Raperda Penanggulangan HIV AIDS Masih Perlu Kajian Detail

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tidak tuntasnya pembahasan 11 Raperda di tahun 2016 ini, ternyata banyak faktor yang mendasari.

Seperti Raperda upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Sidoarjo, buruh pembahasan lebih kongkrit soal penataan rumah singgah atau rumah konsultasi bagi penderita AIDS.

“Dimana lokasinya, seperti apa tekhnis dan keamannya rumah untuk konseling ini, masih akan dikomunikasikan dengan beberapa pihak,” ujar Hadi Subiyanto anggota Pansus dari Fraksi Golkar.

Selain itu lanjut Hadi, point perlunya petugas kesehatan memeriksa pasangan yang mau nikah, untuk mengetahui tertular atau tidaknya pasangan itu dari HIV AIDS, juga belum ada titik temunya.

“Masih perlu pembahasan di point point penting Raperda ini. Sehingga kita masih akan lanjutkan pada tahun 2017,” tutur Hadi.

Sebelumnya, Pansus Raperda upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, melakukan rapat kerja dengan elemen kesehatan yang bersentuhan dengan HIV AIDS.

Diantaranya Kepala Puskesmas, Dirut RSUD, Kadinkes, Komisi Penanggulangan Aids, dan elemen yang lain.

H.Usman Ketua komisi D DPRD Sidoarjo yang juga ketua Pansus menuturkan, Sidoarjo saat ini berada di posisi 2 untuk jumlah penderita AIDS.

Untuk itu dengan adanya Raperda ini, bisa jadi ranking Sidoarjo akan menempati posisi ketiga, karena seluruh elemen bergerak melakukan deteksi. (Abidin)

recent tags

anggota dewan