Dirjen Pengendalian DAS Resmikan Gedung BPDASHL Brantas Sampean

Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Hilman Nugroho MP meresmikan Gedung BPDAS-HL Brantas Sampean di Buduran. BUDURAN (beritasidoarjo.com) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I Dr. Ir. Hilman Nugroho MP meresmikan Gedung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Brantas Sampean yang berada di Jalan Mangundiprojo No. 1 Buduran, Rabu (8/3/2017). Hilman Nugroho mengatakan bahwa pembangunan gedung BPDAS-HL Brantas Sampean dibangun dari keinginannya untuk menjadikannya miniatur gedung manggala wana bhakti, dimana keberadaan gedung manggala wana bhakti di Jakarta yang telah berumur 30 tahun masih disegani dan dihormati. "Gedung BPDAS-HL Brantas Sampean didesain secara khusus dan dijadikan kantor UPT BPDAS-HL terbaik di Indonesia," katanya. Hilman berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Dijelaskan oleh Hilman bahwa DAS bukanlah daerah kiri kanan sungai, akan tetapi DAS adalah seluruh wilayah daratan yang mempunyai fungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan secara alami sampai ke danau maupun laut. "Sedangkan DAS di Jawa Timur adalah Daerah Aliran Sungai Brantas," jelasnya. Ia mengungkapkan bahwa di Indonesia ada 17 ribu DAS, dimana ada 118 DAS dalam kondisi kritis yang sedang diupayakan perbaikan dengan berbagai cara. "Salah satunya dengan memperbaiki lingkungan melalui gerakan penanaman pohon," ungkapnya. Untuk itu, ia meminta kerjasama gerakan penanaman pohon yang sudah dilakukan dapat ditindak lanjuti oleh masyarakat sehingga diharapkan budaya menanam pohon sejak dini dapat tumbuh di masyarakat kerena dengan begitu upaya perbaikan lingkungan dan kelestarian lingkungan dapat tercipta. Bupati Sidoarjo H. SaifulIlah berharap gedung kantor BPDAS-HL Brantas Sampean dapat dijadikan sarana pengembangan sekaligus penjaga DAS agar tidak terjadi banjir. "Kampanye penanaman pohon yang dilakukan akan menjaga kelestarian lingkungan teruatama daerah aliran sungai," ucapnya. Sementara itu Kepala BPDAS-HL Brantas Sampean Ir. Sigit Pudjosetyono M.Si menerangkan bahwa pembangunan balai dimulai dengan pengadaan tanah di tahun 2012. "Selanjutnya pembangunan fisik gedung dilakukan secara bertahap," terangnya. Di tahun 2014 dilakukan pembangunan struktur gedung dan penyelesaian pembangunan secara keseluruhan dilakukan di tahun 2015 lalu. (imams)

recent tags

anggota dewan