Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

Potret Pilkada Sidoarjo Yang Bermartabat

1 comment

Aman berkat Sikap Politik Warga Sidoarjo yang Dewasa

DITULIS SETAHUN: Caturahadi menunjukkan buku pilkada Sidoarjo yang merupakan karya keempatnya.

Kemenangan pasangan Saiful Ilah-MG Hadi Sutjipto (Suci) dalam Pilkada Sidoarjo menyisakan banyak cerita. Liku-liku perjalanan Suci menuju Pendapat Delta Wibaya itulah yang ‘dipotret’  Caturahadi  lewat tulisannya

‘CATATAN Kecil Pemilukada Sidoarjo Pesta Demokrasi yang Bermartabat’ merupakan buku keempat Caturahadi, penulis asal Sidoarjo. Buku setebal 205 halaman tersebut menceritakan mulai persiapan pilkada, rumor calon-calon yang akan maju, penjaringan calon oleh partai politik, hingga diselesaikannya pesta demokrasi warga Sidoarjo pada 25 Juli 2010 itu.

Tulisan Caturahadi dimulai dari kemenangan Partai Demokrat pada pileg 2009 lalu. Partai yang diketuai Anas Urbaningrum tersebut berhasil menyisihkan partai besar lainnya seperti PKB, PDIP, dan Golkar yang telah mengakar di Sidoarjo. Kemenangan Demokrat membuat persaingan pilkada menjadi lebih menarik, kendati akhirnya Suci (PKB) yang tampil sebagai pemenang.

Kedewasaan politik para tokoh dan masyarakat  Sidoarjo juga menjadi catatan bapak dua anak ini. Karena itu pilkada berjalan aman dari pentahapan awal hingga akhir. Terbukti, pasangan Imam Sugiri-Akhmad Fathoni (Mathon) yang tergelincir dari kursi pencalonan karena didepak PAN sebagai partai pengusung, juga legawa dengan tidak mengerahkan massa untuk menghambat jalannya pilkada.

Selain itu, sikap legawa juga ditunjukkan Kepala Dinas Pasar Ali Ghofar, M Sholeh, Eko Yuniarso, yang tersingkir lantaran Partai Demokrat lebih memilih Yuniwati Teryana sebagai cabup, dan Sarto sebagai cawabup. “Situasi politik seperti inilah yang membuat Pilbup Sidoarjo berjalan aman hingga akhir,” kata Caturahadi, kemarin (19/10).

Kemenangan Suci, meski baru dari hasil quick count (hitung cepat), ternyata langsung disikapi secara arif oleh ‘sang jenderal’ Bupati Win Hendrarso. Padahal istrinya, Emy Susanti, ikut bertarung dalam pilkada. Saat itu Win langsung mendatangi pasangan Suci dan memberikan ucapan selamat.

Pria kelahiran Lumajang, 22 Desember 1965, ini juga tak luput mencatat kecekatan Polres Sidoarjo yang dipimpin Kapolres M Iqbal dalam mengamankan jalannya pilkada. Caturahadi menulis, kedewasaan politik warga Sidoarjo yang distimulan dengan penetrasi psikologis menghasilkan pilbup yang layak contoh bagi kabupaten maupun kota lain.

Caturahadi membutuhkan waktu setahun dari Mei 2009 hingga berakhirnya pilkada Sidoarjo untuk merampungkan bukunya. Buku yang akan dicetak 1.000 eksemplar itu bakal dijadikan suvenir acara pelantikan pasangan Suci, 1 November mendatang.

(Sumber : Koran Radar Surabaya )


  1. BAGUS, ada dokementasi pilkada sidoarjo. Pemenangnya harus mengingat buku ini sebagai bahan bekerja dan bertindak, termasuk agenda yang pernah dijadikan tema kampanya pilkada, termasuk pasangan yang telah legawa tidak terpilih. Kemenangan untuk layanan masyarakat, bukan sekedar meraih kekuasaan belaka. Buku ini akan digunakan untuk melakukan evaluasi setiap tahun perjalanan pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif, terutama partai pendukung. Rakyat akan mengawasi setiap saat dan buku ini menjadi sarana untuk menagih janji jika tidak mampu melaksanakan visi dan misi ketika kampanye. selamat dan sukses

Beri Komentar