Terima Aduan Mahasiswa PMII Dengan Tangan Terbuka

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Puluhan mahasiswa dari Pengurus Komisariat PMII Sunan Giri, melakukan aksi di gedung DPRD Sidoarjo. Sayangnya, aksi ini tidak begitu jelas maksudnya, karena saat diterima komisi A DPRD Sidoarjo, mereka memilih pergi karena menuntut seluruh peserta aksi diterima. Taufiqulbar ketua komisi A DPRD Sidoarjo Ketua komisi A DPRD Sidoarjo Taufiqulbar yang sempat menerima peserta aksi juga bingung dengan sikap mahasiswa ini. “Kita sudah bersedia menerima perwakilan mahasiswa ini, namun mereka menolak dan menuntut semua bisa diterima. Setelah kita sepakat menerima dengan catatan hanya 7 juru bicara, mereka menolak dan pergi. Kita bingung juga maksud mereka,” jelas Taufiqulbar. Masih menurut politisi PBB ini, dari selebaran tuntutan yng diterimanya, mahasiswa yang tergabung dalam PMII ini, memang menuntut agar DPRD Sidoarjo menuntaskan 14 Perda yang belum tuntas. Namun yang aneh, mereka tiba-tiba menuntut hal yang tidak masuk akal. “Kita ini lembaga yang terhormat dengan tugas tugas membuat perda yang berkwalitas. Jika yang dikejar hanya kwantitas atau banyaknya Perda, tidak ada jaminan Perda itu bermanfaat bagi masyarakat Sidoarjo,” ungkap Taufiqulbar. Masih menurut Taufiqulbar, 14 Perda yang dituntut agar selesai ini, masih berproses. Perlu ada kajian yang lebih detail, karena adanya tarik ulur soal pasal pasal di Perda ini. “Seluruh Perda ini harus melalui kajian yang kongkrit dan detail. Kita tidak bisa grusa grusu menetapkan Perda tanpa kajian,” jelas Taufiqulbar. Dari selebaran itu, ke 14 Perda yang dituntut segera diselesaikan diantaranya Perda Pembuangan Limbah Domestik, Penanggulangan HIV, Penyelenggaraan Pendidikan, Penataan pasar modern dan tradisional, perlindungan buruh, Izin usaha kontruksi dan beberapa Perda yang lain. (Abidin)

recent tags

anggota dewan