Pencarian
Profil Anggota Dewan yang Sukses Didunia Usaha
I Wayan Dendra,SH Ketua Fraksi Gerakan Hati Nurani
Sidoarjo, Bhirawa : Bila mau mengubah barang kotor atau sampah menjadi uang harus berguru pada I Wayan Dendra. Karena, Anggota DPRD Sidoarjo ini tahu persis bagaimana mengolah sampah menjadi uang. Bisnis “kotor” yang ditekuni sejak lama telah melambungkan statusnya menjadi politisi handal.
Sebelum sukses seperti ini, ia pernah “mbambung” di Jakarta mulai jadi sopir antar jemput hostes, tukang ngucut kartu judi -Wayan hanya bertugas tukang kucut kartu, tetapi tidak ikut judi-, asisten makelar STNK dan BPKB. “Kalau makelarnya mending. Tetapi saya cuma asistennya makelar,” terangnya. Semua kehidupan pahit di ibu kota ditekuni tanpa keluhan, karena sejak kecil dilahirkan sebagai anak miskin di Jembrana, Bali. Saat sekolah dasar, berangkat dengan kaki telanjang karena memang tidak memiliki uang. Bahkan makan tiwul sudah jadi makanan pokoknya tiap hari.
Lalu bapaknya yang punya obsesi untuk menyekolahkan Wayan sampai sarjana. Dengan gelar sarjana ia pernah menduduki jabatan manager di salah satu perusahaan, namun posisi tinggi tidak membuat dirinya berhenti mengejar impian. Wayan pun mencoba mengadu nasib di Sidoarjo. Bidikannya menjadi seorang pemulung sampah. Dia benar-benar menjadi pemulung dan kemudian bergerak menjadi bandarnya pemulung. Berkat keuletan dan kegigihannya itu, Wayan mendapat akses di pabrik kertas di Pakerin, Mojokerto. Sepetak lahan disewa dari lokasi yang tak jauh dari Pakerin.
Dari situ bisnisnya bergerak, lahan ini jadi pangkalan sampah kertas dan plastik. Dibantu 60 pekerja yang bertugas memilah. Kertasnya dikumpulkan untuk kemudian dijual ke Pakerin, setiap hari dikirim 12 sampai 3 truk sampah bekas. Sampah plastik dilempar ke pabrik plastik. Setiap hari, diterima segunung sampah di ladangnya.
Dari sampah ini, dimiliki mobil ford stranger, Inova, Avanza, sedan. Asetnya yang terus menumpuk seiring dengan menumpuknya sampah, membuat Wayan melirik pengurus Ormas. Tanpa kesulitan jadi ketua DPC Pemuda Pancasila Sidoarjo.
Ormas ini kemudian ditinggalkan, setelah ia jadi ketua DPC Hanura Sidoarjo. Jalur politik ternyata makin memperkokoh kariernya. Dalam pemilu 2009, Wayan lolos menduduki kursi DPRD Sidoarjo. Kini dia menjadi wakil ketua komisi C merangkap ketua fraksi Hanura/Gerindra.
Jabatan politik yang cukup bergengsi, tidak membuat Wayan lupa asal usulnya. Ia tidak sungkan memakai seragam pemulung bila ngantor di gudang sampah. Walaupun sudah memakai safari setelah pulang dari DPRD, dia menyempatkan pulang dulu untuk mengganti safarinya dengan seragam pemulung. Celana pendek, kaos kumal dan tas cangklong. Tetapi Wayan kini sudah berganti menjadi pemulung berdasi alias bosnya pemulung. [hds]


































salut buat bung wayan. tapi masih banyak sampah plastik yang tidak terkelola atau tidak ada pengepul yang mau membelinya. bagaimana dengan itu?