Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Pembebasan Akses Jalan Puspa Agro Terhambat

0 comments

Upaya pembebasan lahan akses jalan Puspa Agro (Pusat Perdagangan Agrobisnis) tersendat. Pasalnya, sebagian besar warga yang tinggal di sekitar Jl Sawunggaling, , satu-satunya akses masuk ke pasar agrobisnis terbesar di Indonesia itu enggan menjual tanah mereka.

“Kalau nanti saya jual terus harga di luar naik kita mau gimana,” ucap Abdillah Nasrun (41) warga Jl Sawunggaling, Jemundo, Taman, Sidoarjo, Selasa (13/7). Menurut dia. meski belum ada pemberitahuan resmi, tetapi beberapa warga telah mendengar bahwa rumah mereka akan dijadikan akses jalan masuk menuju Puspa Agro.

“Dengar-dengarnya seperti itu, karena kebetulan rumah kami terletak persis di pinggir jalan,” kata Abidin, warga lainnya. Dia mengatakan, beberapa warga merasa keberatan dengan penggusuran tersebut. Sebab, wilayah mereka saat ini dekat dengan fasilitas umum.

Dikhawatirkan kalau nantinya mereka pindah, biaya hidup yang bakal ditanggung warga akan meningkat. “Banyak masyarakat yang bekerja di sini, kalau tanah mereka dilepas nanti kemana-mana jauh, terus biaya hidup kami semakin meningkat,” ucapnya.

Selain itu,  kekhawatiran warga adalah melonjaknya harga tanah yang ada di sekitar wilayah itu. Kalau nanti lahan itu jadi dilepas, nilai ganti rugi yang diberikan tidak cukup untuk membeli rumah baru. “Harga tanah di Sukodono saja sudah sampai Rp 2,5 juta permeter, kalau nanti kita dikasih di bawahnya terus nggak cukup untuk membeli rumah baru, terus bagaimana?” kata Nasrun.

Sebelumnya, General Manager Puspa Agro, Susono Hadinugroho, mengatakan, akan memperlebar jalan akses Puspa Agro di sebelah barat. Pelebaran jalan itu setidaknya akan menggusur 200 rumah warga yang ada di sekitar jalan Sawunggaling. ”Kami sedang mengupayakan hal itu,” ucap Susono.

Pelebaran itu dilakukan lantaran pihak Puspa Agro gagal membuka jalan baru menuju pasar agrobisnis yang rencananya diresmikan tanggal 17 Juli itu. Kedua jalan yang terletak di sebelah timur dan utara pasar tersebut tidak jadi dibuat karena terkendala pembebasan lahan. “Mereka meminta harga yang tidak logis dan di atas harga pasar,” ucap Suhartoko, Humas Puspa Agro.

Pantuan di lapangan, perbaikan jalan Sawunggaling terus dilakukan menjelang peresmian pasar. Beberapa aspal jalan yang terkelupas sudah mulai ditambal. Bahkan, pekerja juga mulai melebarkan jalan sekitar satu meter. Sayang, pelebaran jalan itu terganggu karena di sisi jalan terdapat tiang listrik dan tidak bisa dipindahkan. “Nggak bisa lebih mas karena ada tiang listrik,” ucap salah satu pekerja.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Adhy Samsetyo mengatakan belum mengetahui adanya rencana pembebasan lahan tersebut. Meski begitu, Adhy meminta agar proses pembebasan lahan tersebut tidak merugikan salah satu pihak. “Kalau nanti sudah masuk ke dewan akan kita kawal itu, dan jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” kata Adhy. 

(Sumber : Koran Surabaya Post “m10″


Beri Komentar