Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Ke 155 Dengan semangat hari jadi ke 155 Kabupaten Sidoarjo, kita songsong pesta demokrasi yang aman demi kelanjutan pembangunan menuju Sidoarjo yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan

Penyampaian Nota LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2010

0 comments

YANG TERHORMAT,

o  SDR. KETUA  DEWAN  PERWAKILAN  RAKYAT  DAERAH  KABUPATEN SIDOARJO;

o PARA  WAKIL  KETUA  DAN  ANGGOTA  DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO;

o PARA ANGGOTA MUSPIDA KABUPATEN SIDOARJO;

o PARA KOMANDAN KESATUAN TNI/POLRI;

o SEKRETARIS DAERAH DAN SELURUH JAJARAN PIMPINAN SATUAN KERJA SERTA SELURUH UNDANGAN DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Ketua DPRD bersama Wakil Bupati Pada Rapat Paripurna Penyampaian Nota LKPJ Bupati TA 2010

Pada kesempatan yang baik ini dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2010, perkenankan saya mengajak hadirin sekalian untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala nikmat yang diberikan berupa rahmat, taufik, hidayah serta inayahNya, sehingga kita semua masih diberikan kekuatan, ketabahan, keteguhan iman, kesabaran, keikhlasan serta kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa, negara serta masyarakat dengan penuh tanggungjawab.

Sholawat serta salam, semoga selalu terlimpahkan keharibaan Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya, Amin Ya Robbal Alamin.

Menyertai rasa syukur tadi, kami memohon semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk, perlindungan serta kekuatan pada kita semua sehingga mampu melewati berbagai masalah yang ada dalam menjalankan tugas pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Perkenankan pula dalam forum yang terhormat ini, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo yang telah menjalankan peran dan fungsinya, terutama sebagai mitra Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat. Demikian pula kepada segenap Ulama, Rekan-rekan Muspida, para tokoh masyarakat serta seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Secara pribadi saya juga menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang pada PEMILUKADA tahun 2010 yang lalu telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengendalikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo sebagai Bupati Sidoarjo untuk periode 2011-2015.

Selain dari pada itu, pada kesempatan baik hari ini saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Ketua beserta segenap anggota Dewan yang terhormat, meskipun saya baru dilantik sebagai Bupati pada tanggal 1 Nopember 2010 namun untuk memenuhi salah satu kewajiban konstitusi, kami akan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2010, sebagai amanat Undang – Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (2).

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) merupakan laporan progres pembangunan untuk tahun yang bersangkutan dalam periode dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). LKPJ Bupati Sidoarjo tahun 2010, disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat dengan memperhatikan peraturan perundangan sebelumnya.

Oleh karena itu pada pemaparan kali ini akan kami sampaikan sesuai dengan sistematika tersebut, dalam lima bagian pemaparan, yaitu :

Bagian Pertama tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sebagai landasan kerja Bupati selama lima tahun masa jabatan;

Bagian Kedua tentang Keuangan Daerah.

Bagian Ketiga tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah;

Bagian Keempat tentang laporan pelaksanaan tugas pembantuan; dan

Bagian Kelima tentang penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.

Selanjutnya akan kami uraikan per bagian.

Bagian pertama adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sebagai landasan kerja Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selama lima tahun telah disusun dan merupakan penjabaran dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Visi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk tahun 2006 – 2010 sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sidoarjo  Tahun 2006 – 2010 adalah Sidoarjo Berkembang Menjadi Kawasan Jasa, Perdagangan, Industri Dan Sentra Agrobisnis Berbasis Kerakyatan Dengan Mengedepankan Pemenuhan Hak Sosial Dasar.

Visi ini dijabarkan ke dalam misi Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global.

2.  Menanggulangi kemiskinan secara terpadu melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

3.  Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkeadilan gender.

4.  Mewujudkan pemerintahan yang berkualitas, bebas dari KKN, dan profesional dalam kerangka good governance.

5.  Menegakkan supremasi hukum, menciptakan sistem keamanan dan ketertiban lingkungan dan menanggulangi bencana.

6.  Meningkatkan peluang investasi dan usaha berbasis potensi perekonomian rakyat yang berdampak peningkatan ekonomi masyarakat pada Pendapatan Asli Daerah.

7.  Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertanian guna mewujudkan sentra agrobisnis terpadu.

8.  Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang proporsional, berwawasan lingkungan,dan berkelanjutan

Untuk mencapai visi dan misi tersebut ditetapkan delapan strategi dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah ditetapkan dalam RPJMD untuk harus dilaksanakan oleh seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

Bagian kedua adalah Keuangan Daerah.

Realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2010 sebelum audit BPK adalah sebagai berikut:

Pendapatan Pemerintah Kabupaten tahun 2010 terealisasi sebesar Rp 1.674.851.603.132,32 (satu trilyun enam ratus tujuhpuluh empat milyar delapanratus limapuluh satu juta enamratus tiga ribu seratus tigapuluh dua rupiah tigapuluh dua sen). Realisasi ini tercapai sebesar 105,45% dari target pendapatan tahun 2010 yang sebesar Rp 1.588.321.489.393,04 (satu trilyun limaratus delapanpuluh delapan milyar tigaratus duapuluh satu juta empatratus delapanpuluh sembilan ribu tigaratus sembilanpuluh tiga rupiah empat sen).

Dari realisasi tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2010, terealisasi sebesar Rp 356.166.930.409,32 (tigaratus limapuluh enam milyar seratus enampuluh enam juta sembilanratus tigapuluh ribu empatratus sembilan rupiah tigapuluh dua sen).

Dana Perimbangan pada tahun 2010 terealisasi sebesar          Rp 969.298.842.540,00 (sembilanratus enampuluh sembilan milyar duaratus sembilanpuluh delapan juta delapanratus empatpuluh dua ribu limaratus empatpuluh rupiah).

Sedangkan Lain – Lain Pendapatan Yang Sah tahun 2010 terealisasi sebesar Rp 349.385.830.183,00 (tigaratus empatpuluh sembilan milyar tigaratus delapanpuluh lima juta delapanratus tigapuluh ribu seratus delapanpuluh tiga rupiah).

Adapun untuk belanja daerah tahun 2010 terealisasi sebesar Rp 1.584.371.028.912,19 (satu trilyun limaratus delapanpuluh empat milyar tigaratus tujuhpuluh satu juta duapuluh delapan ribu sembilanratus duabelas rupiah sembilanbelas sen).

Penyajian struktur belanja tahun 2010 sesuai dengan Pedoman Standar Akuntansi Pemerintah yang terdiri belanja operasi sebesar Rp 1.397.926.081.785,19 (satu trilyun tigaratus sembilanpuluh tujuh milyar sembilanratus duapuluh enam juta delapanpuluh satu ribu tujuhratus delapanpuluh lima rupiah sembilanbelas sen), untuk membiayai belanja modal sebesar Rp 174.710.771.486,00 (seratus tujuhpuluh empat milyar tujuhratus sepuluh juta tujuhratus tujuhpuluh satu ribu empatratus delapanpuluh enam rupiah) dan untuk membiayai belanja tidak terduga sebesar Rp 549.100.000,00 (limaratus empatpuluh sembilan juta seratus ribu rupiah).

Untuk Transfer/ Bagi Hasil kepada Pemerintah Desa tahun 2010 terealisasi sebesar Rp 11.185.075.641,00 (sebelas milyar seratus delapanpuluh lima juta tujuhpuluh lima ribu enamratus empatpuluh satu rupiah).

Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan Yang Terhormat

Selanjutnya akan kami sampaikan bagian ketiga tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelengarakan 31 urusan pemerintahan yang terdiri dari 26 urusan wajib dan 5 urusan pilihan. Penyelenggaraan urusan ini secara teknis dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.

Namun sebelum kami menyampaikan pelaksanaan dari masing masing urusan, perkenankanlah kami menyampaikan beberapa indikator makro. Indikator makro ini tercapai merupakan agregasi dari seluruh indikator yang ada dalam pencapaian kinerja dari seluruh urusan yang ada. Indikator tersebut adalah :

1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi. Pertumbuhan ekonomi daerah  tahun 2010 tercapai sebesar 5,17 %. Pertumbuhan yang tertinggi berasal dari sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 9,63%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 6,52%, sedangkan untuk  sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar minus 14,10%. Sedangkan dari kontribusi ekonomi, perekonomian Kabupaten Sidoarjo masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang menyumbangkan porsi 44,05%, kemudian diikuti dari sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan porsi 29,41% dan sektor angkutan dan komunikasi sebesar 12,25%. Hal ini menunjukkan, bahwa minat masyarakat/pengusaha dalam mengembangkan sektor industri pengolahan di kabupaten Sidoarjo semakin meningkat.

2. Tingkat Pengangguran Terbuka. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2010 sebesar 8,35%, angka ini jauh dibawah tingkat pengangguran terbuka tahun 2009 sebesar 10,19% dan tahun 2008 yang sebesar 11,91 %. Penurunan ini menunjukkan bahwa pembangunan Kabupaten Sidoarjo mampu mendorong tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Kabupaten Sidoarjo tahun 2010 tercapai sebesar 75,89.

IPM merupakan indikator agregasi dari indikator kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Indikator kesehatan diwakili indikator usia harapan hidup. Usia harapan hidup masyarakat sidoarjo tahun 2010 tercapai sebesar 70,39 tahun, lebih tinggi dari usia harapan hidup tahun 2009 yang sebesar 70,13 tahun. Indikator pendidikan berupa angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Angka melek huruf masyarakat Sidoarjo tahun 2010 tercapai sebesar 97,29%. Sedangkan rata – rata lama sekolah masyarakat tahun 2010 tercapai sebesar 9,52 tahun atau setara dengan pendidikan kelas 1 SMA. Sedangkan indikator ekonomi adalah paritas daya beli tahun 2010 tercapai sebesar Rp 645.837,00.

Selanjutnya perkenankanlah kami menyampaikan uraian pelaksanaan dari masing – masing urusan yang ada :

1. URUSAN PENDIDIKAN

Pelaksanaan pelayanan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2010 diarahkan pada terwujudnya pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Pelayanan tersebut telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari capaian indikator kinerja selama lima tahun sebagai berikut :

a.    Angka Partisipasi Murni (APM)

APM yang dicapai pada tahun 2010 untuk SD/MI sebesar 98,72%, SMP/MTs sebesar 73,17% dan SMA/MA/SMK sebesar 61,04%. Apabila dibandingkan dengan APM tahun 2009 pencapaian APM tersebut adalah untuk SD/MI sebesar 101,50%, SMP/MTs sebesar 72,18% dan SMA/MA/SMK sebesar 52,30%.

b.    Angka Partisipasi Kasar (APK)

APK yang dicapai pada tahun 2010 untuk SD/MI sebesar 109,96%, SMP/MTs sebesar 98,17% dan SMA/MA/SMK sebesar 82,69%;

c.     Angka putus sekolah (APS) secara umum mengalami penurunan. Tahun 2010, APS untuk SD/MI sebesar 0,02%, SMP/MTs sebesar 0,15% dan SMA/MA/SMK sebesar 0,47%. Apabila dibandingkan capaian tahun 2009 maka prestasi tahun 2010 mengalami peningkatan khususnya untuk tingkat SMA/MA/SMK yang meningkat dari 0,51% di tahun 2009 menjadi 0,47% di tahun 2010. Penurunan APS ini menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan semakin meningkat, disamping kesadaran masyarakat untuk mengikuti pendidikan semakin baik;

d.    Nilai rata – rata Ujian Akhir Nasional (UAN) pada seluruh jenjang tahun 2010 tercapai untuk SD/MI sebesar 7,57, SMP/MTs sebesar 8,01 dan SMA/MA/SMK sebesar 7,43. Apabila dibandingkan capaian tahun 2009 maka prestasi tahun 2010 mengalami penurunan untuk semua tingkatan karena tingkat kesulitan yang berbeda serta standar kelulusan yang semakin tinggi;

e.    Angka kelulusan sekolah pada semua jenjang pada tahun 2010 adalah untuk SD/MI sebesar 100% SMP/MTs sebesar 99,08%, sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 97,07%. Realisasi ini lebih kecil dari realisasi tahun 2009 yang pada saat itu tercapai untuk SD/MI sebesar 100% SMP/MTs sebesar 99,99% sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 99,995%;

f.      Rasio guru terhadap jumlah murid tahun 2010 adalah untuk SD/MI sebesar 1;19, SMP/MTs sebesar 1;14 sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 1;14. Realisasi ini dibandingkan tahun 2009 sedikit lebih rendah. Standar Nasional yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional adalah SD/MI sebesar 1:40, SMP/MTs sebesar 1:21 dan SMA/MA/SMK sebesar 1:21. Rasio tersebut menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan guru baik pada jenjang SD/MI, SMP/MTs maupun jenjang SMA/MA/SMK telah mencukupi dibandingkan dengan jumlah murid yang ada;

g.    Rasio kelas terhadap jumlah murid tahun 2010 adalah untuk SD/MI sebesar 1;30, SMP/MTs sebesar 1;36 sedangkan SMA/MA/SMK sebesar 1;33;

h.    Sedangkan kondisi bangunan sekolah. Untuk SD/MI yang dalam kondisi baik dan sedang sebesar 71,96%, SMP/MTs yang dalam kondisi baik dan sedang sebesar 91,02% dan SMA/MA/SMK yang dalam kondisi baik dan sedang sebesar 94,68%.

2. URUSAN KESEHATAN

Pelayanan kesehatan selama lima tahun diarahkan kepada Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Seluruh pelayanan tersebut telah terlaksana dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari seluruh indikator kinerja sebagai berikut :

a.    Angka kematian bayi mengalami penurunan dari AKB tahun 2009 sebesar 11,1 kematian per 1000 kelahiran hidup menjadi sebesar 9,6 kematian per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Angka tahun 2010 ini lebih baik dari  angka perkiraan nasional yang sebesar 35 kematian per 1000 kelahiran hidup ;

b.    Angka kematian balita tahun 2010 sebesar 10,18 kematian per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian ini juga lebih baik dari angka perkiraan nasional tahun 2010 yang sebesar 46 kematian per 1000 kelahiran hidup;

c.     Angka kematian ibu melahirkan tahun 2010 sebesar 79,98  kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih baik dari angka perkiraan nasional tahun 2010 yang sebesar 112 kematian per 100.000 kelahiran hidup;

d.    Sedangkan untuk prevalensi penyakit menular, Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi. Angka kesembuhan penyakit TB tahun 2010 dicapai sebesar 83,36% dari target yang ditetapkan setiap tahun sebesar 85 %. Belum tercapainya angka kesembuhan penyakit TB ini sebagian besar disebabkan kurang rajinnya pasien meminum obat. Sedangkan untuk angka kesakitan DB tahun 2010 sebesar 39,59 per 100.000 penduduk. Angka ini jauh diatas standar nasional yang sebesar 2 per 100.000 penduduk. Masih tingginya angka kesakitan DBD ini karena Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah endemis DBD dimana tingkat penularan DBD sangat tinggi, yang dipengaruhi antara lain mobilitas penduduk dan kebersihan lingkungan. Untuk itu upaya pencegahan DBD telah dilakukan melalui peningkatan peran serta masyarakat dengan Gerakan 3 M Plus (Menguras, menutup dan mengubur serta mencegah gigitan nyamuk), pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ) secara berkala serta upaya penyuluhan kepada masyarakat tentang pengenalan dini gejala DBD dan penanganan secara tepat;

e.    Balita dengan Gizi buruk, tahun 2010 ditemukan sebesar 0,04% dari target perkiraan sebesar kurang dari 0,1% dari jumlah balita yang ditimbang;

f.      Kecamatan bebas rawan gizi tahun 2010 tercapai sebesar 16 kecamatan;

g.    Penduduk yang memanfaatkan puskesmas tahun 2010 sebanyak 79,37% lebih tinggi dari tahun 2009 yang tercapai sebesar 70,54%;

h.    Penduduk yang memanfaatkan RSUD tahun 2010 tercapai sebesar 12,42%  lebih rendah dari capaian tahun 2009 yang sebesar 16,98%. Penurunan ini disebabkan pertumbuhan jumlah penduduk yang lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk yang memanfaatkan RSUD. Namun demikian realisasi persentase jumlah penduduk yang memanfaatkan RSUD jauh melampaui standar nasional yang sebesar 1,5%;

i.       Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. Tingkat hunian diukur dari penggunaan tempat tidur yang tersedia. Tingkat BOR tahun 2010 sebesar 65,80% setiap tahunnya. Angka ini belum ideal karena standar untuk BOR ini antara 75 % – 85 %;

j.       Lenght of Stay (LOS) / rata – rata lama tinggal pasien di RS tahun 2010 tercapai selama 3,55 hari. Sedangkan standar LOS sebesar 3 sampai 6 hari;

k.     Turn Over Interval (TOI)/ lama waktu jeda pemakaian tempat tidur antara pasien satu dengan yang berikutnya tercapai selama 1,82 hari. Standar TOI ditetapkan 1 – 3 hari.

l.       Nett Dead Rate (NDR) tahun 2010 tercapai sebesar 2,70%. Angka ini masih lebih tinggi dari standar yang ditetapkan BLUD yaitu  kurang dari 2,5 %.

3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP

Urusan ini diarahkan pada upaya untuk Meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Capaian kinerja selama lima tahun adalah :

a.    Pemenuhan baku mutu air, untuk limbah cair industri besar secara umum telah memenuhi baku mutu. Sedangkan untuk baku mutu air sungai terdapat beberapa sungai yang tidak memenuhi baku mutu yaitu Kali Pelayaran, Kali Buntung dan Kali Mangetan Kanal, Kali Sumber, Kali Buduran, Kali Kemambang, Kali Ketintang Pucang, Kali Sidokare, Kali Sekardangan, Kali Kedungulig, Kali Bahgepuk. Hal ini disebabkan sungai di Kabupaten Sidoarjo sebagian merupakan hilir yang bagian hulunya berada di kabupaten lain sehingga terjadi penumpukan residu karena proses aliran sungai.

b.    Pemenuhan baku mutu udara, di lokasi padat lalu lintas dan industri secara umum mutu udara di wilayah Sidoarjo masih di bawah standar baku mutu udara yang ditetapkan kecuali untuk parameter debu yang melebihi standar baku mutu terutama pada musim kemarau.

c.     Jumlah sampah yang terangkat ke TPA sebanyak 802 meterkubik per hari pada tahun 2010 sedikit menurun dibanding sebanyak 827 meterkubik per hari pada tahun 2009.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

4. URUSAN PEKERJAAN UMUM

Urusan pekerjaan umum selama lima tahun diprioritaskan pada upaya Meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana bidang pekerjaan umum. Capaian kinerja selama masa jabatan adalah:

a.  Kondisi jalan beraspal yang terdiri dari jalan beraspal kondisi baik tahun 2010 sepanjang 481,29 lebih rendah dari kondisi tahun 2009 yang sepanjang sepanjang 692,58 kilometer. Penurunan kondisi jalan ini disebabkan bertambahnya jumlah dan tingkat kerusakan jalan akibat volume lalulintas yang tinggi serta dampak bencana lumpur Porong menyebabkan kendaraan-kendaraan berat yang seharusnya melalui jalan arteri Porong berbelok melalui jalan alternatif yang kelas jalannya berada dibawahnya

b. Jumlah jembatan baik sebanyak 351 buah, jembatan kondisi sedang sebanyak 5 buah, sedangkan jembatan kondisi rusak sebanyak 4 buah ;

c.   Jumlah Penerangan jalan Umum yang dibangun dan dipelihara selama tahun 2010 sebanyak 16.831 (Enambelas ribu delapan ratus tigapuluh satu) titik atau terpenuhi sebesar 58,04% dari kebutuhan PJU seluruhnya sebesar 29.000 (duapuluh Sembilan ribu) titik.

d.   Luas daerah genangan banjir secara umum mengalami penurunan dari seluas 2.937,68 hektar di tahun 2009 menjadi seluas 1.380 hektar di tahun 2010. Apabila dirinci secara detil maka penurunan banjir terjadi pada wilayah pertanian dari seluas 1.021 hektar di tahun 2009 menjadi seluas 820 hektar pada tahun 2010. Sedangkan untuk wilayah permukiman menurun dari seluas 1.916,68 hektar di tahun 2009 menjadi seluas 560 hektar di tahun 2010;

e.    Sedangkan untuk luas areal dengan irigasi teknis di Kabupaten Sidoarjo tahun 2010 seluas 22.806 (duapuluh dua ribu delapanratus enam) Hektar, menurun dari luas tahun 2009 yang seluas 22.947 (duapuluh dua ribu sembilanratus empatpuluh tujuh). Penurunan ini karena adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan permukiman dan industri.

5. URUSAN PENATAAN RUANG

Urusan penataan ruang dilaksanakan oleh Bappeda dengan penekanan pada meningkatkan legalitas pengembangan wilayah. Capaian kinerja yang tercapai adalah penyusunan revisi dokumen RTRW, penyusunan revisi RDTRK dan penyusunan peraturan zonasi serta penyusunan dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

6. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Penyelenggaraan urusan ini diarahkan pada Optimalisasi tugas dan fungsi  perencanaan. Indikator kinerja yang dapat diukur adalah Dokumen perencanaan yang disusun tahun 2010 sebanyak 60 dokumen yang terdiri dari dokumen data perencanaan, dokumen perencanaan pembangunan sektor dan dokumen perencanaan keruangan. Dari seluruh dokumen yang disusun telah dimanfaatkan sesuai dengan keperluan penyusunan dokumen tersebut.

7. URUSAN PERUMAHAN

Penyelenggaraan urusan ini diarahkan pada Meningkatkan prasarana dasar masyarakat. Capaian kinerja selama lima tahun adalah :

a.    Jumlah sarana air bersih yang dibangun selama tahun 2010 sebanyak 4 unit.

b.    Panjang jalan lingkungan yang dibangun selama tahun 2010 sepanjang 30,46 kilometer. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah.

c.     Jumlah kejadian kebakaran selama tahun 2010 sebanyak 73 kejadian dengan total kerugian sebesar Rp 2.563.000.000,00  (dua milyar limaratus enampuluh tiga juta rupiah).

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

8. URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA

Kebijakan umum urusan ini selama lima tahun diarahkan kepada Meningkatkan peran serta generasi muda dalam pembangunan dan Meningkatkan prestasi dan kegiatan olahraga kemasyarakatan. Indikator kinerja yang berhasil dicapai untuk olah raga adalah jumlah cabang olah raga yang berprestasi sebanyak 12 cabang yaitu renang, catur, basket dan anggar yang memperoleh prestasi tingkat nasional serta cabang olahraga wushu, kempo, selam, pasi, panahan, gulat dan panjat tebing yang memperoleh prestasi tingkat provinsi.

9. URUSAN PENANAMAN MODAL

Urusan penanaman modal diarahkan pada Meningkatkan kualitas layanan perijinan dan penanaman modal. Indikator kinerja yang berhasil dicapai Selama tahun 2010, Jumlah investasi PMA tercapai sebesar Rp 125.786.720.000,00 (seratus duapuluh lima milyar tujuhratus delapanpuluh enam juta tujuhratus duapuluh ribu rupiah), jumlah investasi PMDN tercapai  sebesar Rp 615.732.968.115,00 (enamratus limabelas milyar tujuhratus tigapuluh dua juta sembilanratus enampuluh delapan ribu seratus limabelas rupiah) sedangkan jumlah investasi Non PMA/PMDN tercapai sebesar Rp 4.745.224.781.448,00 (empat trilyun tujuhratus empatpuluh lima milyar duaratus duapuluh empat juta tujuhratus delapanpuluh satu ribu empat ratus empatpuluh delapan rupiah).

10. URUSAN KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Urusan ini dilaksanakan dengan fokus untuk Meningkatkan kualitas/ kuantitas  KUKM. Indikator yang berhasil dicapai dalam mewujudkan fokus kerja tersebut adalah :

a.    Jumlah koperasi tahun 2010 sebanyak 1.253 unit meningkat dari jumlah tahun 2009 yang sebanyak 1.018 unit, dari jumlah tersebut sebanyak 1.067 koperasi merupakan koperasi aktif ;

b.    Jumlah KSP sehat tahun 2010 tercapai sebanyak 812 unit, lebih tinggi dari jumlah KSP sehat tahun 2009 yang ada sebanyak 742 unit.

c.     Selama tahun 2010, volume usaha koperasi tercapai sebesar Rp 585.506.598.000,00 (limaratus delapanpuluh lima milyar limaratus enam juta limaratus sembilanpuluh delapan ribu rupiah), sedangkan volume usaha UMKM sebesar Rp2.063.848.500.000,00 (dua trilyun enampuluh tiga milyar delapanratus empatpuluh delapan juta limaratus ribu rupiah);

d.    Bantuan untuk koperasi tahun 2010 sebesar Rp895.000.000,00 (delapanratus sembilanpuluh lima juta rupiah), sedangkan bantuan untuk UMKM sebesar  Rp 2.922.500.000,00 (dua milyar sembilanratus duapuluh dua juta limaratus ribu rupiah).

11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

Urusan kependudukan dilaksanakan untuk Meningkatkan pelayanan kependudukan. Kinerja yang berhasil dicapai pada tahun 2010 adalah :

a.    Persentase penduduk berKTP pada tahun 2010 sebesar 89,37%. Jumlah ini meningkat 4,68% dibanding tahun 2009 yang sebesar 84,69%.

b.    Pelayanan akta kependudukan selama tahun 2010 sebanyak 49.095 (empatpuluh sembilan ribu sembilanpuluh lima) akta yang terdiri dari akta kelahiran sebanyak 48.696 (empatpuluh delapan ribu enamratus sembilanpuluh enam) akta, akta kematian sebanyak 183 akta, akta perkawinan sebanyak 281 akta, akta perceraian sebanyak 98 akta.

12. URUSAN KETENAGAKERJAAN

Urusan ini difokuskan pada Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Usaha ini secara umum telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Indikator keberhasilan tersebut adalah :

a.    Penempatan tenaga kerja selama tahun 2010 sebanyak  9.437 orang.

b.    Jumlah perselisihan tenaga kerja dengan perusahaan tahun 2010 menurun dari perselisihan tahun 2009 sebesar 136 kejadian menjadi sebanyak 74 di tahun 2010.

c.     Kejadian kecelakaan kerja tahun 2010 mengalami peningkatan dari jumlah kecelakaan di tahun 2009 sebanyak 3.798 kejadian menjadi sebanyak 4.148 kejadian di tahun 2010.

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN

Urusan ini difokuskan pada meningkatkan ketahanan pangan daerah. Urusan ini secara umum telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Indikator keberhasilan tersebut adalah meningkatnya pola pangan harapan dari tahun 2005 sebesar 68,38 % menjadi 74,70% di tahun 2010. Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, Kabupaten Sidoarjo masih mengalami defisit tetapi masih dapat ditutup dari wilayah sekitar.

14. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Urusan ini terlaksana dengan difokuskan pada upaya untuk mewujudkan Pengarusutamaan Gender. Secara umum perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam lima tahun terakhir telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari 137 kasus kekerasan yang ditemui, seluruhnya telah ditangani oleh instansi yang terkait. Penanganan tersebut dalam bentuk advokasi dan pendampingan untuk memulihkan trauma psikologis.

Indeks Pembangunan Jender (IPJ) selama tahun 2010 tercapai sebesar 68,60 poin. Sedangkan Indek Pemberdayaan Jender tahun 2010 tercapai sebesar 60,58 poin.

15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

Urusan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga kecil. Indikator yang digunakan untuk menilai urusan ini adalah :

a.    Rasio peserta KB dengan Pasangan Usia Subur (PUS) tahun 2010 tercapai sebesar 80,77% yaitu dihitung dari jumlah peserta KB aktif  sebanyak 289.948 akseptor (duaratus delapanpuluh sembilan ribu sembilanratus empatpuluh delapan) pasangan dibandingkan prevalensi PUS sebesar 358.966 (tigaratus limapuluh delapan ribu sembilanratus enampuluh enam) pasangan.

b.    Untuk kejadian pernikahan wanita dibawah umur (kurang dari 20 tahun) mengalami penurunan yang cukup tinggi yaitu dari sebesar 3,52 % di tahun 2005 menjadi sebesar 0,25% di tahun 2010. Sedangkan usia rata-rata pernikahan perempuan mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 20,4 tahun menjadi sebesar 23,48 tahun di tahun 2010.

16. URUSAN PERHUBUNGAN

Urusan perhubungan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana transportasi. Pelaksanaan urusan ini secara umum telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari indikator yang dicapai pada tahun 2010 sebagai berikut :

a.    Pada tahun 2010 jumlah penumpang umum yang terangkut oleh angkutan umum sebanyak 60.821.000 (enampuluh juta delapanratus duapuluh satu ribu) orang. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2009 yang sebanyak 67.579.000 (enampuluh tujuh juta limaratus tujuhpuluh sembilan ribu) orang. Penurunan ini diakibatkan sebagian masyarakat mengalihkan pilihan transportasinya kepada transportasi pribadi khususnya kendaraan roda dua..

b.    Jumlah sarana transportasi sebagai berikut, halte sebanyak 12 buah, traffic light dalam kota sebanyak 36 buah, terminal sebanyak 7 buah, sub terminal sebanyak 59 buah dan dermaga sebanyak 12 buah. Dengan adanya sarana perhubungan ini diharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna jalan dapat ditingkatkan.

c.     Angka kecelakaan selama tahun 2010 sebanyak 306 kejadian menurun dibanding kejadian di tahun 2009 yang sebanyak 690 kejadian. Menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas karena meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan ditempatkannya TAC (Traffict Accident Center) yang merupakan posko gabungan antara Dishub, Polres, Jasa Raharja, dan tenaga kesehatan di daerah rawan kecelakaan  jalan Raya Trosobo.

17. URUSAN PERTANAHAN

Sejak Tahun 2005 sampai dengan Tahun 2010, urusan pertanahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih terbatas pada penyelesaian kasus Tanah Kas Desa dan koordinasi pembebasan lahan untuk pembangunan insfrastruktur dengan membentuk lembaga P2T. Sedangkan dari aspek perijinan di bidang pertanahan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memproses ijin lokasi dan Ijin Pengendalian dan pemanfaatan Ruang (IPPR). Ijin lokasi mulai diproses oleh BPPT sejak tahun 2009 yang sebelumnya diproses di BPN Kabupaten Sidoarjo.

18. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Urusan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Sistem Informasi dan Komunikasi yang Mantap untuk Mendukung Pelayanan Kepada Masyarakat. Komunikasi yang terjadi selama ini telah berjalan dengan baik terutama melalui situs internet, media cetak dan elektronik khususnya radio.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

19. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI

Urusan ini difokuskan kepada upaya meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Indikator yang digunakan untuk mengukur usaha ini adalah :

a.    Angka Kriminalitas mengalami penurunan dari angka kriminalitas tahun 2009 sebanyak 1.741 kejadian menjadi sebanyak 1.067 kejadian di tahun 2010.

b.    Pelanggaran perda yang ditemukan pada tahun 2010 sebanyak 2.823 kasus. Jumlah ini menurun dibanding jumlah kasus pada tahun 2005 sebanyak 2.940 kasus.

20. URUSAN OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN

Penyelenggaraan Urusan ini dilaksanakan berdasarkan azas-azas good governance untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dan pelaksanaan pelayanan kepemerintahan. Urusan ini secara umum telah terlaksana sesuai dengan harapan. Beberapa indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan urusan ini adalah :

a.    Realisasi PAD. Target PAD yang ditetapkan dalam APBD tahun 2010 sebesar Rp  310.343.872.396,04 (tigaratus sepuluh milyar tigaratus empatpuluh tiga juta delapanratus tujuhpuluh dua ribu tigaratus sembilanpuluh enam rupiah empat sen). Realisasi PAD tahun 2010 tercapai sebesar Rp  356.166.930.409,32 (tigaratus limapuluh enam milyar seratus enampuluh enam juta sembilanratus tigapuluh ribu empatratus sembilan rupiah tigapuluh dua sen) atau tercapai 114,77%.  Meskipun penerimaan PAD cukup tinggi namun apabila dibandingkan dengan besaran belanja setiap tahunnya maka proporsi PAD hanya menyumbang rata – rata sebesar 19,40% dari total realisasi belanja. Jumlah ini tentunya masih jauh dari kemandirian keuangan karena sebagian besar pembiayaan masih ditanggung oleh dana perimbangan.

b.    Belanja daerah pada tahun 2010 terealisasi sebesar Rp1.548.893.544.341,35 (satu trilyun limaratus empatpuluh delapan milyar delapanratus sembilanpuluh tiga juta limaratus empatpuluh empat ribu tigaratus empatpuluh satu rupiah tigapuluh lima sen).

c.     Opini BPK atas laporan keuangan Tahun 2009 adalah Tidak Memberikan Pendapat (TMP). Opini ini lebih rendah dari opini laporan keuangan tahun 2008 yang wajar dengan pengecualian (WDP).

d.    Jumlah temuan selama tahun 2010 oleh inspektorat maupun BPK sebanyak 428 temuan dengan nilai sebesar Rp  3.083.505.643,25 (tiga milyar delapanpuluh tiga juta limaratus lima ribu enamratus empatpuluh tiga rupiah duapuluh lima sen). Dari seluruh temuan tersebut telah ditidaklanjuti sebanyak 321 temuan dengan nilai sebesar Rp  2.797.060.772,25 (dua milyar tujuhratus sembilanpuluh tujuh juta enampuluh ribu tujuhratus tujuhpuluh dua rupiah duapuluh lima sen).

e.    Jumlah pelanggaran disiplin yang terjadi selama tahun 2010 sebanyak 20 kejadian. Apabila dibandingkan dengan jumlah PNS yang ada di pemerintah kabupaten tahun 2010 yang sebanyak 15.812 maka kejadian pelanggaran disiplin hanya sebesar 0,13%.

f.      Sampai dengan tahun 2010, jumlah SKPD yang telah mempunyai SPM sebanyak 5 SKPD. Selain SPM, sebanyak 63 unit pelayanan telah memiliki standar pelayanan publik (SPP).

g.    Pada tahun 2010, dilakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat pada 12 unit pelayanan dengan nilai rata-rata 75,95 dengan kategori baik.

h.    Alokasi Dana Desa. Jumlah Pemerintah desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 322 desa. Pada tahun 2005, setiap desa rata – rata mendapatkan alokasi sebesar Rp29.113.899,00. Jumlah ini terus meningkat hingga pada tahun 2010 setiap desa rata – rata mendapatkan alokasi sebesar Rp 69.870.000,00.

i.       Jumlah kasus yang dihadapi selama tahun 2005 – 2010 sebanyak 51 kasus dengan penyelesaian sampai dengan tahun 2010 sebanyak 46 kasus. Sisa kasus pada akhir 2010 sebanyak 5 kasus.

21. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Urusan pemberdayaan masyarakat diarahkan pada Meningkatkan kinerja partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

a.    Dana partisipasi Masyarakat. Jumlah dana partisipasi masyarakat yang terkumpul untuk pembangunan sejak tahun 2010 sebanyak Rp 61.675.475.384,00 (enampuluh satu milyar enamratus tujuhpuluh lima juta empatratus tujuhpuluh lima ribu tigaratus delapanpuluh empat rupiah). Dana tersebut diantaranya berasal dari dana partisipasi masyarakat atas dana stimulan Block grant yang telah dianggarkan setiap tahunnya.

b.    Rumah Tidak layak Huni yang direhabilitasi. Jumlah rumah tidak layak huni hasil pendataan sebanyak 7.019 rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut selama tahun 2006 – 2009 telah direhabilitasi melalui bantuan anggaran pemerintah kabupaten sebanyak 5.269 rumah dan pada tahun 2010 telah dilaksanakan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.250 dengan rincian berasal dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.000 rumah dan APBD Kabupaten Sidoarjo sebanyak 250 rumah. Dengan demikian pada akhir tahun 2010 diharapkan jumlah rumah tidak layak huni tinggal berjumlah 500 rumah.

22. URUSAN SOSIAL

Urusan sosial dilaksanakan diarahkan untuk Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan upaya ini adalah:

a. Jumlah keluarga miskin tahun 2010 sebanyak 61.971 (enampuluh satu ribu sembilanratus tujuhpuluh satu) KK atau sebanyak 207.019 (duaratus tujuh ribu sembilan belas) jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari:

-    Sangat Miskin          10.854 KK

-    Miskin                     18.755 KK

-    Hampir Miskin          32.362 KK

Jumlah ini setara dengan 10,50 % jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo. Jumlah ini masih lebih rendah apabila dibandingkan dengani rata – rata kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang sebesar 16,68 %

b.    Jumlah PMKS mengalami penurunan yang cukup tinggi dari PMKS tahun 2005 sebanyak 56.728 (limapuluh enam ribu tujuhratus duapuluh delapan) jiwa menjadi sebanyak 32.489 (tigapuluh dua ribu empatratus delapanpuluh sembilan) jiwa pada tahun 2010.

c.     Seluruh keluarga miskin telah menerima bantuan beras untuk keluarga miskin (RASKIN), baik dari APBN maupun APBD Kabupaten.

d.    Tempat Ibadah yang dibantu setiap tahunnya rata-rata sebanyak 75 tempat ibadah yang terdiri dari masjid dan mushola dengan dana yang tersalur sebesar Rp1.500.000.000,00 (satu milyar limaratus juta rupiah).

23. URUSAN KEBUDAYAAN

Urusan ini dilaksanakan untuk mewujudkan pelestarian dan pemberdayaan seni budaya. Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan upaya ini adalah:

a.    Jumlah prestasi budaya selama tahun 2010 sebanyak 7  even kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya adalah adalah Penyaji Terbaik Festival Ludruk se-Jawa Timur, Penyaji terbaik Festival Lagu Daerah se-Jawa Timur dan Festival Karya tari se Jawa Timur.

b.    Jumlah kelompok seni yang ada pada tahun 2010 sebanyak 307 kelompok. Melalui pembinaan yang terus menerus diharapkan kelompok seni inilah yang akan menjadi pelestari budaya di daerah.

24. URUSAN STATISTIK

Urusan ini dilaksanakan dengan mewujudkan dokumen statistik daerah yang valid dan akurat. Dokumen yang telah dihasilkan diantaranya adalah buku Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka, Perhitungan PDRB, Indeks Pembangunan Jender dan Pengukuran IPM. Dokumen tersebut setiap tahun telah mampu disusun secara tepat waktu.

25. URUSAN KEARSIPAN

Urusan ini dilaksanakan dengan fokus pada Meningkatnya pengamanan arsip yang bernilai historis tinggi. Jumlah satuan kerja yang menerapkan sistem kearsipan yang baku pada tahun 2010 sebanyak 65 SKPD. Untuk meningkatkan jumlah SKPD yang menerapkan sistem kearsipan baku  dilakukan bimbingan dan pelatihan kepada satuan kerja yang dianggap masih kurang baik sistem kearsipannya.

26. URUSAN PERPUSTAKAAN

Urusan ini dilaksanakan untuk Meningkatnya kunjungan dan Peminjam di Perpustakaan. Jumlah pengunjung perpustakaan daerah tahun 2010 sebanyak 38.590  (tigapuluh delapan ribu limaratus sembilanpuluh) pengunjung. Koleksi buku yang dimiliki sebanyak 37.110 (tigapuluh tujuh ribu seratus sepuluh) buku dengan 18.540 (delapanbelas ribu limaratus empatpuluh) judul buku. Dengan semakin banyaknya pengunjung menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Sidoarjo cukup tinggi.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat,

27. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Urusan yang dilaksanakan untuk mencapai Meningkatnya produksi dan produktivitas perikanan dan kelautan. Indikator yang dapat diukur untuk menilai keberhasilan upaya ini adalah:

a.    Produksi perikanan kabupaten tahun 2010 sebesar 68.415 ton yang terdiri dari perikanan laut, perairan umum, budidaya kolam dan tambak.

b.    Dari sisi produktivitas yang diukur adalah udang windu dan bandeng. Produktivitas udang windu tahun 2010 sebesar 240 kg/ha. Sedangkan untuk produktivitas bandeng sebesar 1.227 kg/ha.

c.     Sedangkan untuk konsumsi ikan masyarakat mengalami peningkatan dari konsumsi tahun 2005 yang sebesar 19,75 kilogram/kapita/tahun menjadi sebesar 25,39 kilogram/ kapita/tahun pada tahun 2010.

28. URUSAN PERTANIAN

Urusan pertanian dilaksanakan untuk Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian serta produksi perkebunan.

Indikator untuk pencapaian kinerja urusan ini adalah :

a.    Produksi sebagian besar komoditas penting kabupaten selama tahun 2010 mengalami penurunan produksi.

Produksi padi menurun dari 215.234 (duaratus limabelas ribu duaratus tigapuluh empat) ton pada tahun 2009 menjadi sebesar 206.150 (duaratus enam ribu seratus limapuluh) ton pada tahun  2010.

Jagung dari 10.064 kuintal di tahun 2009 menjadi sebesar 7.156 kuintal di tahun 2010.

Kacang hijau dari 22.039 (duapuluh dua ribu tigapuluh sembilan) kuintal pada tahun 2009 menjadi sebesar 13.073 (tiga belas ribu tujuhpuluh tiga) kuintal pada tahun 2010.

Penurunan produksi ini disebabkan adanya pengaruh anomali iklim pada tahun 2010 curah hujan lebih besar dari pada tahun 2009, hal ini sangat berpengaruh terhadap luas areal  panen komoditas.

b.    Dari sisi produktivitas, seluruh komoditas mengalami peningkatan. Produktivitas padi meningkat dari 62,98 kwintal per hektar di tahun 2009 menjadi 63,73 kuintal per hektar di tahun 2010. Jagung meningkat dari dari 34,00 kwintal per hektar di tahun 2009 menjadi 35,60 kuintal per hektar di tahun 2010. Kacang hijau meningkat dari 11 kwintal per hektar di tahun 2006 menjadi 11,15 kuintal per hektar di tahun 2009.

c.     Untuk komoditas perkebunan, produksi tebu tahun 2010 sebesar 569.919 (limaratus enampuluh sembilan ribu sembilanratus sembilanbelas) ton. Dari sisi produktivitas tebu tahun 2010 sebesar 984,02 kwintal per hektar.

d.    Dari sisi peternakan, produksi daging meningkat dari produksi tahun 2009 sebesar 12.681,17 (duabelas ribu enamratus delapanpuluh satu koma tujuh belas) ton menjadi sebesar 13.315 (tigabelas ribu tigaratus limabelas) ton di tahun 2010. Produksi susu meningkat dari 3.095.619 (tigajuta sembilanpuluh lima ribu enamratus sembilanbelas) liter di tahun 2009 menjadi sebesar 3.207.174 (tigajuta duaratus tujuh ribu seratus tujuhpuluh empat) liter di tahun 2010. Sedangkan produksi telur pada mengalami peningkatan dari 958,9 ton pada tahun 2009 menjadi sebanyak 987,6 ton pada tahun 2010.

29. URUSAN PARIWISATA

Urusan pariwisata dilaksanakan untuk Meningkatkan kunjungan wisatawan. Selama tahun 2010 jumlah kunjungan wisata sebanyak 470.465 (empatratus tujuhpuluh ribu empatratus enampuluh lima) wisatawan. Wisatawan yang berkunjung terutama adalah wisatawan lokal dan berkunjung pada obyek – obyek yang ada yaitu wisata kuliner sebanyak 26 obyek, wisata religi sebanyak 14 obyek, wisata belanja sebanyak 12 obyek dan wisata alam sebanyak 11 obyek.

30. URUSAN INDUSTRI

Urusan industri dilaksanakan untuk Meningkatkan produksi sektor industri. Jumlah industri yang ada di Kabupaten Sidoarjo tahun 2010 sebanyak 14.501 (empatbelas ribu limaratus satu) industri yang tersebar dalam 70 klaster industri.

Seluruh industri tersebut selama tahun 2010 menghasilkan volume industri sebesar Rp 780.767.890.000,00 (tujuhratus delapanpuluh milyar tujuhratus enampuluh tujuh juta delapanratus sembilanpuluh ribu rupiah).

Sektor Produksi ini pada tahun 2010 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 167.590 (seratus enampuluh tujuh ribu limaratus sembilanpuluh) tenaga kerja.

31. URUSAN PERDAGANGAN

Urusan perdagangan dilaksanakan untuk meningkatkan volume perdagangan.

Jumlah pelaku usaha perdagangan yang ada di Kabupaten Sidoarjo tahun 2010 sebanyak 27.203 (duapuluh tujuh ribu duaratus tiga) pedagang.

Usaha perdagangan tersebut selama tahun 2010 menghasilkan volume perdagangan sebesar Rp 7.598.832.360.000,00 (tujuh trilyun limaratus sembilanpuluh delapan milyar delapanratus tigapuluh dua juta tigaratus enampuluh ribu rupiah).

Sedangkan untuk nilai ekspor daerah selama tahun 2010 tercapai sebesar  US$ 1.361.629.594,10 (satu milyar tigaratus enampuluh satu juta enamratus duapuluh sembilan ribu limaratus sembilanpuluh empat US Dollar sepuluh sen).

Sektor perdagangan ini pada tahun 2010 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 222.601 (duaratus duapuluh dua ribu enamratus satu) tenaga kerja.

Dari sisi pemanfaatan pasar, jumlah stan pasar yang dimiliki oleh kabupaten tahun 2009 sebanyak 13.178 (tigabelas ribu seratus tujuhpuluh delapan) stan. Dari seluruh stan tersebut yang dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk berjualan sebanyak 12.229 stan. Sedangkan pada sisi lain terdapat pedagang yang berjualan di luar tempat yang telah disediakan atau pedagang lesehan sebanyak 949 pedagang. Atas permasalahan pasar ini telah dilakukan upaya penataan ulang perbaikan sarana dan prasarana pasar.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat

Bagian keempat adalah Laporan Pelaksanaan Tugas pembantuan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, selain melaksanakan urusan otonomi daerah juga melaksanakan tugas – tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.

Tugas Pembantuan yang diterima

Nilai realisasi tugas pembantuan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten selama tahun 2010 sebesar Rp 46.222.960.555,00 (empatpuluh enam milyar duaratus duapuluh dua juta sembilanratus enampuluh ribu limaratus limapuluh lima rupiah) yang seluruhnya merupakan tugas pembantuan yang berasal dari APBN.

Dari seluruh dana tugas pembantuan tersebut, kegiatannya dilaksanakan untuk program :

1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah dengan realisasi belanja sebesar Rp 608.667.500,00 (enamratus delapan juta enamratus enampuluh tujuh ribu limaratus rupiah), yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindag dan ESDM Kabupaten Sidoarjo

2.Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan realisasi belanja sebesar Rp 669.675.000,00 (enamratus enampuluh sembilan juta enamratus tujuhpuluh lima ribu rupiah), yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo

3.Program Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan realisasi belanja sebesar Rp 20.100.000,00 (duapuluhjuta seratus ribu rupiah), yang dilaksanakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan  Kabupaten Sidoarjo

4.Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan realisasi belanja sebesar Rp 353.384.000,00 (tigaratus limapuluh tiga juta tigaratus delapanpuluh empat ribu rupiah), yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidoarjo

5.Program Peluasan dan  Pengembangan Kesempatan Kerja dengan realisasi belanja sebesar Rp 326.995.200,00 (tigaratus duapuluh enam juta sembilanratus sembilanpuluh lima ribu duaratus rupiah), yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo

6.Program Upaya Kesehatan Perorangan dengan realisasi belanja sebesar Rp 24.144.391.455,00 (duapuluh empat milyar seratus empatpuluh empat juta tigaratus sembilanpuluh satu ribu empatratus limapuluh lima rupiah), yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo

7.Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan dengan realisasi belanja sebesar Rp 381.930.000,00 (tigaratus delapanpuluh satu juta sembilanratus tigapuluh ribu rupiah), yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo

8.Informasi Publik dengan realisasi belanja sebesar Rp109.900.000,00 (seratus sembilan juta sembilanratus ribu rupiah), yang dilaksanakan     Bagian Hukum dan Protokol Setda Kabupaten Sidoarjo

9.Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dengan realisasi belanja sebesar Rp 32.670.000,00 (tigapuluh dua juta enamratus tujuhpuluh ribu rupiah), yang dilaksanakan BPMPKB Kabupaten Sidoarjo

10. Program PPK dengan realisasi belanja sebesar Rp147.055.400,00 (seratus empatpuluh tujuh juta limapuluh lima ribu empat ratus rupiah), yang dilaksanakan        Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo.

11.Program Raskin APBN dengan realisasi belanja sebesar Rp19.428.192.000,00 (sembilanbelas milyar empatratus duapuluh delapan juta seratus sembilanpuluh dua ribu rupiah), yang dilaksanakan Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Kabupaten Sidoarjo

Tugas pembantuan yang diberikan.

Selama tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum memberikan tugas pembantuan secara eksplisit kepada desa/kelurahan. Dana yang diberikan baru berbentuk bantuan stimulan pembangunan desa dan kelurahan. Bantuan ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan kepada desa untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat

Sedangkan bagian kelima adalah tentang Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan.

Tugas umum pemerintahan yang kami laksanakan selama tahun 2010 adalah :

1. Kerjasama Antar Daerah

Kerjasama antar daerah yang dilakukan selama tahun 2010 sebanyak 7 kerjasama ditambah 1 kerjasama sister city dengan pemerintah Kota Jinan, Republik Rakyat Cina.

2. Kerjasama daerah dengan Pihak Ketiga

Kerjasama dengan fihak ketiga yang telah dilakukan dalam tahun 2010 sebanyak 13 perjanjian kerjasama dengan 13 instansi mitra.

3.    Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Di Daerah, selama tahun 2010 koordinasi dengan instansi vertikal di daerah telah berjalan dengan baik. Koordinasi ini bukan saja mengeratkan hubungan antar lembaga namun juga memberikan hasil yang positif yang dirasakan oleh masyarakat. Koordinasi tersebut diantaranya dilakukan dengan:

a)    Seluruh jajaran Muspida di wilayah Sidoarjo dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban ;

b)   Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam hal penyelesaian masalah hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan.

c)    Kepolisian Negara Resor Sidoarjo dalam hal kerjasama sinergi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

d)   Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo dalam hal penyusunan dokumen statistik daerah.

4.    Pembinaan batas wilayah, dalam tahun 2010 tetap dilanjutkan kegiatan yang telah ditetapkan periode sebelumnya yaitu pembinaan batas wilayah sebagai berikut :

a)    Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik telah ditandai sebanyak 17 Pilar Acuan Batas Utama (PABU) dan telah diterbitkannya Permendagri no. 56 tahun 2008 tentang batas daerah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Desember 2008.

b)   Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Pasuruan telah ditandai sebanyak 21 Pilar Acuan Batas Utama (PABU)  dan telah memiliki payung hukum dengan diterbitkannya Kepmendagri Nomor 47 Tahun 2007 tentang Batas Daerah Kabupaten Pasuruan dengan Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 September 2007.

c)    Batas Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Mojokerto masih dalam proses pemancangan pilar batas acuan utama dan secara yuridis belum ada penegasan melalui Permendagri tentang batas daerah tersebut.

5.    Pencegahan dan Penanggulangan Bencana,

Selama tahun 2010, di Kabupaten Sidoarjo menangani beberapa bencana alam yang terjadi sebagai berikut :

1.    Semburan Lumpur Panas Porong yang menenggelamkan 13 desa pada 3 kecamatan. Bencana ini cukup berat dirasakan oleh masyarakat terutama terkait dengan pengungsian, relokasi warga dan ganti rugi bagi masyarakat. Bencana ini telah    ditangani    oleh   pemerintah   pusat  melalui  Badan

Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Potensi bencana yang dirasakan pada saat ini adalah kemungkinan meluasnya luapan lumpur mengingat semakin banyaknya ditemukan titik – titik semburan baru pada radius wilayah yang semakin luas. Yang paling utama yang harus diantisipasi adalah terjadi penurunan (subcident) tanah pada radius 1,5 kilometer dari pusat semburan di Banjarpanji.

2.    Puting beliung.  bencana ini tidak dapat diperkirakan kejadiannya mengingat kejadian ini sangat dipengaruhi faktor alam terutama pada musim pancaroba.

3.    Banjir/Genangan. Bencana ini pada umumnya disebabkan karena tingginya curah hujan pada saat tertentu yang dibarengi dengan pasangnya air laut serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemeliharaan saluran, utamanya saluran pada kawasan permukiman.

4.    Kebakaran. Pada tahun 2010 terjadi 73 kejadian dengan kerugian sebesar total kerugian sebesar Rp 2.563.000.000,00.

Solusi yang telah dilakukan untuk menanggulangi bencana antara lain :

  • Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana,
  • Membentuk satuan pelaksana penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi (SATLAK PBP),
  • Membentuk Taruna siaga bencana (TAGANA).

6.    Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Selama tahun 2010, di Kabupaten Sidoarjo tidak terjadi gangguan ketentraman dan ketertiban  umum yang  mengarah

kepada konflik yang berbasis SARA, separatisme dan anarkisme. Gangguan yang terjadi sangat bersifat lokal dan individual yang secara keseluruhannya masih mampu diselesaikan oleh masyarakat sendiri maupun aparat pemerintah mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan  dan kabupaten.

Saudara Pimpinan, Anggota dan Sidang Dewan Yang Terhormat

Akhirnya, dengan segala daya upaya dan dukungan kemitrasejajaran Eksekutif – Legislatif yang terbangun selama ini, kami telah berusaha semaksimal dan semampu kami untuk mengemban amanah yang amat mulia ini, dan selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya evaluasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2010  ini kepada Dewan Yang terhormat. Kami menganggap penyampaian laporan ini bukan sekedar sebuah formalitas pertanggungjawaban, melainkan adalah sebuah laporan pertanggungjawaban atas kinerja yang transparan, akuntabel oleh Pemerintah Daerah atas sejumlah dana dan program-program pembangunan yang diamanatkan oleh masyarakat yang akan menjadi kajian evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan pemerintahan di masa datang.

Demikian Laporan ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wassalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

BUPATI SIDOARJO,

H. SAIFUL ILAH SH, MHum


Beri Komentar