Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Pembelian Tanah Ditolak

0 comments

Saiful: Itu Belum Pasti, Nanti Dirunding Lagi

(Jawa Pos) SIDOARJO – Fraksi-Fraksi di DPRD Sidoarjo menolak keras rencana pemkab memasukkan lagi anggaran pengadaan lahan untuk gedung ke senian dan bakal SMK negeri ba ru di Prambon serta Waru. Jika ti dak terserap tahun ini, anggaran ter sebut akan ditolak mentah-mentah pada 2012.

Ketua FPD Juanasari.

Bupati Saiful Ilah meyakini penolakan itu belum final. Penolakan Fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Fraksi PAN-PKS tersebut terungkap dalam sidang paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2012 kemarin.

Ketua FPD Juanasari menyatakan, pem kab harus serius agar anggaran pengadaan lahan tersebut bisa terserap. Yaitu, anggaran pengadaan lahan gedung kesenian atau gedung serbaguna Rp 25 miliar dan bakal SMK negeri baru di Prambon serta Waru Rp 18 miliar. Bila sampai akhir 2011 dana tetap tak terserap, FPD meminta program tersebut tidak dianggarkan lagi pada 2012.

’’Anggaran itu kan sudah ada mulai awal tahun (2011). Perencanaannya bagaimana kok sampai bisa tidak terserap?’’ ujarnya. ’’Ini tanda pemkab tidak serius, baik saat pengajuan anggaran maupun pelaksanaannya,’’ tegas legislator perempuan tersebut.

Juru Bicara FPAN-PKS Adhy Samsetyo tak kalah tegas. Menurut dia, ren cana pembangunan SMKN dan gedung kesenian dianggap penting. Pembangunan SMKN baru, misalnya, penting demi memperluas akses pendidikan masyarakat.

Juga, mendukung rencana Sidoarjo sebagai kabupaten vokasi (jumlah siswa SMK lebih banyak daripada SMA, Red). ’’Karena itu, kami minta ekse kutif serius melaksanakan APBD 2011 untuk program tersebut,’’ ujar legis lator PAN itu.

Jika tidak terserap, frak si tersebut juga menyarankan agar tidak ada alokasi lagi pada 2012. FPAN-PKS meminta anggaran untuk pengadaan lahan itu dialo kasikan ke SKPD atau kegiatan lain yang lebih membutuhkan. Misalnya, kesehatan dan pembangunan jalan.

Sebagaimana diberitakan, pada 2011, pemkab berencana membeli lahan untuk gedung kesenian dan dua bakal SMKN baru. Namun, rencana pem belian lahan untuk gedung kesenian mendapat banyak tentangan dari internal DPRD.

Selain anggarannya dinilai tiba-tiba muncul dalam APBD tanpa pembahasan di komisi, bakal lahan yang dibeli disebut-sebut me rupakan milik ke luarga bupati. Pengadaan lahan untuk bakal SMKN di Waru dan Prambon juga bermasalah.

Di Waru, lahan yang direkomendasikan tim studi kela yakan dinilai kurang dari kebutuhan. Hanya tersedia 2,1 hektare dari ke butuhan 3,3 hektare. Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo pun tidak berani melangkah. Untuk lahan di Prambon, sebenar nya berkas penetapan lokasi tinggal menunggu persetujuan bupati.

Namun, sudah sekitar sebulan lalu masuk ke meja bupati, ternyata ber kas belum juga selesai. Ada keku rangan berkas yang ternyata baru diberitahukan kepada dispen dik. Akibatnya, pengadaan lahan juga terancam tidak terealisasi tahun ini.

Menanggapi sikap keras dewan itu, Bupati Saiful Ilah berpendapat penolakan dua fraksi tersebut belum final. Sebab, masih ada pembahasan-pembahasan yang akan dilakukan. Dia juga menegaskan bahwa dinas pemuda, olahraga, budaya, dan pa riwisata tidak berani menyerap anggaran Rp 25 miliar karena ditakut-takuti akan bermasalah.

’’Kan awalnya ditakut-takuti. Jadi, mereka takut untuk menyerap. (Pada) 2012 nanti lewat aset saja. Jadi, tidak lewat dinas,’’ terang Saiful. Soal penolakan rencana pengusulan anggaran tersebut pada 2012, dia mengatakan, ’’Itu kan belum pasti. Nanti kami bahas, dirunding lagi. diusulkan.’’ (sha/c5/roz)


Beri Komentar