Kocok Ulang AKD Alot dan Dramatis, Beberapa Fraksi Lakukan ‘Boikot’

Kota (sidoarjonews)- Kocok ulang alat kelengkapan DPRD (AKD) Sidoarjo berlangsung alot dan dramatis. Penyusunan AKD diwarnai aksi ‘boikot’ dengan melakukan penarikan anggota komisi – komisi dari fraksi PDIP , FPAN, FPKS-Nasdem dari rapat paripurna internal ‘kocok ulang’ AKD. Tarkit Endriarto ketua fraksi PDIP terbuka menyampaikan, proses penentuan AKD, utamanya pimpinan komisi komisi  tak sesuai dengan ketentuan tata tertib (tatib) DPRD. ” Lihat pasal 63 tatib DPRD khususnya ayat 3, dimana anggota komisi minimal berjumlah 11 dan maksimal 13 anggota ,” cetus Tarkit , kamis (2/3) saat ditemui di ruang wakil ketua DPRD Taufik Hidayat dari FPDIP. Lebih jauh, politisi PDIP ini menjelaskan, tatib DPRD harus dibaca sebagai satu kesatuan bukan parsial ayat per ayat sebagaimana difahami oleh beberapa fraksi lainnya yang tetap nekat menggelar proses ‘kocok ulang’ AKD. ” Mereka kan menafsirkan tatib sepenggal-penggal. Dan mereka tetap nekat lanjutkan proses penyusunan AKD walau menurut kami itu jelas jelas tak sesuai tatib sebagai satu kesatuan aturannya,” jlentreh Tarkit. Menyinggung alasan penarikan anggota fraksi dari komisi komisi  , Tarkit menjelaskan , langkah tersebut dipilih karena proses politik paripurna internal AKD sangat dipaksakan oleh salah satu fraksi. Bahkan, upaya pemaksaan tersebut dilakukan melalui eksternal DPRD dan beraroma ancaman. ” Cek saja, bagaimana prosesnya dipaksakan dari luar.Ini bukan soal kalah menang dalam berpolitik, tapi cara yang ditempuh sudah tak beretika,” cetus Tarkit. Meski paripurna internal ‘kocok ulang” diwarnai penarikan FPDIP,FPAN, dan FPKS-Nasdem namun anggota dewan yang tetap bersedia mengikuti paripurna internal melampaui kuorum ,sejumlah 28 anggota DPRD maka paripurna tersebut tetap diteruskan. Tercatat , 28 anggota yang tetap melanjutkan paripurna dari FPKB sejumlah 13 anggota, FGerindra 4 anggota, FDemokrat 4 Anggota, F Golkar 6 anggota dan 1 dari Nasdem. Dan kocok ulang AKD tersebut berhasil menyusun pimpinan AKD tanpa keberadaan satupun anggota DPRD fraksi fraksi yang menarik anggotanya. *Alat Kelengkapan DPRD Sda* Ketua Komisi A : Taufiqulbar Wk. Ketua : Matali Sekret : Ma’ali  Ketua Komisi B : Bambang Pudjiantono Wk. Ketua :Dhomroni Sekretaris : Khoirul Huda Ketua Komisi C : Nasik Wk. Ketua : Yunik Sekret : Nizar Ketua Komisi D : H. Usman Wk. Ketua : Aly Maskuri Sekretaris : Eny Suryani Ketua Bapemperda :  Widagdo Wk. : Gus Maksum Ketua BK : Ainun Jariyah Sementara itu, ditempat berbeda, ketua DPRD Sullamul Hadi Nurmawan  membantah ketidak absahan kocok ulang AKD sebagaimana dituduhkan dari fraksi fraksi yang menarik anggotanya dari komisi komis DPRD. ” Setiap anggota fraksi itu wajib  menjadi anggota komisi dan tak boleh ada kekosongan keanggotaan sesuai tatib DPRD dan PP no 16 th 2010. Penarikan keanggotaan itu tak ada , yang ada itu pergeseran anggota komisi. Tak boleh ada kekosongan , maka penarikan itupun batal demi hukum,” ungkap Sullamul Hadi Nurmawan. Terkait,tuduhan adanya pemaksaan dan aroma ancaman dari eksternal DPRD , politisi PKB yang juga ketua DPRD ini membantah asumsi tersebut. ” fraksi kan kepanjangan partai , wajar kalau pimpinan partai ikut proses politiknya. Terus terang kita juga sedari awal bersikap proporsional , koperatif namun , mereka tetap bersikukuh dengan pendiriannya,” ujar Sullamul. Penulis: Bz

recent tags

anggota dewan