Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran 2017

Kota (sidoarjonews)- Data PT.PLN Area Sidoarjo pada Desember 2016 menyebutkan ada 334,813 ribu pelanggan listrik bersubsidi di Sidoarjo. Rinciannya 131,823 ribu pelanggan listrik 450 VA dan  202,990 ribu pelanggan listrik 900 VA. Namun setelah pencocokan pelanggan listrik 900 VA menjadi 155,747 ribu penerima subsidi. Pasalnya data pelanggan listrik 900 VA yang berhak menerima subsidi listrik sebanyak 23,924 ribu pelanggan atau turun 179,066 ribu.  Hal tersebut terpampang dalam Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran tahun 2017 yang digelar Pemkab Sidoarjo bersama PT. PLN Area Sidoarjo di gedung Auditorium SMA Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Selasa, (7/3). Sosialisasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH tersebut dihadiri seluruh camat dan kepala desa maupun kelurahan se Kabupaten Sidoarjo. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo Drs. Ach. Zaini MM serta Manajer PT.PLN Area Sidoarjo Ir. Agung Sarana hadir dalam kesempatan tersebut. Manajer PT.PLN Area Sidoarjo Ir. Agung Sarana mengatakan golongan R1 adalah golongan pelanggan listrik bersubsidi. Golongan R1 tersebut meliputi pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA. Ia katakan total jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 488,777 ribu pelanggan. Dan sekitar 78 % nya adalah pelanggan listrik bersubsidi dari pemerintah. Ia juga katakan PLN saat ini akan terus mewujudkan subsidi listrik tepat sasaran.  Yakni dengan cara pemilahan pelanggan RI. Ia katakan pemilahan pelanggan R1 subsidi dan non subsidi melalui data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Kemudian data TNP2K tersebut dicocokkan dengan ID pelanggan PLN. Selanjutnya PLN mensurvei dengan mendatangi para pelanggan listrik bersubsidi. Survei tersebut  untuk menentukan pelanggan listrik 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi. Yang tidak berhak, subsidi tersebut akan dicabut mulai Januari 2017. Sedangkan untuk pelanggan listrik 450 VA akan tetap menerima subsidi dan tidak dilakukan pencocokan data. "PLN sudah mengadakan pencocokan, datang ke warga-warga yang masuk dalam daftar TNP2K,"ujarnya. Manajer PT.PLN Area Sidoarjo Ir. Agung Sarana juga mengatakan selama ini pelanggan listrik 450 VA hanya membayar Rp 417 per KWH. Selebihnya mendapatkan subsidi dari pemerintah Rp. 1,043 per KWH. Sedangkan yang dibayar pelanggan listrik 900 VA hanya Rp 585 per KWH. Selebihnya dibayar pemerintah melalui mekanisme subsidi sebesar Rp. 875 per KWH. Untuk rata-rata tarif pemakaian listrik 450 VA sebesar Rp. 125,977 ribu, pelanggan hanya membayar Rp. 36,022 ribu. Selebihnya dibayar pemerintah sebesar Rp. 89,974 rupiah. Sedangkan untuk Untuk rata-rata tarif pemakaian listrik 900 VA sebesar Rp. 185,794 ribu, pelanggan hanya membayar Rp. 74,470 ribu. Sisanya disubsidi pemerintah sebesar Rp. 111,324 ribu. Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin berharap subsidi listrik benar-benar dinikmati pelanggan berekonomi rendah. Dengan begitu subsidi listrik tepat sasaran akan dapat terwujud. Ia katakan sasaran subsidi listrik tepat sasaran adalah rumah tangga miskin dan tidak mampu. Penerapan subsidi listrik tepat sasaran tersebut akan menghemat penggunaan anggaran negara terutama subsidi energi. Untuk itu ia meminta camat serta kepala desa maupun kelurahan mendukung penuh subsidi listrik tepat sasaran. sumber: humas

recent tags

anggota dewan