Segenap Anggota dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode Tahun 2014-2019

Pemprop Jatim Siapkan SOP Hadapi Banjir Porong Yang Lebih Besar

0 comments

Pemprop Jawa Timur akan membuat standar prosedur operasi (SOP) manajemen banjir di Jalan Raya Porong agar dampaknya tidak meluas. Ir. MUSTOFA CHEMAL BASYA Kepala Dinas Pengairan Pemprop Jawa Timur pada Suara Surabaya, Minggu (25/04) mengatakan manajemen penganganan banjir di Raya Porong ini akan dibicarakan dengan Kabupaten Sidoarjo dan BP BPLS.

Ini terkait masalah teknis karena harus ada koordinator yang boleh menginstruksikan mana pompa yang bekerja dan tidak.

Menurut MUSTOFA standar ini penting agar dalam kondisi bencana banjir, penanganannya tidak perlu saling menunggu dan lempar kewenangan seperti yang saat ini terjadi. “Agar jelas siapa punya kewenangan apa dan harus berbuat bagaimana,” ujarnya

Kalau banjir seperti pagi tadi terjadi terus menerus, kata dia, jelas akan mengganggu perekonomian Jawa Timur. “Semua pihak harus turun, jangan lihat ini kewenangan siapa. Idealnya memang harus ada manajemen siapa berbuat apa,” imbuhnya.

MUSTOFA menambahkan, untuk penanganan banjir di Jalan Raya Porong harus ada koordinatornya di masing-masing titik. Contohnya, di titik Raya Porong arah Malang harus ada yang mengawasi pompa portable di sana karena tadi waktu ditinggal petugasnya, pompa berhenti beroperasi.

Begitu hujan turun, kata MUSTOFA, koordinator bisa menginstruksikan mana pompa yang harus dinyalakan. Standar ini akan dibuat mana wilayah BPLS yang bisa dimasuki dan melakukan koordinasi.

Untuk mengatasi banjir di Raya Porong pagi tadi jelang pukul 12.00 WIB, saluran pintu air menuju ke Kali Ketapang ditutup. Ini langkah sementara saat hujan turun supaya genangan bisa masuk ke kali Ketapang.

Hasilnya, banjir di Raya Porong arah Surabaya berangsur surut. Dari arah sebaliknya terpantau surut 20 cm. Dinas Pengairan Pemprop Jatim tadi mengerahkan 2 pompa berkekuatan 300 meter kubik per detik dan diback up 8 pompa milik BP BPLS.

Seperti dilaporkan sebelumnya, sejak dinihari tadi, Jalan Raya Porong terendam banjir dampai sedalam 75 cm di 2 arah akibat hujan deras. Dampaknya, terjadi kemacetan parah di Jalan Raya Porong dan jalur alternatif seperti Pilang, Krembung, dan Modung.(gk/edy)

SOS ! Jalan Raya Porong Banjir 75 cm

Sepanjang hari ini sejak dini hari, kondisi Jalan Raya Porong kian memprihatinkan. Hujan yang turun kemarin malam membuat banjir parah di jalan yang menghubungkan Surabaya ke Malang dan Pasuruan itu. Bahkan Minggu (25/04) pagi, banjir mencapai kedalaman sekitar 75 cm menjelang jalan tol di kedua jalur.

Laporan pendengar Suara Surabaya sejak pagi mengeluhkan kondisi ini. AZHAR warga Malang sekitar pukul 05.23 WIB melaporkan Jalan Raya Porong jalur Malang-Surabaya sudah dibanjiri air setinggi ¾ ban sedan. Akhirnya jalur ke arah Surabaya dibuat contra flow melewati jalur sebaliknya untuk menghindari tingginya genangan.

AKP AHRIE SONTA NASUTION Kasatlantas Polres Sidoarjo yang berada di lokasi Jalan Raya Porong mengatakan genangan di jalan itu sudah seperti danau saja. Terutama sepanjang jalur kiri ke arah Malang. Akibatnya, pagi tadi ada sekitar 8 mobil yang mogok terendam banjir. Titik terendah banjir, kata Kasatlantas, berada di sekitar entrance dan exit tol Porong.

Sementara itu dilaporkan RULLY reporter Suara Surabaya, genangan juga terdeteksi sepanjang sekitar 400 meter mulai Balai Desa Ketapang sampai Jl. Flamboyan depan Tugu Kuning. Beberapa kendaraan mulai mencari jalan alternatif melewati tanggul tapi ditariki seribu rupiah oleh warga sekitar.

Upaya untuk mengurangi genangan air di Jalan Raya Porong sudah dilakukan oleh Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BP BPLS) namun upaya itu tidak efektif. Bahkan mesin pompa sempat mati saat ditinggal operatornya. AHMAD KHUSAIRI Wakil kepala Humas BP BPLS mengatakan ada 8 pompa yang sudah disiagakan dalam kondisi darurat dan sudah dioperasikan.

“Permukaan tanah di sekitar exit tol Porong mengalami subsidence sedalam 60 cm. Ini mengakibatkan timbulnya cekungan dan air tidak bisa mengalir. Ini diperparah telah penuhnya Sungai Ketapang yang ada di dekat sana. Sungai-sungai Delta Brantas juga sudah penuh. Saat ini kita operasikan 10 pompa, ada 2 pompa tambahan dari Dinas PU,” kata dia.

Ir MUSTOFA KEMAL BASYA Kepala Dinas PU Pengairan Pemprop Jatim menjelaskan pengaturan lalu lintas contra flow dilakukan untuk mempermudah pembuangan air yang menggenang di Jalan raya Porong. “Saat ini sudah turun 20 cm, lumayan lah dan akan kami pantau terus proses pembuangan airnya,” kata dia.

AKBP M. IQBAL Kapolres Sidoarjo yang juga turun langsung ke Jalan Raya Porong pada Suara Surabaya menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk bertanggungjawab pada keamanan dan keselamatan pengendara di jalur Jalan Raya Porong ini. Pengalihan arus lalu lintas juga sudah dilakukan dan Polres Sidoarjo akan menambah papan-papan informasi agar pengguna jalan tidak terjebak kemacetan di Jalan raya Porong.

(Sumber : Radio Suara Surabaya “gk/edy”)

 


Beri Komentar