Dua Tahun Kinerja Yang Membanggakan

DPRD Kab. Sidoarjo Periode 2014-2019 Berkomitmen Wujudkan Aspirasi Rakyat

pimpSidoarjo, Memorandum-Masyarakat Sidoarjo harus berbangga dengan para wakil rakyatnya di periode ini (2014-2019). Sebab, sejak menjabat sekitar dua tahun silam, ke-50 orang wakil rakyat tersebut benar-benar menunjukkan kinerja yang keras untuk mewujudkan aspirasi rakyat. Komitmen tersebut cukup terlihat, tatkala para wakil rakyat berjibaku dalam menanggulangi sejumlah persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Salah satunya, adalah masalah banjir yang sudah bertahun-tahun menghantui warga kota Delta. Bukti bahwa upaya itu bukan lips service, persoalan yang selalu terjadi tiap musim hujan datang tersebut tidak hanya ditangani para legislator di Komisi C. Ketua DPRD Sidoarjo, H. Sullamul Hadi Nurmawan SThI bahkan ikut turun gunung untuk memantau, sekaligus merekomendasi kinerja legislatif dan eksekutif yang melakukan pembahasan secara maraton.

Alhasil, sharing antar dua lembaga itu pun menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Dari koordinasi yang dilakukan, ditelurkan sejumlah program besar untuk mewujudkan Sidoarjo bebas banjir. Seperti, menormalisasi tiga afvour besar di Sidoarjo, membangun buzem, membangun waduk, hingga membangun beberapa bendungan raksasa yang bakal dirancang dengan sistem buka tutup.

Bukti bahwa rencana-rencana tersebut sangat serius, juga cukup nampak dari kalkulasi biaya yang diperkirakan mencapai triliunan Rupiah. Realisasi program itu bahkan sudah diawali Komisi C dan Dinas PU Pengairan Sidoarjo yang melakukan sidak lapangan ke Afvoer Bakepuk, pada senin (2/5) pekan lalu. Dengan berperahu selama berjam-jam, rombongan menganalisa sungai di Dusun Kepetingan Kelurahan Gebang, Sidoarjo tersebut, untuk segera dinormalisasi serta dibangun bendungan raksasa.

Komisi yang dipimpin politisi PKB, Ahmad Amir Aslichin ini juga menunjukkan kepekaan yang tinggi, terkait sering terjadinya insiden kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Sidoarjo. Seperti diketahui, beberapa insiden itu bahkan berakhir tragis, lantaran mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa.

Kondisi inilah, yang kemudian memaksa Komisi C berusaha membangun palang pintu, di sebanyak 85 titik perlintasan di seluruh Sidoarjo. Sayangnya upaya ini masih menemui kendala, meski Komisi C sudah mondar-mandir ke Jakarta untuk mendapatkan izin dan bantuan anggaran demi membangun palang pintu KA di Sidoarjo.

Eloknya, kesungguhan itu ternyata tidak hanya ditunjukkan Komisi yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup tersebut. Komisi lain di kantor yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Sidoarjo itu juga menunjukkan komitmen yang sama.

Catat saja, Komisi A yang selama ini berusaha keras menghadang perkembangan minimarket maupun toko modern yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Lalu, Komisi B yang terus berusaha melakukan terobosan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidoarjo. Salah satunya, dengan menggagas penerapan billing system untuk pembayaran pajak hotel dan restoran, serta mengubah Dinas Pasar menjadi Perusahaan Daerah (PD) Pasar.

Komisi D yang juga tak kenal lelah dalam membela kepentingan rakyat di sektor yang dibidanginya. Seperti, sektor perburuhan, pendidikan� maupun kesehatan. Para Legislator di Komisi D saat ini berusaha merealisasi Raperda perlindungan buruh, khususnya dalam menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Salah satunya, dengan berupaya memasukkan ketentuan kepemilikan sertifikat Bahasa Indonesia bagi para tenaga asing (TKA) yang bekerja di Sidoarjo. Komisi ini juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan diantaranya dengan mendorong seluruh Puskesmas di Sidoarjo agar berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan meningkatkan status RSD Sidoarjo dari tipe D menjadi tipe C. Upaya ini diharapkan mampu menanggulangi overloud pasien yang selama ini masih terus terjadi.

Sebuah terobosan yang tak kalah membanggakan adalah digelarnya kegiatan evaluasi kinerja Komisi dan mitra komisi di tiap triwulan, pada Jum'at (29/4) dua pekan lalu. Kegiatan yang melibatkan seluruh awak media itu terbilang cukup istimewa, lantaran baru pertama kali digelar oleh DPRD Kab. Sidoarjo.

"Kita berharap agenda (evaluasi kinerja) itu akan menjadi sebuah tradisi (di DPRD Kab. Sidoarjo), untuk menunjukkan� kinerja kita kepada masyarakat Sidoarjo. Sehingga masyarakat akan tahu apa yang sudah kita kerjakan pada tiap triwulan, untuk kemudian diharapkan bersedia memberi saran maupun masukan, demi penyempurnaan kinerja kita,"papar Ketua DPRD Kab. Sidoarjo, H Sullamul Hadi Nurmawan SThI.(*/ded/san)

recent tags

anggota dewan