Mensos dan Wabup Lepas 14 BalitaKe Orang Tua Angkat

kota (sidoarjonews)-  Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa melepas empat belas balita yang ditampung di UPT Pelayanan Sosial Anak Balita (PSAB) Dinas Sosial (Dinsos) Jatim di Sidoarjo kepada orang tua angkat masing - masing yang sudah memenuhi prosedur persyaratan adopsi. Pelepasan di lakukan di kantor UPT PSAB Dinas Sosial Jatim di Sidoarjo, kamis 2/3/17. Balita yang sudah mendapatkan orang tua angkat usianya bervariasi,  mulai dari usia paling kecil empat bulan hingga balita usia 3 tahun, namun rata - rata balita yang dilepas usianya di bawah 1 tahun. Latar belakang keluarga yang mengadopsi juga beragam, mulai dari pasangan PNS, Polri, dari keluarga dokter, bidan dan wiraswasta. Menurut Menteri Sosial Ri Khofifah Indar Parawansa syarat untuk bisa mengadopsi anak diantaranya pasangan harus sudah berstatus menikah dan usianya minimal 45 tahun dan maksimal usia 45 tahun, syarat yang kedua pasangan harus sudah menikah minimal 5 tahun. Selain itu pasangan harus melengkapi berkas tertulis dari dokter ahli bahwa pasangan sudah tidak memungkinkan memiliki anak kandung.  Terkait dengan ijin adopsi anak prosedur administrasinya mengurus di kantor dinas sosial tingkat propinsi, sedangkan untuk warga Negara asing apabila ingin mengadopsi anak prosedur yang dilewati harus mendapatkan ijin dari kementerian sosial RI, diantaranya syaratnya harus mendapatkan ijin dari Negara asal pemohon. Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syafuddin, SH berpesan kepada para orang tua angkat yang tentunya sudah melalui pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, dan melakukan persiapan - persiapan seperti kondisi ekonomi serta kesiapan mental dalam mengasuh anak. Karena memang dibutuhkan keikhlasan dan kesabaran dalam merawatnya, dan yang paling penting memberikan kasih sayang penuh hingga tumbuh dewasa", ujar Nur Ahmad Syaifuddin. Prosedur ijin untuk mengadopsi anak angkat menjadi perhatian pemerintah karena untuk menjaga jangan sampai terjadi kembali persoalan - persoalan sosial muncul, seperti halnya kekerasan pada anak.  sumber : humas

recent tags

anggota dewan