Bupati Minta OPD Berikan Pelayanan Bebas Pungli

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Sebanyak 703 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperoleh Surat  Keputusan (SK) kenaikan pangkat dari Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.Hum saat apel PNS di Alun-alun Sidoarjo, Senin (17/4/2017). Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa kenaikan pangkat bukanlah semata-mata hak PNS yang diberikan setiap 4 tahun sekali, namun kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian seorang PNS terhadap negara. “Selama 4 tahun telah berhasil mengemban serangkaian tugas, tanggung jawab dan kewajiban yang diamanahkan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik pemerintah dan tugas pembangunan tertentu,” katanya Untuk itu, ia meminta agar para PNS penerima SK untuk bersyukur atas prestasi yang diraih dengan terus bekerja dengan baik dan loyalitas,serta meningkatkan disiplin dan integritas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menuturkan bahwa saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo telah menerapkan usulan kenaikan pangkat berbasis aplikasi yang diberi nama “Sipekat” (Sistem Pengelolaan Kenaikan Pangkat). “Hal tersebut adalah salah satu inovasi layanan administrasi kepegawaian yang dilakukan BKD Sidoarjo,” turunya. Dengan aplikasi tersebut memberikan kemudahan dan keefektifan pengajuan usulan kenaikan pangkat seluruh PNS di Sidoarjo. Orang nomer 1 di Kabupaten Sidoarjo itu mengajak kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya untuk berkomitmen memberikan pelayanan publik yang baik serta bebas dari Pungutan Liar (Pungli). “Saya tidak ingin mendengar ada PNS Sidoarjo melakukan tindakan pelanggaran tersebut,” tegasnya. Maka dari itu, ia meminta kepada kepala OPD untuk selalu memberikan pembinaan dan pengawasan kepada para staf dilingkungan kerjanya sebagai upaya mencegah tindakan pelanggaran yang tidak diinginkan. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKD Sidoarjo Drs. Toto Basuki, MM mengungkapkan bahwa dalam setahun kenaikan pangkat dilakukan dalam dua periode, yaitu periode 1 April dan 1 Oktober. “Usulan kenaikan pangkat dibedakan menjadi dua, yaitu usulan kenaikan pangkat reguler dan usulan kenaikan pangkat pilihan,” ungkapnya. Dimana kenaikan pangkat reguler diberikan kepada PNS struktural setiap 4 tahun sekali dan kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada PNS fungsional tertentu dengan menggunakan angka kredit. Dalam kesempatan itu ada sebanyak 484 PNS yang melalui usulan kenaikan pangkat reguler dan sebanyak 219 orang PNS melalui usulan kenaikan pangkat pilihan. (imams)

recent tags

anggota dewan