaan sampah ramah lingkungan itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 191,7 miliar. Pembangunan sanitary landfill ini sekaligus menindaklanjuti kesepakatan antara Bupati Saiful Ilah dengan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) pada pertengan Juli 2012 lalu.

“Rencana pembangunan sanitary landfill, insya Allah akan dimulai Mei tahun depan. Lokasinya tidak ada perubahan, yaitu tetap di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong,” ungkap Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo, M Syafiq, kemarin (4/9).

Dijelaskan, metode pengelolaan sampah secara terbuka (open dumping) yang selama ini diterapkan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sudah ketinggalan zaman. Metode ini diidentikkan dengan kawasan pembuangan sampah yang kumuh dan kotor.

Sementara dengan metode sanitary landfill, selain ramah lingkungan, kawasan pembuangan sampah juga tetap bersih dan asri.“Sanitary landfill juga akan memberi keuntungan besar untuk lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Lantaran, air lindi yang keluar dari sampah akan diolah menjadi gas metan yang berguna. Hasil gas dari pemrosesan air lindi sampah itu bisa dijadikan sumber bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk dijadikan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.

“Teknologinya dari Jerman, dan nanti masyarakat sekitar akan mendapat manfaat yang besar dengan adanya sanitary landfill ini,” yakin PNS yang sebelumnya berdinas di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) itu.

Lahan untuk pembuatan pengelolaan sampah dengan metode sanitary landfill di Desa Kebonagung itu dianggap cukup representatif. Yaitu seluas sekitar 15 hektare dan dinilai telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Lokasinya juga jauh dari permukiman penduduk,” kata M Syafiq. Disebutkan, dari sekitar 600 kabupaten/ kota di Indonesia, yang akan mendapat fasilitas sanitary landfill dari Kementrian PU itu hanya 11 daerah. Salah satunya adalah Sidoarjo.

Diharapkan pada 2014 nanti, fasilitas itu sudah bisa dimanfaatkan. Fasilitas ini diharapkan bisa mengelola sampah di Sidoarjo hingga 15 tahun mendatang. (rud/jay)


Beri Komentar