Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Pabrik Tutup, Nelayan Bluru Resah

0 comments

SIDOARJO – Gelombang yang tinggi, hujan deras, dan angin kencang tak mengganggu aktivitas nelayan di Bluru Kidul, Sidoarjo. Namun, komunitas nelayan kerang ini resah karena hasil tangkapan mereka sulit dipasarkan.

TAK TERSERAP: Sejumlah nelayan Bluru Kidul menyandarkan perahu di depan Makam Dewi Sekardadu, Kepetingan, Buduran.

“Terus terang saja, saat ini para nelayan resah karena pabrik yang selama ini menampung kerang sudah tutup. Kami masih melihat perkembangan lebih lanjut,” ujar Haji Waras, koordinator nelayan Bluru Kidul, kemarin.

Bukan hanya pabrik yang tutup, menurut Waras, supplier yang berkedudukan di Gresik pun tidak lagi menampung kerang-kerang dari Bluru Kidul. Karena itu, komoditas andalan nelayan di dalam kota Sidoarjo ini tidak bias dipasarkan.

“Kalau faktor alam sih tidak ada masalah karena setiap tahun pasti begitu. Nelayan-nelayan itu sudah biasa menghadapi gelombang dan angin kencang,” katanya. Waras bersama beberapa nelayan sudah berangkat ke pabrik yang selama ini menampung kerang khas Sidoarjo di kawasan Beji, Pasuruan.

Dari situ, diperoleh informasi bahwa pabrik itu hanya tutup sementara. Ini membuat Waras dan kawan-kawan merasa lega.

“Alhamdulillah, beberapa bulan lagi pabrik itu buka kembali. Kami sih ingin secepatnya karena kehidupan nelayan Bluru Kidul memang sangat bergantung pada kerang,” katanya.

Saat ini, menurut Waras, para nelayan di Bluru Kidul hanya bisa wait an see. Menunggu pabrik rekanan dan pengusaha supplier yang selama ini menampung hasil kerang mereka. Pihaknya juga berusaha mencari rekanan lain yang bisa membeli kerang dalam jumlah besar.

“Selama ini kerang-kerang dari Bluru Kidul itu dikirim ke luar negeri. Kalau hanya sekadar untuk kebutuhan di Sidoarjo, Surabaya, dan sekitarnya, pasti tidak akan banyak,” tegasnya. (sat/rek)


Beri Komentar