Produksi Implan Tulang , Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi R.I Kunjungi PT. Zenith Allmart Precisindo

Krian Sidoarjonews- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Material bekerjasama dengan PT. Zenith Allmart Precisindo dan RSU Dr. Soetomo berhasil melakukan pengembangan teknologi pembuatan medical grade stanless steel 316L dengan pemaduan dan pemurnian bahan baku lokal.  Tadi pagi, Senin, (20/2), Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi R.I (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak mengunjungi tempat pembuatan implan tulang di PT. Zenith Allmart Precisindo yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan kerja Menristekdikti dilakukan bersama Kepala BPPT Dr. Ir. Unggul Priyanto, MSc. Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir mengatakan selama ini kebutuhan implan tulang dipenuhi dari luar negeri. Implan tulang yang digunakan 100% import. Dengan diproduksinya implan  tulang sendiri akan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Mudah-mudahan kedepan implan tulang ini bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri,”harapnya. Ia mengatakan produksi implan tulang seperti ini baru pertama kali dilakukan. Ia menargetkan dalam satu tahun bisa diproduksi 80 ribu implan tulang. Namun produksinya masih menunggu pensertifikatan terhadap ijin edar dan ijin produksi di Indonesia dari Kementerian Kesehatan R.I. Oleh karena itu ia menargetkan pada semester kedua tahun ini bisa diproduksi 40-50 ribu implan tulang. “Kalau pemenuhan implan tulang ini bisa diterima oleh Kementerian Kesehatan, akan ada penghematan devisa antara 60-70%,”ucapnya. Menristekdikti mengatakan bahan baku produksi implan tulang tersebut tidak ada kendala. Apabila implan tulang tersebut dapat diproduksi dengan baik akan mengurangi beban BPJS. Pasalnya pengguna implan tulang seluruhnya digunakan oleh seluruh rumah sakit fasilitas BPJS. “Pengguna terhadap implan tulang 100% adalah APBN dan APBD,”ujarnya. Sementara itu CEO PT. Zenith Allmart Precisindo Allan Changrawinata  mengatakan produk implan tulang yang diproduksinya menggunakan bahan baku hasil industri semelter dalam negeri yaitu feronikel Pomala produk PT. Aneka Tambang. Stanless steel 316L yang dihasilkan sudah memenuhi komposisi kimia bahan sesuai ASTM F138 (316L Implan Quality). Hasil uji medis produk tersebut tidak berbeda dengan implan import synthes ex Swisszerland. Ia mengatakan pengembangan teknologi produksi prototipe implan tulang menggunakan teknologi investment casting. Teknologi tersebut mampu menghasilkan implan tulang dalam jumlah besar dengan waktu cepat. Satu tangkai alat bisa langsung dihasilkan 30 keping implan. Allan mengatakan data dari BPJS menunjukkan kebutuhan akan implan tulang sebesar 50 ribu pertahun. Namun data tersebut belum mencakup kebutuhan implan tulang yang tidak terdaftar. Oleh karena itu ia yakin kebutuhan implan tulang bisa dua kali lipat. Ia mengatakan harga yang ditawarkan lebih rendah 30-35% dari harga import. sumber;humas

recent tags

anggota dewan