Rapat Paripurna Pembacaan Anggota AKD Deadlock

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Sesuai dengan prediksi bahwa rapat paripurna anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo dengan agenda pembacaan anggota Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berarkhir tanpa keputusan (deadlock), Senin (27/3/2017). Tiga fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo, yakni Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Perjuangan Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersikukuh menolak hasil pemilihan AKD pada paripurna sebelumnya. Ketiga fraksi tersebut menolak adanya surat masuk penempatan atau memasukkan kembali anggota Fraksi PAN, PDIP dan PKS ke komisi-komisi yang ada di DPRD Kabupaten Sidoarjo. Damroni Chludori anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pertama kali melontarkan pendapat agar rapat paripurna ditunda karena menyoalkan kalimat penempatan kembali diatas. “Saya tidak mau Banmus (Badan Musyawarah,red) hanya dijadikan kendaraan manuver politik. Saya minta paripurna ini ditunda dan dijadwalkan kembali,” katanya. Namun pernyataan Damroni Chludori tersebut disanggah Machmud dari Fraksi PAN yang meminta pemilihan kalimat diatas tidak dipersoalkan dan minta rapat paripurna tetap diteruskan. Akan tetapi anggota Fraksi PKB dan Fraksi Golkar sepakat dengan pernyataan Damroni Chludori yang meminta agar rapat paripurna ditunda. Melihat situasi yang semakin memanas, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan akhinya menutup rapat paripurna dan meminta Banmus untuk menjadwal ulang rapat peripurna selanjutnya. Tertundanya rapat paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo membuat pria yang akrab dipanggil Gus Wawan itu kecewa karena pada rapat Banmus sebelumnya ketiga fraksi tersebut sudah menyatakan tidak ada masalah. “Sampai tadi malam, sudah saya cek bahwa memang tidak ada masalah lagi untuk paripurna hari ini. Tapi nyatanya malah ada surat masuk soal gugatan ke hukum,” ungkapnya. (imams)

recent tags

anggota dewan