MOD dan Mobil Dinas DPRD Masih di Persoalkan, Ketua DPRD Pastikan Alokasi Pelayanan Publik Tak Terganggu

 

Kota (sidoarjonews) – Meski sudah digedok melalui Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan 2016 , alokasi atas mobil operasional desa (MOD) dan Sewa Mobil anggota DPRD masih dipersoalkan. Puluhan aktivis LSM dari Sidoarjo forum dengan beberapa LSM lainnya ,bersikukuh MOD dan Mobil dinas  untuk anggota DPRD tak layak dialokasikan.

Heru Sastrawan  ketua sidoarjo forum menyampaikan, ditengah defisit anggaran akibat dipotongnya dana transfer daerah oleh pemerintah pusat sepatutnya fokus  APBD  pada  infrastruktur , Kesehatan dan pendidikan .

” Meski apa yang kita lakukan saat ini telat karena APBD sudah digedok, namun masih ada peluang karena APBD belum disetujui gubernur,” tandas Heru,selasa (13/9).

Fatikhul  faizun  dari pusat studi advokasi dan kebijakan publik (Pusaka) menyampaikan kritiknya terkait alokasi APBD yang justru tak memecahkan persoalan nyata  sosial di masyarakat.

” Prioritas alokasi APBD harus menjawab kondisi nyata situasi sosial masyarakat,” cetus  Faizun.

Sementara itu , ketua DPRD  Sullamul Hadi Nurmawan  menjelaskan , alokasi APBD Perubahan 2016 secara faktual lebih 400 miliar  pemotongan  dana transfer daerah. Namun , dirinya memastikan pelayanan publik tetap terlayani dengan baik.

”  Meski terjadi  pemotongan,saya pastikan pelayanan publik tak tergoyahkan,” tandas gus Wawan.

Sebagaimana diketahui, dalam alokasi APBD perubahan 2016 yang digedok sabtu, (10/9)  MOD di anggarkan sejumlah 1/2  seluruh desa dan 16 sewa kendaraan untuk anggota DPRD.

Penulis : Bz

recent tags

anggota dewan