SALURAN AIR MENYEMPIT DAN DANGKAL

  • Penyebab Banjir di Trosobo
  • Kedalaman 3 Meter Tinggal 70 Centimeter

TAMAN-Rencana penertiban bangunan liar (bangli) di sejumlah sempadan sungai tetap dimatangkan. Namun sebagai upaya penanganan banjir di wilayah Trosobo, Kecamatan Taman, kemarin (19/10), Komisi C DPRD Sidoarjo, Dinas PU Pengairan Sidoarjo, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, PT KAI Daop 8, dan aparat Desa Bringinbendo, turun melihat penyebab banjir.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Juanasari mengatakan, setelah dilihat dan dilakukan pengukuran, penyebab banjir di Jalan Raya Trosobo adalah akibat penyempitan saluran. Penyempitan tersebut mulai dari sungai mir yang menyalurkan air ke afvoer buntung.

“Saluran yang semula lebarnya 4 meter menyempit menjadi 2 meter di bawah jembatan rel KA yang melintas di RT 7 RW 4 Desa Bringinbendo,” katanya. Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, akibat penyempitan itu, air sungai tidak bisa mengalir lancar. Padahal ketika hujan mengguyur, volume air bertambah. Imbasnya, air meluap ke jalan raya.

Selain penyempitan saluran, penyebab lainnya adalah pendangkalan dan adanya bangli yang menutup saluran. Di saluran  Desa Bringinbendo, kedalaman saluranyang seharusnya 3 meter, kemarin diketahui kedalamannya tinggal 60 hingga 70 centimeter.

“Endapannya banyak sekali, mulai dari sampah, lumpur, hingga rumput, bahkan ada juga yang salurannya dipenuhi endapan, air tidak bisa lewat sama sekali,” imbuh wanita berkerudung ini. Sedangkan, di saluran sisi anak afvoer buntung banyak bangunan liar yang berdiri di atasnya. Bangunan- bangunan tersebut mayoritas digunakan warga sebagai tempat usaha.

Padahal saluran di bawahnya sudah banyak endapan dan membutuhkan normalisasi. “Lagi-lagi normalisasi tidak bisa dilakukan karena adanya bangli,” tuturnya. Sementara itu anggota Metropolitan I Surabaya BBPJN VIII Nurudin Pujiartanti mengatakan pihaknya menyanggupi rencana normalisasi dan revitalisasi. Hanya saja dia meminta waktu untuk mengajukan anggaran.

“Hingga tahun ini hanya bisa melakukan normalisasi, untuk pelebarannya baru bisa dilakukan tahun depan,” ujarnya.

BANGUN RUMAH POMPA DI SAMBIBULU Pemkab Sidoarjo juga mencari solusi lain untuk mengatasi banjir ini. Salah satunya dengan membangun rumah pompa di Desa Sambibulu, Kecamatan Taman. Rumah pompa ini nantinya akan difungsikan untuk menyedot air di anak afvoer Buntung jika sudah tidak mampu menampung debit air.

Air yang disedot itu kemudian dibuang ke sungai Botokan, Sambibulu. Pembangunan rumah pompa ini kini sedang direalisasikan. Rumah pompa ini dibangun dengan anggaran Rp 350 juta.

Kepala Dinas PU Pengairan Fatchur Rakhman mengatakan pembangunan rumah pompa di lokasi ini karena seringnya banjir di Kecamatan Taman.

“Diperkirakan pembangunannya selesai akhir tahun 2016,” katanya. Ia berharap adanya rumah pompa ini bisa mengurangi volume air yang meluap baik ke jalan maupun ke pemukiman warga. Terutama di kawasan Perumahan Citra Harmony yang sering terendam banjir ketika musim hujan.

Ia menegaskan pembangunan rumah pompa ini tidak akan menghalangi rencana penertiban bangli di tahun 2017. (nis/jee)

recent tags

anggota dewan