Mobil Operasional Desa Tetap Dialokasikan Meski Hanya Setengah Dari Rencana Semula

Kota (sidoarjonews)- DPRD Kabupaten Sidoarjo mendukung rencana Pemkab Sidoarjo dalam penganggaran pengadaan mobil operasional desa (MOD) yang benilai Rp. 69 miliar,  yang diajukan  pada Rancangan  APBD – Perubahan.
Ketua DPRD Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan, kepada sidoarjonews, memaparkan jika Mobil Operasional Desa tersebut harus terealisasi, karena sangat penting dan memang dibutuhkan desa.

“MOD ini untuk pelayanan kepada masyarakat, bukan diperuntuhkan untuk kedinasan desa saja,” Terangnya, Jumat (2/9/2016).
Pria yang akrab disapa Gus Wawan ini menegaskan jika rancangan anggaran untuk MOD pada APBD Perubahan  melalui KUA – PPAS dilakukan sebelum adanya putusan penundaan dana alokasi umum (DAU) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan nilai Rp 177 miliar.
“Anggaran MOD di berikan separo anggaran, atau sekitar Rp 34,5 miliar. Sisa anggarannya akan dialokasikan ke anggaran belanja pegawai untuk tambahan dana atau sekedar dana cadangan. Mengenai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang DAU, maka nantinya pasti ada penyesuaian terhadap MOD tersebut” Jelasnya.
Saat ditanya apakah ada penyeleksian terkait desa mana saja yang akan menerima MOD, Politisi PKB ini mengaku akan menyeleksi dahulu, desa mana saja yang mendapatkan MOD.

MOD ini akan diserahkan ke desa yang memang benar-benar memerlukannya dan membutuhkanya.

“MOD digunakan untuk keperluan warganya. Mobil desa itu nantinya akan diberi stiker MOD dan lampu LED untuk menghindari penyalahgunaan kepala desa. Saya tegaskan, Bila ada warga yang melihat MOD digunakan atau berada ditempat yang tak semestinya bisa langsung lapor ke Pemkab atau ke DPRD Sidoarjo” Pungkasnya

Penulis : Rudi Mulya

recent tags

anggota dewan