Pimpinan, Anggota DPRD beserta Jajaran Setwan Menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan 1431 H/ 2010 M, semoga dibulan yang penuh barokah ini kita benar-benar bisa memanfaatkan untuk meraih pahala yang sebanyak-banyaknya

Munculnya Banyak Kandidat Cabup Pemilukada Sidoarjo 2010

0 comments

Pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo ke KPU hanya kurang dua bulan lagi. Namun, siapa saja calon yang bakal diusung parpol, justru semakin gelap. Belum ada satu pun calon yang sudah mendapat rekomendasi dari DPP.

Koalisi Partai Golkar, PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama), dan Gerindra sudah membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wabup. Begitu juga Partai Demokrat. PAN (Partai Amanat Nasional) yang sudah mengantongi dua nama, yakni Khulaim Junaidi dan Imam Sugiri, kini justru diam seribu basa. Belum ada tanda-tanda bakal koalisi dengan partai mana. PAN tampaknya dalam posisi wait and see.

PDI Perjuangan yang baru saja menyelesaikan konfercab, belum membuka pendaftaran cabub/cawabub. Partai-partai kecil yang tak punya wakil di dewan, masih kesulitan mengarahkan dukungannya. Sebab, belasan partai gurem itu, dulunya bermaksud baik mendukung Saiful Ilah. Tapi gayung tak bersambut.

Calon independen belum tampak. Kabar terakhir, ada seorang pamen polisi yang akan melewati jalur ini. Partai Demokrat juga masih belum menemukan cabup yang andal. Bisik-bisik, ada yang mengusulkan Adji Massaid, anggota DPR RI dari PD. Partai Golkar pun demikian. Gesang Budiarso (sekretaris DPD I Golkar Jatim), tampaknya masih terkendala hasil survei.

Kini, dimunculkan Bambang Widodo alias Wiwid (putra mantan Bupati Soewandi) Sampai sejauh ini, baru nama Wabup Saiful Ilah yang berkibar. Ketua DPC PKB Sidoarjo ini menjadi satu-satunya cabup PKB. Sedangkan cawabupnya
ada dua nama yang mendaftar, yakni H Ahmad Khoiri, Sekretaris DPC PKB Sidoarjo, dan Wakil Direktur RSI Siti Hajar, dan MG Hadi Sutjipto, mantan Kadiknas Pendidikan Sidoarjo dan kini asisten Sekkab.

Khoiri yang NU tulen, punya jaringan yang sangat kuat di nahdliyin, karena dia memang pernah menjadi Wakil Ketua PC NU Sidoarjo. Sedangkan MG Hadi Sutjipto, yang pernah menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Sidoarjo dan dua periode memimpin KNPI, didukung sebagai guru dan birokrat. Partai-partai lain masih gelap.

Belum jelas siapa cabupnya. Atau memang belum menemukan. Sidoarjo memang krisis pemimpin. Ini bisa diakibatkan pola kaderisasi yang salah, sistem
rekrutmen kader yang tidak standar, atau memang tidak ada tokoh yang menonjol selama 10 tahun terakhir ini.

Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya tokoh parpol yang terkena kasus . Ada nama Arly Fauzi, A Ali Fauzan, Sukiyo Wahid, Amrullah, Sumi Harsono, Tito Pradopo, R Guntur, dan sebagainya. Nama-nama tersebut adalah pentolan parpol peroleh suara terbanyak di DPRD Sidoarjo. Sebagian adalah pimpinan DPRD periode 2004-2009. Akibatnya, PKB, Golkar, PAN, dan PDIP, harus kehilangan kader intinya, yang sejak lama digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan Sidoarjo.

Beberapa ketua partai yang muncul belakangan ini, adalah kader baru yang belum teruji keandalannya. Juga, birokrasi Sidoarjo yang terkesan monoloyalistis, membawa akibat mandeknya kaderisasi di lingkungan pemkab.

Mudah-mudahan, pemilukada 2010 ini berjalan demokratis, mampu melahirkan pemimpin yang peduli rakyat dan dicintai rakyat. Semoga!

SHOLIHIN HIDAYAT

* Penulis adalah mantan Pemred Jawa Pos,
kini direktur Ko Hin Institute.

Share to Facebook


Beri Komentar