Suara Komisi B Terbelah Sikapi Revitalisasi Pasar Tulangan

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Anggota komisi B DPRD Sidoarjo ternyata tidak satu suara menyikapi rencana Pemkab Sidoarjo melanjutkan kerjasama Build Over Transver (BOT) pembangunan Pasar Tulangan. Hadi Subiyanto Jika ketua dan wakil ketua Komisi B sepakat satu suara mendukung kebijakan pemerintah daerah soal revitalisasi ini, namun beberapa anggota komisi B malah berseberangan. Seperti yang dilontarkan Hadi Subiyanto, anggota komisi B dari FGolkar, yang terang terangan menyebut perjanjian BOT yang dikeluarkan tahun 2011 itu, sudah sangat kadaluwarsa dan lebih banyak merugikan pedagang Pasar Tulangan. “Masih ada celah untuk membatalkan BOT ini, karena sudah tidak relevan untuk dilanjutkan. Pemutusan sepihak ini tidak merugikan investor karena proyeknya sendiri belum dikerjakan," ujar Hadi Subiyanto. Hadi melihat, bila bentuk kerjasamanya seperti BOT ini, maka pedagang yang paling dirugikan. Karena harga stan pasar pasti sangat mahal dengan memperhitungkan keuntungan investor. Walaupun dikelola Pemkab, tetapi skema bisnisnya untuk menguntungkan investor. Searah dengan Hadi Subiyanto, anggota komisi B dari FPAN Rizal Fuadi SE, juga berpendangan sama untuk menolak BOT Pasar Tulangan. "Kalau Cuma Rp15 miliar kebutuhan rehab pasar itu, lebih baik dibeayai APBD, atau serahkan pada APBN," tegasnya. Rizal menyebutkan, Pemkab harus belajar dari gagalnya proyek BOT Pasar Kepuh Kiriman, Waru. BOT yang dikerjakan tahun 2011 itu hingga sekarang macet. Padahal saat itu pasar Kepuh Kiriman ini merupakan pasar toko emas dan transaksi emas terbesar di kecamatan Waru Menyikapi ini perpecahan ini, wakil ketua komisi B DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori hanya tersenyum, dan menyatakan revitalisasi itu sudah sangat matang perencanaannya. “Sudah banyak pedagang yang sewanya habis di pasar Tulangan. Dan ini kesempatan untuk melakukan revitalisasi,” ucapnya. BOT adalah system kerjasama antara Pemkab dengan investor, dimana Pemkab Sidoarjo sebagai pemilik lahan menyerahkan pembangunan dan pembeayaan murni kepada investor dengan anggaran Rp15 miliar. Masa kerjasama ini 20 tahun dengan pola bagi hasil. (Abidin)

recent tags

anggota dewan