Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Ke 155 Dengan semangat hari jadi ke 155 Kabupaten Sidoarjo, kita songsong pesta demokrasi yang aman demi kelanjutan pembangunan menuju Sidoarjo yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan

Pencari Kartu Kuning Melonjak

1 comment

Jelang Digelarnya Penerimaan CPNS

SIDOARJO – Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Sidoarjo pekan ini mulai diserbu para pencari kartu kuning. Hal itu tak lepas dari kabar bahwa 12 November nanti bakal digelar secara serentak rekrutmen CPNS, termasuk di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

Para pencari kartu kuning itu rupanya mengantisipasi persyaratan yang dibutuhkan panitia untuk mendaftar sebagai CPNS. Kendati pelaksanaan penerimaan CPNS masih lama, namun mereka rata-rata ingin mencari lebih awal. Karena jika waktunya terlalu mepet, bisa-bisa mereka malah tidak bisa mendapatkan kartu pencari kerja tersebut.

“Sekarang saja sudah antre apalagi kalau sudah mepet waktunya. Makanya saat dikabari sudah banyak yang cari, saya bersama teman-teman ikut mengurus kartu kuning,” ujar Silvie, salah satu pencari kartu kuning di Dinsosnaker, kemarin (17/10).

Karena waktu penerimaan CPNS kurang satu bulan lagi, dirinya bersama rekan-rekannya menuliskan keperluan kartu kuning itu untuk mendaftar sebagai CPNS. Akibat maraknya pencari kartu kuning, saat ini Dinsosnaker dalam sehari melayani sekitar 200 pencari kartu tersebut.

Padahal dalam hari biasa cuma 20 sampai 30 orang. Informasi bakal adanya penerimaan CPNS dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo Sri Witarsih. “Pelaksanaannya secara serentak pada bulan November nanti. Tapi kita masih belum tahu kuota CPNS untuk kabupaten Sidoarjo,” ujar Sri Witarsih.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada orang yang mengiming-imingi bisa memasukkan PNS dengan meminta imbalan. Sebab rekrutmen CPNS sama sekali tidak dikenakan biaya. “Hati-hati terhadap penipuan yang berkedok bisa memasukkan menjadi PNS dengan meminta sejumlah imbalan tertentu,” ingatnya.

(Sumber : Koran Radar Surabaya “rud”)


  1. cuma kutipan saja?
    terus diapakan bapak dewan yang terhormat berita tersebut?

Beri Komentar