Perusahaan Es Krim Ukraina Bidik Sidoarjo

Kota (sidoarjonews)- Perusahaan es krim terbesar Ukraina, Zhytomyr Butter Plant (RUD), membidik Sidoarjo sebagai pintu masuk ke pasar nasional Indonesia. Beroperasi secara nasional dan internasional dengan merk dagang “RUD”, produk es krim perusahaan ini, termasuk versi es krim organik, juga sudah merambah ke kawasan Uni Eropa. CEO RUD Evgen Stashkevich menyampaikan rencananya itu dalam pertemuan dengan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat melakukan kunjungan kerja di Kyiev, Ukraina, Rabu (29/3). “Indonesia adalah pasar es krim sangat potensial. Konsumsi es krim masyarakat Indonesia mencapai 105 ribu ton per tahun dan angka ini diperkirakan terus meningkat,” ujar Stashkevich dalam siaran pers KBRI Kyiev yang diterima kumparan (kumparan.com), Kamis (30/3). Menurut Stashkevich, hal itu berbanding terbalik dengan konsumsi masyarakat Ukraina pada kisaran angka 80 ribu ton per tahun. “Angka ini bahkan cenderung menurun karena krisis yang terjadi di Ukraina,” imbuh Stashkevich. Stashkevich menegaskan bahwa perusahaannya serius untuk menggarap pasar es krim di Indonesia dan percaya diri mampu mematahkan dominasi pemain besar es krim di Indonesia. “Es krim kami berkualitas internasional dan mempunyai aneka rasa beragam. Bahkan bagi penggemar makanan organik, kami juga menawarkan es krim organik berkualitas tinggi dengan harga terjangkau,” jelas Stashkevich.Dalam pertemuan itu, Bupati Sidoarjo menyampaikan bahwa Sidoarjo adalah kabupaten dengan iklim investasi yang baik, pertumbuhan ekonomi pesat, dan konsumen besar. “Sidoarjo senantiasa menjadi salah satu kabupaten yang mempunyai iklim investasi terbaik dan pertumbuhan ekonominya rata-rata mencapai 7%,” demikian Saiful Ilah, menjelaskan kinerja selama kepemimpinannya. Dari temu bisnis yang diprakarsai oleh KBRI Kyiev tersebut diperoleh komitmen dari pihak Ukraina untuk mendapatkan mitra dari Indonesia guna mempromosikan es krim Ukraina masuk ke Indonesia. Bupati Saiful Ilah mengatakan bahwa dia optimis kerjasama awal yang dirintis oleh KBRI Kyiev ini dapat segera terwujud setelah pihaknya mempelajari proposal konkrit dari pihak Ukraina dan membalasnya secara teknis. Selain itu, tim perusahaan es krim asal Ukraina itu juga akan mengunjungi Sidoarjo untuk melihat langsung kawasan industri Sidoarjo dan mengikuti pameran di Indonesia.  Sementara itu dalam disksusi bisnis  yang difasilitasi oleh KBRI Kyiev, Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Yusran Hadromi menjelaskan bahwa Indonesia tertarik pada kerja sama saling menguntungkan dengan Ukraina dan berharap pertemuan ini segera disusul hasil konkrit. Menurut Yusran, Sidoarjo telah melakukan ekspor ke Ukraina pada tahun 2016 sebesar US$ 6,42 juta atau 0,90% dari total kontribusi ekspor daerah terhadap volume perdagangan Indonesia-Ukraina yang mencapai 872 juta dolar AS atau tumbuh 65 persen dibandingkan dengan tahun 2015. “Produk ekspor Sidoarjo ke Ukraina terdiri dari minyak kelapa, konsentrat dari kopi, pakaian dan aksesoris, pembalut wanita, alas kaki, peralatan dapur, sepeda, tempat duduk, dan furnitur,” pungkas Yusran. sumber : kumparan

recent tags

anggota dewan