Kisruh di SMPN 5 Sidoarjo, Dewan Segera Agendakan Mediasi

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kisruh antara pihak SMPN 5 Sidoarjo dengan salah satu walimuridnya mendapat tanggapan kalangan dewan. Selain menyayangkan adanya kekisruhan itu, Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo juga mengaku bakal segera mengagendakan mediasi antara kedua belah pihak.

Ditemui beberapa awak media, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bangun Winarso mengaku persoalan tersebut harus segera diselesaikan. Pasalnya, adanya persoalan itu juga menyebabkan siswa yang orangtuanya berseteru dengan sekolah menjadi korban. “Ini soalnya persoalan mendesak dan harus segera diselesaikan,” ujarnya, Selasa (13/09).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, meski saat ini siswa yang bersangkutan telah menyatakan pengunduran diri, jaminan wajib belajar 9 tahun harus tetap ditegakkan. Terlebih siswa tersebut sudah duduk di bangku kelas 9. “Kita akan upayakan siswa tersebut harus kembali sekolah. Karena ini sudah mendekati persiapan ujian nasional,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu walimurid di SMPN 5 Sidoarjo mengaku dipaksa oleh pihak sekolah menandatangani surat pengunduran diri anaknya. Hal itu dilakukan usai walimurid yang bersangkutan terlibat permasalahan dengan pihak sekolah. Pasca menandatangani surat tersebut, walimurid meminta dikembalikannya uang sumbangan yang sebelumnya ia serahkan kepada pihak sekolah, sebesar Rp 7 juta.

Sementara, pihak sekokah melalui Kepala SMPN 5 Sidoarjo, Achmad Lutfi membantah jika sekolah dituding memaksa walimurid menandatangani surat pengunduran diri. Kepada awak media, Achmad Lufti mengaku yang memaksakan diri untuk mundur adalah pihak walimurid.(kur)

recent tags

anggota dewan