Pencarian
PKB, Demokrat dan Koalisi 3 Partai Mulai Fokus Cabup & Cawabup
Lobi-lobi politik dan negoisasi antarelite parpol di Sidoarjo berlangsung alot. Kini, fokus tertuju pada Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG), yang baru saja menutup pendaftaran cabup/cawabup. Siapa nama tokoh yang bakal diloloskan?
Sebagai partai pemenang Pemilu 2009 (dengan 11 kursi di DPRD Sidoarjo), PD sangat berambisi menduduki jabatan bupati Sidoarjo periode 2010-2015. Pimpinan DPC juga berkali-kali mengungkapkan keinginannya untuk memimpin Sidoarjo lima tahun ke depan.
Ada beberapa nama yang disiapkan, namun tak berjalan sesuai dengan skenario. Bambang Joelianto, misalnya. Kepada Dinas PU Bina Marga, itu ternyata dipanggil Allah sebelum sempat daftar sebagai cabup. Sebanyak 12 orang (dari 15 tokoh) telah mengembalikan formulir di Partai Demokrat.
Mereka adalah Tri Ratih Agustina (Kepala Dinas Kesehatan), H Sarto (Ketua DPC PD), Achmad Sholeh (mantan Kepala Dinas Pasar), H Supriyadi (guru), Soetjipto (Kabag Humas dan Protokol), Jalaluddin Alham (anggota DPRD Provinsi Jatim), H Mursidi (kontraktor), Sumanadi (profesional), Totok Mardi (pengusaha/kontraktor), Hilmi (politisi), Ali Ghofar (Kepala Dinas Pasar), Eko Yuniarso Arif (Sekretaris BKPP Bappeko Surabaya, kakak kandung almarhum Bambang Joelianto).
PD memang sangat diminati banyak tokoh, karena partai yang didirikan Presiden SBY, ini menjadi pemenang pemilu di berbagai daerah. Dari para pendaftar tersebut, nama yang diunggulkan adalah Tri Ratih Agustina. Meski popularitasnya masih sangat rendah (elektabilitasnya belum diukur), Tri dianggap mampu menggantikan almarhum Bambang. Kabarnya, dia didukung dan dimaui pendopo. Nama lain yang dijagokan adalah H Sarto, Jalaluddin, dan Totok. Kemungkinan besar, ketiganya hanya sebagai cawabup.
Meski terkesan aneh, panitia pendaftaran masih merahasiakan tiga nama pendaftar (kemungkinan Fandi Utomo, yang tidak direkom DPP PD untuk cawali
Surabaya dan Emy Susanti, istri Bupati Sidoarjo Win Hendrarso). Bisa jadi, mereka akan diposisikan sebagai cabup. Itu pun masih harus menunggu hasil survei. Jika popularitas mereka tinggi dan bisa dinaikkan dalam kurun waktu dua-tiga bulan, barulah diterjunkan di lapangan untuk bertarung dengan jago PKB dan PG. Koalisi Partai Golkar dengan PKNU dan Gerindra, berhasil menjaring enam nama bakal cabup/cawabup. Yakni, Gesang Budiarso, Bambang Prasetyo Widodo (Wiwid), Khoirul Chodirin, Warih Andono (ketua DPD II PG Sidoarjo), Kusbani, dan Achmad Sholeh.
Tentu, nama Gesang yang paling diunggulkan. Orang penting di Lapindo yang kini menjabat sekretaris DPD I PG Provinsi Jawa Timur, ini dikenal sebagai tangan kanan Aburizal Bakrie dan Nirwan Bakrie. Wajar, jika Gesang diplot menjadi calon bupati Sidoarjo, karena kekayaan Aburizal di wilayah ini mencapai triliunan rupiah. Gesang yang pernah jadi caleg DPR RI dari Dapil I (Surabaya- Sidoarjo), setidaknya punya modal sosial yang cukup. Ia juga aktif menyumbang masjid dan ikut semaan Alquran Al Muttaqin. Yang spektakuler, modal finansialnya unlimited. Berapa pun biaya yang dibutuhkan untuk merebut W-1, pasti akan digelontorkan Bakrie Bersaudara.
Bahkan, siapa pun cabup Sidoarjo, jika ingin menang, harus mendapat “restu” dan “support dana” dari Lapindo Group. Selain Gesang, ada nama lain yang dipasang, yakni Bambang Prasetyo Widodo alias Wiwid. Putra mantan Bupati Sidoarjo Soewandi, ini jadi calon cadangan.
Jika nama Gesang tidak landing, kemungkinan Wiwid akan diterjunkan. Hanya saja, Golkar masih kesulitan mencari pasangan. Bisa untuk posisi orang nomor 1, jika tingkat popularitas dan elektabilitas cabup Golkar rendah dan untuk posisi W-2 jika popularitas cabup PG cukup tinggi. Siapa pun cabup/ cawabup yang direkom DPP PG, dia harus menggandeng kader nahdliyin. Jika tidak, akan sulit menandingi Saiful Ilah (PKB) maupun cabup yang dijagokan pendopo.
Sekarang tengah berlangsung lobi-lobi politik antara penggede Golkar dengan tokoh-tokoh NU. Intinya, Golkar minta salah satu kader terbaik NU untuk dipasangkan dengan cabup/ cawabup PG. NU menyanggupi. Awalnya, PG sangat berminat koalisi dengan Saiful Ilah (ketua DPC PKB dan Wabup Sidoarjo). Tapi, lantaran PKB mengajukan satu paket cabup/ cawabup, Golkar mencari alternatif
dengan menggandeng kader nahdliyin. Siapa yang dipilih, masih terus digodok. Golkar sangat mempertimbangkan bahwa siapa pun cabup/cawabup yang diusung, NU akan jadi kunci penentu kemenangan.
*)Penulis adalah mantan Pemred Jawa Pos, kini direktur Ko Hin Institute.

































